<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Perintahkan Personel Pemerintahnya Tinggalkan Haiti, Ada Apa?</title><description>Haiti telah dilanda kekacauan karena aksi geng-geng bersenjata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853558/as-perintahkan-personel-pemerintahnya-tinggalkan-haiti-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853558/as-perintahkan-personel-pemerintahnya-tinggalkan-haiti-ada-apa"/><item><title>AS Perintahkan Personel Pemerintahnya Tinggalkan Haiti, Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853558/as-perintahkan-personel-pemerintahnya-tinggalkan-haiti-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853558/as-perintahkan-personel-pemerintahnya-tinggalkan-haiti-ada-apa</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/18/2853558/as-perintahkan-personel-pemerintahnya-tinggalkan-haiti-ada-apa-LuSJTetf3y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kedutaan Besar AS di Port Au Prince, Haiti. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/18/2853558/as-perintahkan-personel-pemerintahnya-tinggalkan-haiti-ada-apa-LuSJTetf3y.jpg</image><title>Kedutaan Besar AS di Port Au Prince, Haiti. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC8xLzE1NDI1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Kamis, (27/7/2023) memerintahkan personel pemerintah non-darurat dan anggota keluarga untuk meninggalkan Haiti sesegera mungkin, dengan alasan &quot;penculikan, kejahatan, kerusuhan sipil, dan infrastruktur perawatan kesehatan yang buruk.&quot;

BACA JUGA:
Balas Dendam 14 Rekannya Dibunuh Geng Kriminal, Ratusan Polisi Terobos Rumah PM Haiti hingga Bandara

Departemen Luar Negeri mengatakan warga AS yang tidak bekerja untuk pemerintah juga harus meninggalkan Haiti sesegera mungkin &quot;melalui pilihan transportasi komersial atau swasta lainnya.&quot;
&quot;Penculikan tersebar luas, dan korban biasanya termasuk warga AS. Penculik dapat menggunakan perencanaan canggih atau memanfaatkan peluang yang tidak direncanakan, dan bahkan konvoi telah diserang,&quot; kata Departemen Luar Negeri dalam peringatan perjalanannya, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
Kekerasan Geng Haiti Tewaskan 300 Orang, Ratusan Anak-Anak Berlindung di Sekolah

Haiti telah berjuang untuk menahan kekerasan dan kekacauan ketika geng-geng bersenjata mendorong krisis kemanusiaan yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi di tengah seringnya penculikan untuk tebusan, pemerkosaan geng, penyiksaan dan pembunuhan.&amp;nbsp;
Negara Karibia itu belum memilih pemimpin baru sejak Presiden Jovenel Mo&amp;iuml;se dibunuh pada 7 Juli 2021.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC8xLzE1NDI1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Kamis, (27/7/2023) memerintahkan personel pemerintah non-darurat dan anggota keluarga untuk meninggalkan Haiti sesegera mungkin, dengan alasan &quot;penculikan, kejahatan, kerusuhan sipil, dan infrastruktur perawatan kesehatan yang buruk.&quot;

BACA JUGA:
Balas Dendam 14 Rekannya Dibunuh Geng Kriminal, Ratusan Polisi Terobos Rumah PM Haiti hingga Bandara

Departemen Luar Negeri mengatakan warga AS yang tidak bekerja untuk pemerintah juga harus meninggalkan Haiti sesegera mungkin &quot;melalui pilihan transportasi komersial atau swasta lainnya.&quot;
&quot;Penculikan tersebar luas, dan korban biasanya termasuk warga AS. Penculik dapat menggunakan perencanaan canggih atau memanfaatkan peluang yang tidak direncanakan, dan bahkan konvoi telah diserang,&quot; kata Departemen Luar Negeri dalam peringatan perjalanannya, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
Kekerasan Geng Haiti Tewaskan 300 Orang, Ratusan Anak-Anak Berlindung di Sekolah

Haiti telah berjuang untuk menahan kekerasan dan kekacauan ketika geng-geng bersenjata mendorong krisis kemanusiaan yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi di tengah seringnya penculikan untuk tebusan, pemerkosaan geng, penyiksaan dan pembunuhan.&amp;nbsp;
Negara Karibia itu belum memilih pemimpin baru sejak Presiden Jovenel Mo&amp;iuml;se dibunuh pada 7 Juli 2021.
</content:encoded></item></channel></rss>
