<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Tandatangani UU Larang Penggantian Jenis Kelamin, Pukulan Telak Bagi Komunitas LGBTQ Rusia</title><description>Rusia telah memberlakukan aturan ketat terhadap komunitas LGBTQ sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai tradisional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/26/18/2852288/putin-tandatangani-uu-larang-penggantian-jenis-kelamin-pukulan-telak-bagi-komunitas-lgbtq-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/26/18/2852288/putin-tandatangani-uu-larang-penggantian-jenis-kelamin-pukulan-telak-bagi-komunitas-lgbtq-rusia"/><item><title>Putin Tandatangani UU Larang Penggantian Jenis Kelamin, Pukulan Telak Bagi Komunitas LGBTQ Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/26/18/2852288/putin-tandatangani-uu-larang-penggantian-jenis-kelamin-pukulan-telak-bagi-komunitas-lgbtq-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/26/18/2852288/putin-tandatangani-uu-larang-penggantian-jenis-kelamin-pukulan-telak-bagi-komunitas-lgbtq-rusia</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 09:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/18/2852288/putin-tandatangani-uu-larang-penggantian-jenis-kelamin-pukulan-telak-bagi-komunitas-lgbtq-rusia-Kg27FdCAoy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/18/2852288/putin-tandatangani-uu-larang-penggantian-jenis-kelamin-pukulan-telak-bagi-komunitas-lgbtq-rusia-Kg27FdCAoy.jpg</image><title>Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNi8xLzE2ODEzMi81L3g4bWp1M2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (24/7/2023) menandatangani undang-undang baru yang menjadi tahap terakhir untuk melarang prosedur penggantian jenis kelamin &amp;ndash; sebuah pukulan telak bagi komunitas LGBTQ+ Rusia yang selama ini kerap menjadi sasaran.

BACA JUGA:
Uganda Berlakukan UU Anti-LGBT Terketat di Dunia, Masukkan Ancaman Hukuman Mati

Undang-undang yang disetujui dengan suara bulat oleh kedua majelis parlemen itu melarang &amp;ldquo;intervensi medis apa pun yang bertujuan untuk mengubah jenis kelamin seseorang&amp;rdquo; serta mengubah gender seseorang dalam dokumen-dokumen resmi dan catatan publik. Satu-satunya pengecualian adalah intervensi medis untuk mengobati kelainan bawaan.
Undang-undang itu juga membatalkan pernikahan yang salah satu dari pasangannya memiliki &amp;ldquo;gender yang diubah&amp;rdquo; dan melarang transgender menjadi orang tua asuh atau angkat, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
Parlemen Rusia Setujui Undang-Undang Pelarangan Total Propaganda LGBT

Larangan itu disebut berakar dari upaya pembasmian yang dilakukan oleh Kremlin untuk melindungi apa yang dianggapnya sebagai &amp;ldquo;nilai-nilai tradisional&amp;rdquo; negara tersebut. Anggota parlemen menyebut legislasi itu dibuat untuk mengawal Rusia menghadapi &amp;ldquo;ideologi Barat yang anti-keluarga,&amp;rdquo; di mana beberapa di antara mereka menyebut prosedur peralihan gender sebagai tindakan &amp;ldquo;setanisme murni.&amp;rdquo;Penumpasan kelompok LGBTQ+ di Rusia dimulai satu dekade lalu ketika Putin untuk pertama kalinya memproklamasikan fokus pada &amp;ldquo;nilai-nilai keluarga tradisional,&amp;rdquo; yang didukung oleh Gereja Ortodoks Rusia.
Pada 2013, Kremlin mengadopsi undang-undang yang melarang bentuk dukungan publik apa pun pada &amp;ldquo;hubungan seksual nontradisional&amp;rdquo; di kalangan anak. Pada 2020, Putin meloloskan reformasi konstitusi yang melarang pernikahan sesama jenis, dan tahun lalu ia juga menandatangani undang-undang yang melarang &amp;ldquo;propaganda hubungan seksual nontradisional&amp;rdquo; di kalangan dewasa.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNi8xLzE2ODEzMi81L3g4bWp1M2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (24/7/2023) menandatangani undang-undang baru yang menjadi tahap terakhir untuk melarang prosedur penggantian jenis kelamin &amp;ndash; sebuah pukulan telak bagi komunitas LGBTQ+ Rusia yang selama ini kerap menjadi sasaran.

BACA JUGA:
Uganda Berlakukan UU Anti-LGBT Terketat di Dunia, Masukkan Ancaman Hukuman Mati

Undang-undang yang disetujui dengan suara bulat oleh kedua majelis parlemen itu melarang &amp;ldquo;intervensi medis apa pun yang bertujuan untuk mengubah jenis kelamin seseorang&amp;rdquo; serta mengubah gender seseorang dalam dokumen-dokumen resmi dan catatan publik. Satu-satunya pengecualian adalah intervensi medis untuk mengobati kelainan bawaan.
Undang-undang itu juga membatalkan pernikahan yang salah satu dari pasangannya memiliki &amp;ldquo;gender yang diubah&amp;rdquo; dan melarang transgender menjadi orang tua asuh atau angkat, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
Parlemen Rusia Setujui Undang-Undang Pelarangan Total Propaganda LGBT

Larangan itu disebut berakar dari upaya pembasmian yang dilakukan oleh Kremlin untuk melindungi apa yang dianggapnya sebagai &amp;ldquo;nilai-nilai tradisional&amp;rdquo; negara tersebut. Anggota parlemen menyebut legislasi itu dibuat untuk mengawal Rusia menghadapi &amp;ldquo;ideologi Barat yang anti-keluarga,&amp;rdquo; di mana beberapa di antara mereka menyebut prosedur peralihan gender sebagai tindakan &amp;ldquo;setanisme murni.&amp;rdquo;Penumpasan kelompok LGBTQ+ di Rusia dimulai satu dekade lalu ketika Putin untuk pertama kalinya memproklamasikan fokus pada &amp;ldquo;nilai-nilai keluarga tradisional,&amp;rdquo; yang didukung oleh Gereja Ortodoks Rusia.
Pada 2013, Kremlin mengadopsi undang-undang yang melarang bentuk dukungan publik apa pun pada &amp;ldquo;hubungan seksual nontradisional&amp;rdquo; di kalangan anak. Pada 2020, Putin meloloskan reformasi konstitusi yang melarang pernikahan sesama jenis, dan tahun lalu ia juga menandatangani undang-undang yang melarang &amp;ldquo;propaganda hubungan seksual nontradisional&amp;rdquo; di kalangan dewasa.</content:encoded></item></channel></rss>
