<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! 70 Ribu Warga Banten Alami Obesitas, 2 Orang Meninggal</title><description>Sebagaimana diketahui, dua warga Tangerang meninggal dunia akibat obesitas, baru-baru ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/29/340/2854080/gawat-70-ribu-warga-banten-alami-obesitas-2-orang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/29/340/2854080/gawat-70-ribu-warga-banten-alami-obesitas-2-orang-meninggal"/><item><title>Gawat! 70 Ribu Warga Banten Alami Obesitas, 2 Orang Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/29/340/2854080/gawat-70-ribu-warga-banten-alami-obesitas-2-orang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/29/340/2854080/gawat-70-ribu-warga-banten-alami-obesitas-2-orang-meninggal</guid><pubDate>Sabtu 29 Juli 2023 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Mahesa Apriandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/29/340/2854080/gawat-70-ribu-warga-banten-alami-obesitas-2-orang-meninggal-fvpv0yh6Lz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi warga mengalami obesitas. (Foto: Mahesa Apriandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/29/340/2854080/gawat-70-ribu-warga-banten-alami-obesitas-2-orang-meninggal-fvpv0yh6Lz.jpg</image><title>Evakuasi warga mengalami obesitas. (Foto: Mahesa Apriandi)</title></images><description>


BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat ada 70 ribu warga Banten yang mengalami obesitas. Jumlah terbanyak ditemukan di Tangerang Raya. Sebagaimana diketahui, dua warga Tangerang meninggal dunia akibat obesitas, baru-baru ini.
Hal itu diutarakan Kadinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti. Jumlah tersebut tersebar di 8 kabupaten kota, namun yang paling banyak ada di wilayah Tangerang Raya.

BACA JUGA:


3 Fakta Pria Berbobot 200 Kg Meninggal di RSCM, Pasien Obesitas Kedua Tahun Ini&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Obesitas tersebut bisa menjadi pemicu penyakit pada tubuh seseorang, salah satunya bisa menyebabkan kolestrol tinggi hingga bisa menyebabkan ke arah jantung hingga stroke,&amp;rdquo; kata Ati, Sabtu (29/7/2023).

BACA JUGA:


Alami Stroke dan Obesitas, Evakuasi Dokter Widi di Buleleng Berlangsung Dramatis&amp;nbsp;
Kemudian, lanjut Ati, obesitas juga bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh dan akhirnya diabetes melitus. Untuk mencegah terjadinya obesitas, perlu ada gerakan masyarakat sehat, misalnya melakukan aktifitas fisik.&amp;ldquo;Kemudian mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Untuk orang tua juga diminta memperhatikan anak-anaknya dalam hal konsumsi dan aktifitasnya,&amp;rdquo; kata dia.
Ati mengatakan, setiap petugas kesehatan dari puskesmas rutin melakukan pengecekan dengan pendekatan keluarga. &amp;ldquo;Selain mengecek obesitas juga lain-lainnya seperti TBC dan HIV,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>


BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat ada 70 ribu warga Banten yang mengalami obesitas. Jumlah terbanyak ditemukan di Tangerang Raya. Sebagaimana diketahui, dua warga Tangerang meninggal dunia akibat obesitas, baru-baru ini.
Hal itu diutarakan Kadinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti. Jumlah tersebut tersebar di 8 kabupaten kota, namun yang paling banyak ada di wilayah Tangerang Raya.

BACA JUGA:


3 Fakta Pria Berbobot 200 Kg Meninggal di RSCM, Pasien Obesitas Kedua Tahun Ini&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Obesitas tersebut bisa menjadi pemicu penyakit pada tubuh seseorang, salah satunya bisa menyebabkan kolestrol tinggi hingga bisa menyebabkan ke arah jantung hingga stroke,&amp;rdquo; kata Ati, Sabtu (29/7/2023).

BACA JUGA:


Alami Stroke dan Obesitas, Evakuasi Dokter Widi di Buleleng Berlangsung Dramatis&amp;nbsp;
Kemudian, lanjut Ati, obesitas juga bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh dan akhirnya diabetes melitus. Untuk mencegah terjadinya obesitas, perlu ada gerakan masyarakat sehat, misalnya melakukan aktifitas fisik.&amp;ldquo;Kemudian mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Untuk orang tua juga diminta memperhatikan anak-anaknya dalam hal konsumsi dan aktifitasnya,&amp;rdquo; kata dia.
Ati mengatakan, setiap petugas kesehatan dari puskesmas rutin melakukan pengecekan dengan pendekatan keluarga. &amp;ldquo;Selain mengecek obesitas juga lain-lainnya seperti TBC dan HIV,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
