<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>    Pengakuan Korban Sindikat Jual Ginjal di Kamboja: Mudah Lelah   </title><description>Tiga orang korban sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus jual beli ginjal, menyampaikan sejumlah keluhan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2852021/pengakuan-korban-sindikat-jual-ginjal-di-kamboja-mudah-lelah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2852021/pengakuan-korban-sindikat-jual-ginjal-di-kamboja-mudah-lelah"/><item><title>    Pengakuan Korban Sindikat Jual Ginjal di Kamboja: Mudah Lelah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2852021/pengakuan-korban-sindikat-jual-ginjal-di-kamboja-mudah-lelah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2852021/pengakuan-korban-sindikat-jual-ginjal-di-kamboja-mudah-lelah</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2023 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/338/2852021/pengakuan-korban-sindikat-jual-ginjal-di-kamboja-mudah-lelah-W9fGXk6TPc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/338/2852021/pengakuan-korban-sindikat-jual-ginjal-di-kamboja-mudah-lelah-W9fGXk6TPc.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>
JAKARTA - Tiga orang korban sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus jual beli ginjal, menyampaikan sejumlah keluhan akibat hilangnya salah satu ginjal yang dimilikinya.

Hal itu disampaikan saat menjalani tes kesehatan fisik dan psikologis dengan dokter Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Satu dari tiga korban yang tidak dapat disebutkan identitasnya itu bercerita, bahwa telah melakukan operasi penjualan ginjal di Kamboja pada 25 Juni 2023.

&quot;Hari ini cek lagi aja kesehatannya. Saya operasi tanggal 25 juni 2023,&quot; katanya dalam video yang diberikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (25/7/2023).

BACA JUGA:
Bareskrim Buru Pelaku Utama Kasus TPPO Penjualan Ginjal

Dia menyebut meski belum ada keluhan parah, namun, dia mengaku akibat salah satu ginjalnya hilang dia mengalami sejumlah dampak salah satunya sering merasa lebih cepat lelah.

&quot;Saat ini belum ada keluhan, mudah lelah aja, buang air kecil tidak ada kendala tapi sedikit berbusa,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Kombes Hery Wijatmoko mengatakan terus melakukan sejumlah tes kesehatan fisik dan psikologis pada tiga orang korban sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jual beli ginjal di Kamboja.

BACA JUGA:
TPPO Jual Ginjal Dipicu Motif Ekonomi, Yerry Tawalujan: Tindak Sindikatnya, Lindungi Korbannya!

&quot;Kebetulan kami juga akan mendampingi secara psikologis para pasien tersebut,&quot; katanya.

Hery menambahkan, tidak hanya korban yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pihaknya juga bekerja sama dengan polda lainnya untuk mendampingi pasien yang tinggal di luar Jabodetabek.



&quot;Akan bekerja sama dengan polda lain untuk para pasien yang bertempat tinggal di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya,&quot; tambah dia.



Tiga korban penjualan ginjal tersebut sudah sembuh. Luka fisik yang dialami para korban sudah tertutup pasca-operasi transplantasi ginjal. Meski demikian pihaknya masih akan melanjutkan pemeriksaan laboratorium dan radiologi terhadap para korban.



&quot;Walaupun baru satu bulan, tetapi secara fisik kondisi luka pasca-operasinya cukup bagus,&quot; terang dia.



&quot;Dan nanti kami akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk menentukan organ yang diambil tersebut,&quot; tambah dia.




Penyidik telah menangkap 12 orang dalam kasus TPPO penjualan organ ginjal tersebut. Dua dari 12 tersangka diantaranya merupakan oknum kepolisian berinisiap Aipda M dan pegawai Imigrasi berinisial AH.







Aipda M yang diduga berusaha merintangi penyidikan dari Tim Gabungan Polri. Dia diduga menyuruh sindikat untuk menghilangkan barang bukti. Seperti menyuruh tersangka membuang handphone dan berpindah-pindah tempat untuk mengelebahu petugas.







&quot;Yang bersangkutan menerima Rp 612 juta, menipu, menyatakan bisa menghentikan kasus agar tidak diurus,&quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.







