<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ukraina Gunakan Roket Korut untuk Hantam Pasukan Rusia </title><description>Rusia dan Korea Utara membantah melakukan transasksi senjata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/30/18/2854403/ukraina-gunakan-roket-korut-untuk-hantam-pasukan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/30/18/2854403/ukraina-gunakan-roket-korut-untuk-hantam-pasukan-rusia"/><item><title>Ukraina Gunakan Roket Korut untuk Hantam Pasukan Rusia </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/30/18/2854403/ukraina-gunakan-roket-korut-untuk-hantam-pasukan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/30/18/2854403/ukraina-gunakan-roket-korut-untuk-hantam-pasukan-rusia</guid><pubDate>Minggu 30 Juli 2023 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/30/18/2854403/ukraina-gunakan-roket-korut-untuk-hantam-pasukan-rusia-VBbD4cpgvP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menghadiri pameran persenjataan memperingati 70 tahun gencatan senjata Perang Korea di Pyongyang, Korea Utara, 27 Juli 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/30/18/2854403/ukraina-gunakan-roket-korut-untuk-hantam-pasukan-rusia-VBbD4cpgvP.jpg</image><title>Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menghadiri pameran persenjataan memperingati 70 tahun gencatan senjata Perang Korea di Pyongyang, Korea Utara, 27 Juli 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNi81L3g4bHNmajY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KYIV - Tentara Ukraina diamati menggunakan roket Korea Utara untuk menghantam posisi militer Rusia. Kyiv mengatakan bahwa roket-roket itu direbut oleh negara &quot;sahabat&quot; sebelum dikirim ke Ukraina, demikian dilaporkan Financial Times melaporkan pada Sabtu, (29/7/2023). .
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bertemu Menhan Rusia, Kim Jong-un Pamerkan Rudal Terlarang Korut

Kementerian pertahanan Ukraina menyatakan senjata itu disita dari Rusia, kata surat kabar itu sebagaimana dilansir Reuters.
Amerika Serikat (AS) telah menuduh Korea Utara memberikan senjata kepada Rusia, termasuk dugaan pengiriman melalui laut, tetapi tidak memberikan bukti dan senjata Korea Utara tidak terlihat secara luas di medan perang di Ukraina.

BACA JUGA:
Jual Jutaan Roket dan Peluru Artileri ke Rusia, Putin Ucapkan Terima Kasih ke Korut karena Dukung Perang Ukraina

Korea Utara dan Rusia menyangkal melakukan transaksi senjata.
Persenjataan Korea Utara diperlihatkan oleh pasukan Ukraina yang mengoperasikan sistem roket multi-peluncuran Grad era Soviet di dekat kota timur Bakhmut yang hancur, tempat pertempuran brutal yang panjang, kata laporan itu.]Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu melakukan kunjungan langka ke Pyongyang minggu ini untuk merayakan peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Korea, kunjungan pertama pejabat tinggi pertahanan Moskow sejak pecahnya Uni Soviet pada 1991.
Selama kunjungan tersebut, Shoigu difoto melihat rudal balistik Korea Utara yang dilarang dengan pemimpin Kim Jong Un di sebuah pameran militer di Pyongyang, menandakan hubungan yang lebih dalam antara kedua negara saat mereka masing-masing berhadapan dengan Amerika Serikat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNi81L3g4bHNmajY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KYIV - Tentara Ukraina diamati menggunakan roket Korea Utara untuk menghantam posisi militer Rusia. Kyiv mengatakan bahwa roket-roket itu direbut oleh negara &quot;sahabat&quot; sebelum dikirim ke Ukraina, demikian dilaporkan Financial Times melaporkan pada Sabtu, (29/7/2023). .
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bertemu Menhan Rusia, Kim Jong-un Pamerkan Rudal Terlarang Korut

Kementerian pertahanan Ukraina menyatakan senjata itu disita dari Rusia, kata surat kabar itu sebagaimana dilansir Reuters.
Amerika Serikat (AS) telah menuduh Korea Utara memberikan senjata kepada Rusia, termasuk dugaan pengiriman melalui laut, tetapi tidak memberikan bukti dan senjata Korea Utara tidak terlihat secara luas di medan perang di Ukraina.

BACA JUGA:
Jual Jutaan Roket dan Peluru Artileri ke Rusia, Putin Ucapkan Terima Kasih ke Korut karena Dukung Perang Ukraina

Korea Utara dan Rusia menyangkal melakukan transaksi senjata.
Persenjataan Korea Utara diperlihatkan oleh pasukan Ukraina yang mengoperasikan sistem roket multi-peluncuran Grad era Soviet di dekat kota timur Bakhmut yang hancur, tempat pertempuran brutal yang panjang, kata laporan itu.]Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu melakukan kunjungan langka ke Pyongyang minggu ini untuk merayakan peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Korea, kunjungan pertama pejabat tinggi pertahanan Moskow sejak pecahnya Uni Soviet pada 1991.
Selama kunjungan tersebut, Shoigu difoto melihat rudal balistik Korea Utara yang dilarang dengan pemimpin Kim Jong Un di sebuah pameran militer di Pyongyang, menandakan hubungan yang lebih dalam antara kedua negara saat mereka masing-masing berhadapan dengan Amerika Serikat.</content:encoded></item></channel></rss>
