<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Uno Kunjungi Pulau Penyengat, Tempat Awal Mula Bahasa Indonesia</title><description>Pulau Penyengat juga terkenal karena di pulau kecil inilah asal muasal Bahasa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/30/340/2854480/sandiaga-uno-kunjungi-pulau-penyengat-tempat-awal-mula-bahasa-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/30/340/2854480/sandiaga-uno-kunjungi-pulau-penyengat-tempat-awal-mula-bahasa-indonesia"/><item><title>Sandiaga Uno Kunjungi Pulau Penyengat, Tempat Awal Mula Bahasa Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/30/340/2854480/sandiaga-uno-kunjungi-pulau-penyengat-tempat-awal-mula-bahasa-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/30/340/2854480/sandiaga-uno-kunjungi-pulau-penyengat-tempat-awal-mula-bahasa-indonesia</guid><pubDate>Minggu 30 Juli 2023 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Humala Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/30/340/2854480/sandiaga-uno-kunjungi-pulau-penyengat-tempat-awal-mula-bahasa-indonesia-mVzT42bR1w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno di Pulau Penyengat (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/30/340/2854480/sandiaga-uno-kunjungi-pulau-penyengat-tempat-awal-mula-bahasa-indonesia-mVzT42bR1w.jpg</image><title>Sandiaga Uno di Pulau Penyengat (Foto : iNews)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMC8yMC8xNjg1MjcvNS94OG12ajRt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

TANJUNGPINANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (30/7/2023).

Pulau penyengat resmi dinobatkan sebagai salah satu dari 75 desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023.

Pulau tersebut menjadi satu satunya desa wisata di Kepulauan Riau yang berhasil mendapatkan predikat prestisius tersebut dari Kemenparekraf.


BACA JUGA:
Buka Peluang Usaha, Relawan Sandiaga Uno Ajarkan Warga Bikin Sabun Cuci Piring


Masuk sebagai 75 desa wisata terbaik, pulau penyengat mendapat apresiasi dari Menparekraf Sandiaga Uno dengan mengunjungi langsung Pulau Penyengat yang berada di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kunjungan Sandiaga disambut meriah dengan tarian sekapur sirih dan prosesi adat tepung tawar di balai adat pulau penyengat. Usai menjalani prosesi tepung tawar, Sandiaga Uno yang didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Tanjungpinang mendengarkan pemaparan tentang potensi dan keunggulan desa wisata Pulau Penyengat.

Dipaparkannya, Pulau Penyengat juga terkenal karena di pulau kecil inilah asal muasal Bahasa Indonesia. Pulau yang menjadi tempat bagi Raja Ali Haji menciptakan gubahan syair gurindam 12.


BACA JUGA:
Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Sandiaga Uno 92,7 Persen, Peringkat Pertama dari 33 Menteri


Bersama juri anugerah desa wisata indonesia juga menyempatkan mengunjungi stand umkm yang memamerkan berbagai produk sebagai penunjang desa wisata Pulau Penyengat.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga menyebut sudah sepatutnya pulau penyengat dijadikan sebagai desa wisata terbaik. Mengingat Pulau Penyengat adalah pusat kerajaan Riau-Lingga pada Abad ke-18.Selain itu Pulau Penyengat menjadi pusat perkembangan budaya melayu baik dalam khazanah ilmu keagamaan maupun kesusatraan.

Dari perkembangannya, Pulau Penyengat banyak dikunjungi wisata mancanegara seperti dari Malaysia, Singapura dan Brunei. Sandiaga juga mendukung ke depannya pulau itu untuk  menjadi pusat studi budaya Melayu Islam di dunia.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMC8yMC8xNjg1MjcvNS94OG12ajRt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

TANJUNGPINANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (30/7/2023).

Pulau penyengat resmi dinobatkan sebagai salah satu dari 75 desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023.

Pulau tersebut menjadi satu satunya desa wisata di Kepulauan Riau yang berhasil mendapatkan predikat prestisius tersebut dari Kemenparekraf.


BACA JUGA:
Buka Peluang Usaha, Relawan Sandiaga Uno Ajarkan Warga Bikin Sabun Cuci Piring


Masuk sebagai 75 desa wisata terbaik, pulau penyengat mendapat apresiasi dari Menparekraf Sandiaga Uno dengan mengunjungi langsung Pulau Penyengat yang berada di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kunjungan Sandiaga disambut meriah dengan tarian sekapur sirih dan prosesi adat tepung tawar di balai adat pulau penyengat. Usai menjalani prosesi tepung tawar, Sandiaga Uno yang didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Tanjungpinang mendengarkan pemaparan tentang potensi dan keunggulan desa wisata Pulau Penyengat.

Dipaparkannya, Pulau Penyengat juga terkenal karena di pulau kecil inilah asal muasal Bahasa Indonesia. Pulau yang menjadi tempat bagi Raja Ali Haji menciptakan gubahan syair gurindam 12.


BACA JUGA:
Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Sandiaga Uno 92,7 Persen, Peringkat Pertama dari 33 Menteri


Bersama juri anugerah desa wisata indonesia juga menyempatkan mengunjungi stand umkm yang memamerkan berbagai produk sebagai penunjang desa wisata Pulau Penyengat.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga menyebut sudah sepatutnya pulau penyengat dijadikan sebagai desa wisata terbaik. Mengingat Pulau Penyengat adalah pusat kerajaan Riau-Lingga pada Abad ke-18.Selain itu Pulau Penyengat menjadi pusat perkembangan budaya melayu baik dalam khazanah ilmu keagamaan maupun kesusatraan.

Dari perkembangannya, Pulau Penyengat banyak dikunjungi wisata mancanegara seperti dari Malaysia, Singapura dan Brunei. Sandiaga juga mendukung ke depannya pulau itu untuk  menjadi pusat studi budaya Melayu Islam di dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
