<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suhu Tinggi Landa Seluruh Wilayah AS, Biden Umumkan Langkah untuk Atasi Panas Ekstrem</title><description>Bulan Juli diperkirakan akan menjadi bulan terpanas dalam sejarah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853608/suhu-tinggi-landa-seluruh-wilayah-as-biden-umumkan-langkah-untuk-atasi-panas-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853608/suhu-tinggi-landa-seluruh-wilayah-as-biden-umumkan-langkah-untuk-atasi-panas-ekstrem"/><item><title>Suhu Tinggi Landa Seluruh Wilayah AS, Biden Umumkan Langkah untuk Atasi Panas Ekstrem</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853608/suhu-tinggi-landa-seluruh-wilayah-as-biden-umumkan-langkah-untuk-atasi-panas-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/28/18/2853608/suhu-tinggi-landa-seluruh-wilayah-as-biden-umumkan-langkah-untuk-atasi-panas-ekstrem</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/18/2853608/suhu-tinggi-landa-seluruh-wilayah-as-biden-umumkan-langkah-untuk-atasi-panas-ekstrem-ZkFTOqjqmN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/18/2853608/suhu-tinggi-landa-seluruh-wilayah-as-biden-umumkan-langkah-untuk-atasi-panas-ekstrem-ZkFTOqjqmN.jpg</image><title>Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNy8xLzE2Njk0NS81L3g4bGw3N2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON, DC &amp;mdash; Dengan gelombang panas yang melanda seluruh Amerika Serikat (AS), Presiden Joe Biden pada Kamis (27/7/2023) mengumumkan langkah-langkah baru untuk melindungi para pekerja, meningkatkan prakiraan cuaca, dan membuat air minum lebih mudah diperoleh.

BACA JUGA:
Juli 2023 Ditetapkan Jadi Bulan Terpanas di Dunia Sepanjang Sejarah, PBB: Masuki Era Mendidih Global

Pengumuman itu muncul karena hampir 40% penduduk AS menghadapi risiko terkait panas tinggi, menurut Badan Cuaca Nasional.

BACA JUGA:
Seolah Kiamat Terjadi, Italia Bergulat dengan Kebakaran Hutan, Panas Ekstrem hingga Hujan Es Seukuran Bola Tenis

Suhu tinggi melanda negara-negara bagian Barat Daya AS bulan ini, dan lebih banyak panas diperkirakan terjadi di Barat Tengah dan Timur Laut AS dalam beberapa hari mendatang.
Fenomena ini adalah masalah dunia, dan para ilmuwan memperhitungkan, bulan Juli akan menjadi bulan terpanas dalam sejarah.

&quot;Saya kira tidak ada lagi yang bisa menyangkal dampak perubahan iklim,&quot; kata Biden dalam pidatonya di Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
&quot;Bahkan mereka yang menyangkal bahwa kita berada di tengah-tengah krisis iklim, tidak dapat menyangkal dampak panas ekstrem terhadap orang Amerika,&quot; tambahnya.
Pemerintahan Biden berencana membelanjakan USD7 juta untuk pengembangan prakiraan cuaca yang lebih terperinci, guna mengantisipasi cuaca ekstrem seperti gelombang panas. Dana USD152 juta juga dianggarkan untuk meningkatkan prasarana air minum dan ketahanan iklim di California, Colorado, dan Washington.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNy8xLzE2Njk0NS81L3g4bGw3N2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON, DC &amp;mdash; Dengan gelombang panas yang melanda seluruh Amerika Serikat (AS), Presiden Joe Biden pada Kamis (27/7/2023) mengumumkan langkah-langkah baru untuk melindungi para pekerja, meningkatkan prakiraan cuaca, dan membuat air minum lebih mudah diperoleh.

BACA JUGA:
Juli 2023 Ditetapkan Jadi Bulan Terpanas di Dunia Sepanjang Sejarah, PBB: Masuki Era Mendidih Global

Pengumuman itu muncul karena hampir 40% penduduk AS menghadapi risiko terkait panas tinggi, menurut Badan Cuaca Nasional.

BACA JUGA:
Seolah Kiamat Terjadi, Italia Bergulat dengan Kebakaran Hutan, Panas Ekstrem hingga Hujan Es Seukuran Bola Tenis

Suhu tinggi melanda negara-negara bagian Barat Daya AS bulan ini, dan lebih banyak panas diperkirakan terjadi di Barat Tengah dan Timur Laut AS dalam beberapa hari mendatang.
Fenomena ini adalah masalah dunia, dan para ilmuwan memperhitungkan, bulan Juli akan menjadi bulan terpanas dalam sejarah.

&quot;Saya kira tidak ada lagi yang bisa menyangkal dampak perubahan iklim,&quot; kata Biden dalam pidatonya di Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
&quot;Bahkan mereka yang menyangkal bahwa kita berada di tengah-tengah krisis iklim, tidak dapat menyangkal dampak panas ekstrem terhadap orang Amerika,&quot; tambahnya.
Pemerintahan Biden berencana membelanjakan USD7 juta untuk pengembangan prakiraan cuaca yang lebih terperinci, guna mengantisipasi cuaca ekstrem seperti gelombang panas. Dana USD152 juta juga dianggarkan untuk meningkatkan prasarana air minum dan ketahanan iklim di California, Colorado, dan Washington.</content:encoded></item></channel></rss>
