<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lembaga Survei Australia Tempatkan Bacapres Perindo Ganjar Pranowo di Posisi Teratas</title><description>Utting memotret, elektabilitas yang selisih tipis itu, membuat kompetisi masih rentan terjadi perubahan pilihan pemilih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853663/lembaga-survei-australia-tempatkan-bacapres-perindo-ganjar-pranowo-di-posisi-teratas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853663/lembaga-survei-australia-tempatkan-bacapres-perindo-ganjar-pranowo-di-posisi-teratas"/><item><title>Lembaga Survei Australia Tempatkan Bacapres Perindo Ganjar Pranowo di Posisi Teratas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853663/lembaga-survei-australia-tempatkan-bacapres-perindo-ganjar-pranowo-di-posisi-teratas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/28/337/2853663/lembaga-survei-australia-tempatkan-bacapres-perindo-ganjar-pranowo-di-posisi-teratas</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/337/2853663/lembaga-survei-australia-tempatkan-bacapres-perindo-ganjar-pranowo-di-posisi-teratas-foDhqn0Ui4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/337/2853663/lembaga-survei-australia-tempatkan-bacapres-perindo-ganjar-pranowo-di-posisi-teratas-foDhqn0Ui4.jpg</image><title>Ganjar Pranowo/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMy8xLzE2ODMzNC81L3g4bXB5Nm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hasil survei Utting Research, sebuah lembaga survei yang berbasis di Australia menempatkan bacapres Partai Perindo Ganjar Pranowo diurutan pertama elektabilitas calon presiden. Gubernur Jawa Tengah ini menggungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Perbanyak Kegiatan Positif, Orang Muda Ganjar Gelar Coaching Clinic di Cirebon&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dalam survei tersebut, elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 34 persen, disusul oleh Prabowo Subianto sebesar 33 persen dan Anies Baswedan 27 persen. Sebanyak 3 persen responden menjawab rahasia dan atau belum memutuskan, sementara 3 persen lainnya tidak menjawab,&quot; demikian rilis hasil survei yang dikutip Jumat (28/7/2023).
Utting memotret, elektabilitas yang selisih tipis itu, membuat kompetisi masih rentan terjadi perubahan pilihan pemilih menjelang pemilu presiden.


Kualitas Tembakau Tinggi, Ganjar : Petani Tembakau Untung, Pabrikan Untung

Selain itu, Utting juga menyebut keinginan responden terkait visi misi calon presiden. Hasilnya, 61 persen responden menginginkan pemimpin ke depan dapat melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) drngan adanya sejumlah perbaikan.
Sedangkan responden yang menginginkan pemerintahan ke depan membuat kebijakan baru dan berbeda sebesar 20 persen. Sementara itu, 18 persen lainnya menginginkan melanjutkan kebijakan pemerintahan Jokowi saat ini.


&quot;Sebagian besar responden menjawab ingin dilakukan keberlanjutan program Presiden Jokowi dengan adanya sejumlah perbaikan,&quot; demikian hasil survei itu.


Sekedar informasi, survei dilakukan secara tatap muka pada 12-17 Juni 2023 dengan jumlah sampel responden sebesar 1.200 yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia.



Survei ini, menggunakan metode multi-stage random sampling, dengan margin of error sebesar +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMy8xLzE2ODMzNC81L3g4bXB5Nm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hasil survei Utting Research, sebuah lembaga survei yang berbasis di Australia menempatkan bacapres Partai Perindo Ganjar Pranowo diurutan pertama elektabilitas calon presiden. Gubernur Jawa Tengah ini menggungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Perbanyak Kegiatan Positif, Orang Muda Ganjar Gelar Coaching Clinic di Cirebon&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dalam survei tersebut, elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 34 persen, disusul oleh Prabowo Subianto sebesar 33 persen dan Anies Baswedan 27 persen. Sebanyak 3 persen responden menjawab rahasia dan atau belum memutuskan, sementara 3 persen lainnya tidak menjawab,&quot; demikian rilis hasil survei yang dikutip Jumat (28/7/2023).
Utting memotret, elektabilitas yang selisih tipis itu, membuat kompetisi masih rentan terjadi perubahan pilihan pemilih menjelang pemilu presiden.


Kualitas Tembakau Tinggi, Ganjar : Petani Tembakau Untung, Pabrikan Untung

Selain itu, Utting juga menyebut keinginan responden terkait visi misi calon presiden. Hasilnya, 61 persen responden menginginkan pemimpin ke depan dapat melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) drngan adanya sejumlah perbaikan.
Sedangkan responden yang menginginkan pemerintahan ke depan membuat kebijakan baru dan berbeda sebesar 20 persen. Sementara itu, 18 persen lainnya menginginkan melanjutkan kebijakan pemerintahan Jokowi saat ini.


&quot;Sebagian besar responden menjawab ingin dilakukan keberlanjutan program Presiden Jokowi dengan adanya sejumlah perbaikan,&quot; demikian hasil survei itu.


Sekedar informasi, survei dilakukan secara tatap muka pada 12-17 Juni 2023 dengan jumlah sampel responden sebesar 1.200 yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia.



Survei ini, menggunakan metode multi-stage random sampling, dengan margin of error sebesar +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

</content:encoded></item></channel></rss>