Sementara oknum Imigrasi berinsial AH berperan membantu meloloskan korban pada saat pemeriksaan Imigrasi di Bandara Ngurah Rai, di Bali. Diduga oknum Imigrasi berinisial AH tersebut menerima imbalan sekitar Rp 3 juta per orang yang diberangkatkan ke Kamboja.







&quot;Yang bersangkutan mendapat Rp 3,2 juta sampai Rp 3,5 juta per kepala yang diberangkatkan dari Bali,&quot; tambah Hengki.</description><content:encoded>
JAKARTA - Tiga orang korban sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus jual beli ginjal, menyampaikan sejumlah keluhan akibat hilangnya salah satu ginjal yang dimilikinya.

Hal itu disampaikan saat menjalani tes kesehatan fisik dan psikologis dengan dokter Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Satu dari tiga korban yang tidak dapat disebutkan identitasnya itu bercerita, bahwa telah melakukan operasi penjualan ginjal di Kamboja pada 25 Juni 2023.

&quot;Hari ini cek lagi aja kesehatannya. Saya operasi tanggal 25 juni 2023,&quot; katanya dalam video yang diberikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (25/7/2023).

BACA JUGA:
Bareskrim Buru Pelaku Utama Kasus TPPO Penjualan Ginjal

Dia menyebut meski belum ada keluhan parah, namun, dia mengaku akibat salah satu ginjalnya hilang dia mengalami sejumlah dampak salah satunya sering merasa lebih cepat lelah.

&quot;Saat ini belum ada keluhan, mudah lelah aja, buang air kecil tidak ada kendala tapi sedikit berbusa,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Kombes Hery Wijatmoko mengatakan terus melakukan sejumlah tes kesehatan fisik dan psikologis pada tiga orang korban sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jual beli ginjal di Kamboja.

BACA JUGA:
TPPO Jual Ginjal Dipicu Motif Ekonomi, Yerry Tawalujan: Tindak Sindikatnya, Lindungi Korbannya!

&quot;Kebetulan kami juga akan mendampingi secara psikologis para pasien tersebut,&quot; katanya.

Hery menambahkan, tidak hanya korban yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pihaknya juga bekerja sama dengan polda lainnya untuk mendampingi pasien yang tinggal di luar Jabodetabek.



&quot;Akan bekerja sama dengan polda lain untuk para pasien yang bertempat tinggal di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya,&quot; tambah dia.



Tiga korban penjualan ginjal tersebut sudah sembuh. Luka fisik yang dialami para korban sudah tertutup pasca-operasi transplantasi ginjal. Meski demikian pihaknya masih akan melanjutkan pemeriksaan laboratorium dan radiologi terhadap para korban.



&quot;Walaupun baru satu bulan, tetapi secara fisik kondisi luka pasca-operasinya cukup bagus,&quot; terang dia.



&quot;Dan nanti kami akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk menentukan organ yang diambil tersebut,&quot; tambah dia.




Penyidik telah menangkap 12 orang dalam kasus TPPO penjualan organ ginjal tersebut. Dua dari 12 tersangka diantaranya merupakan oknum kepolisian berinisiap Aipda M dan pegawai Imigrasi berinisial AH.







Aipda M yang diduga berusaha merintangi penyidikan dari Tim Gabungan Polri. Dia diduga menyuruh sindikat untuk menghilangkan barang bukti. Seperti menyuruh tersangka membuang handphone dan berpindah-pindah tempat untuk mengelebahu petugas.







&quot;Yang bersangkutan menerima Rp 612 juta, menipu, menyatakan bisa menghentikan kasus agar tidak diurus,&quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.







Sementara oknum Imigrasi berinsial AH berperan membantu meloloskan korban pada saat pemeriksaan Imigrasi di Bandara Ngurah Rai, di Bali. Diduga oknum Imigrasi berinisial AH tersebut menerima imbalan sekitar Rp 3 juta per orang yang diberangkatkan ke Kamboja.







&quot;Yang bersangkutan mendapat Rp 3,2 juta sampai Rp 3,5 juta per kepala yang diberangkatkan dari Bali,&quot; tambah Hengki.</content:encoded></item></channel></rss>
