<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raden Wijaya Ditagih Arya Wiraraja Membagi Wilayah Kerajaan Majapahit Usai Membunuh Ranggalawe</title><description>Raden Wijaya Ditagih Arya Wiraraja Membagi Wilayah Kerajaan Majapahit Usai Membunuh Ranggalawe</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853448/raden-wijaya-ditagih-arya-wiraraja-membagi-wilayah-kerajaan-majapahit-usai-membunuh-ranggalawe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853448/raden-wijaya-ditagih-arya-wiraraja-membagi-wilayah-kerajaan-majapahit-usai-membunuh-ranggalawe"/><item><title>Raden Wijaya Ditagih Arya Wiraraja Membagi Wilayah Kerajaan Majapahit Usai Membunuh Ranggalawe</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853448/raden-wijaya-ditagih-arya-wiraraja-membagi-wilayah-kerajaan-majapahit-usai-membunuh-ranggalawe</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853448/raden-wijaya-ditagih-arya-wiraraja-membagi-wilayah-kerajaan-majapahit-usai-membunuh-ranggalawe</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/337/2853448/raden-wijaya-ditagih-arya-wiraraja-membagi-wilayah-kerajaan-majapahit-usai-membunuh-ranggalawe-YyycvmNJSa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raden Wijaya (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/337/2853448/raden-wijaya-ditagih-arya-wiraraja-membagi-wilayah-kerajaan-majapahit-usai-membunuh-ranggalawe-YyycvmNJSa.jpg</image><title>Raden Wijaya (Ist)</title></images><description>



PERSAHABATAN Raden Wijaya penguasa Kerajaan Majapahit dengan Arya Wiraraja nyaris berantakan. Pasalnya, Ranggalawe anak dari Arya Wiraraja membuat ulah usai serangkaian tindakan provokatif yang memancing terjadinya pemberontakan di Majapahit.

Hal ini membuat kesabaran Raden Wijaya hilang dan sedih. Bagi Raden Wijaya, ia  menyukai Ranggalawe yang pemberani dan sigap. Namun, tindakan Ranggalawe justru menjelaskan mengapa ia bisa menjadi sekutu militer yang kuat, tapi sama sekali tak layak menduduki kursi menteri pada masa damai.

Sebagaimana dikisahkan Earl Drake pada &quot;Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot;, Raden Wijaya tak bisa lagi menoleransi sikap Ranggalawe. Pemberontakan bersenjata Ranggalawe pun tidak dapat ditoleransi dan harus segera diberangus.

Dengan berat hati, Raden Wijaya mengirim seorang panglima militer veteran untuk membasmi pemberontakan itu. Sang panglima melaksanakan tugasnya dengan sangat efektif, membunuh Ranggalawe dan menyisakan segelintir pengikutnya.

Akhir peristiwa ini membuat ayah Ranggalawe, yang tak lain sahabatnya sendiri Arya Wiraraja saat jadi Bupati Madura, merasa marah. Setelah habis rasa perkabungannya, pendukung dan penasihat kunci pertama raja itu pun menghadap Raden Wijaya.




BACA JUGA:
Kala Pidato Provokatif Teman Seperjuangan Buat Raja Majapahit Raden Wijaya Tersinggung










Mereka menuntut sang raja menepati janjinya dulu-yang dibuat secara terburu-buru untuk memberikan separuh kerajaan kepadanya jika Wijaya naik tahta. Namun, Raden Wijaya merasa sangat keberatan harus memecah kerajaan dan membiarkannya terbuka bagi serangan pihak luar.

Namun, Raden Wijaya adalah seorang yang setia pada janjinya dan mengasihi ayah yang baru saja kehilangan anaknya itu. Karena alasan-alasan inilah, ia mengeluarkan prasasti Panggungan (1296), yang menyerahkan daerah Timur kerajaan, beserta sebagian besar urusan-urusan administrasinya ke tangan Arya Wiraraja.







BACA JUGA:
Ketika Raden Wijaya Kembali Mesra dengan China Usai Penyerbuan ke Pasukan Mongol









Sementara selebihnya, termasuk ibu kota Majapahit, tetap di bawah kendali sang raja. Namun, prasasti tersebut juga menegaskan posisi Raden Wijaya sebagai pimpinan resmi seantero kerajaan dan menekankan kedudukan Nambi sebagai Mahapatih Majapahit, serta memuji kehandalannya.





</description><content:encoded>



PERSAHABATAN Raden Wijaya penguasa Kerajaan Majapahit dengan Arya Wiraraja nyaris berantakan. Pasalnya, Ranggalawe anak dari Arya Wiraraja membuat ulah usai serangkaian tindakan provokatif yang memancing terjadinya pemberontakan di Majapahit.

Hal ini membuat kesabaran Raden Wijaya hilang dan sedih. Bagi Raden Wijaya, ia  menyukai Ranggalawe yang pemberani dan sigap. Namun, tindakan Ranggalawe justru menjelaskan mengapa ia bisa menjadi sekutu militer yang kuat, tapi sama sekali tak layak menduduki kursi menteri pada masa damai.

Sebagaimana dikisahkan Earl Drake pada &quot;Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot;, Raden Wijaya tak bisa lagi menoleransi sikap Ranggalawe. Pemberontakan bersenjata Ranggalawe pun tidak dapat ditoleransi dan harus segera diberangus.

Dengan berat hati, Raden Wijaya mengirim seorang panglima militer veteran untuk membasmi pemberontakan itu. Sang panglima melaksanakan tugasnya dengan sangat efektif, membunuh Ranggalawe dan menyisakan segelintir pengikutnya.

Akhir peristiwa ini membuat ayah Ranggalawe, yang tak lain sahabatnya sendiri Arya Wiraraja saat jadi Bupati Madura, merasa marah. Setelah habis rasa perkabungannya, pendukung dan penasihat kunci pertama raja itu pun menghadap Raden Wijaya.




BACA JUGA:
Kala Pidato Provokatif Teman Seperjuangan Buat Raja Majapahit Raden Wijaya Tersinggung










Mereka menuntut sang raja menepati janjinya dulu-yang dibuat secara terburu-buru untuk memberikan separuh kerajaan kepadanya jika Wijaya naik tahta. Namun, Raden Wijaya merasa sangat keberatan harus memecah kerajaan dan membiarkannya terbuka bagi serangan pihak luar.

Namun, Raden Wijaya adalah seorang yang setia pada janjinya dan mengasihi ayah yang baru saja kehilangan anaknya itu. Karena alasan-alasan inilah, ia mengeluarkan prasasti Panggungan (1296), yang menyerahkan daerah Timur kerajaan, beserta sebagian besar urusan-urusan administrasinya ke tangan Arya Wiraraja.







BACA JUGA:
Ketika Raden Wijaya Kembali Mesra dengan China Usai Penyerbuan ke Pasukan Mongol









Sementara selebihnya, termasuk ibu kota Majapahit, tetap di bawah kendali sang raja. Namun, prasasti tersebut juga menegaskan posisi Raden Wijaya sebagai pimpinan resmi seantero kerajaan dan menekankan kedudukan Nambi sebagai Mahapatih Majapahit, serta memuji kehandalannya.





</content:encoded></item></channel></rss>
