<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Jual Ginjal WNI Jadi Perhatian dan Masif Diberitakan di Kamboja</title><description>Pihaknya sudah berkoordinasi intens dengan pemerintah Kamboja dalam mengusut kasus tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854801/kasus-jual-ginjal-wni-jadi-perhatian-dan-masif-diberitakan-di-kamboja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854801/kasus-jual-ginjal-wni-jadi-perhatian-dan-masif-diberitakan-di-kamboja"/><item><title>Kasus Jual Ginjal WNI Jadi Perhatian dan Masif Diberitakan di Kamboja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854801/kasus-jual-ginjal-wni-jadi-perhatian-dan-masif-diberitakan-di-kamboja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854801/kasus-jual-ginjal-wni-jadi-perhatian-dan-masif-diberitakan-di-kamboja</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2854801/kasus-jual-ginjal-wni-jadi-perhatian-dan-masif-diberitakan-di-kamboja-9RWo1DpQfR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kombes Henki Haryadi/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2854801/kasus-jual-ginjal-wni-jadi-perhatian-dan-masif-diberitakan-di-kamboja-9RWo1DpQfR.jpg</image><title>Kombes Henki Haryadi/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOC8xLzE2ODQ4My81L3g4bXVqYXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus penjualan ginjal jaringan internasional Indonesia-Kamboja juga menjadi pemberitaan di masyarakat Kamboja.
&amp;ldquo;Ternyata memang pemberitaan ini masif di Kamboja, terkait dengan transnational organized crime ini ataupun perdagangan orang khusus dalam jual beli ginjal,&amp;rdquo; kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
 Polri Sebut Kamboja Telah Nyatakan Kasus Jual Beli Ginjal Langgar Hukum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ternyata di sana beritanya juga cukup kencang dan saat ini sudah menjadi perhatian,&amp;rdquo;tambah mantan Kapolres Jakarta Pusat tersebut.

BACA JUGA:
Diduga Terlibat Kasus Jual Beli Ginjal, Aipda M Segera Disidang Etik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hengki menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi intens dengan pemerintah Kamboja dalam mengusut kasus tersebut, bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

&amp;ldquo;Kami Intens berkomunikasi, berkoordinasi dengan Hubinter dan juga langsung ke atase pertahanan Kamboja,&amp;rdquo; kata Hengki.&amp;ldquo;Karena memang di sana kan belum ada atase kepolisian ya, ini sangat dibackup oleh atase pertahanan Kamboja, berkoordinasi intensif,&amp;rdquo; tutupnya.

Sekadar diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan 15 orang menjadi tersangka dalam kasus TPPO jual beli ginjal, yang melibatkan 4 orang oknum imigrasi berinisial AH, NWS, RAP, dan J, serta satu oknum anggota polisi berinisial Aipda M.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOC8xLzE2ODQ4My81L3g4bXVqYXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus penjualan ginjal jaringan internasional Indonesia-Kamboja juga menjadi pemberitaan di masyarakat Kamboja.
&amp;ldquo;Ternyata memang pemberitaan ini masif di Kamboja, terkait dengan transnational organized crime ini ataupun perdagangan orang khusus dalam jual beli ginjal,&amp;rdquo; kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
 Polri Sebut Kamboja Telah Nyatakan Kasus Jual Beli Ginjal Langgar Hukum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ternyata di sana beritanya juga cukup kencang dan saat ini sudah menjadi perhatian,&amp;rdquo;tambah mantan Kapolres Jakarta Pusat tersebut.

BACA JUGA:
Diduga Terlibat Kasus Jual Beli Ginjal, Aipda M Segera Disidang Etik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hengki menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi intens dengan pemerintah Kamboja dalam mengusut kasus tersebut, bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

&amp;ldquo;Kami Intens berkomunikasi, berkoordinasi dengan Hubinter dan juga langsung ke atase pertahanan Kamboja,&amp;rdquo; kata Hengki.&amp;ldquo;Karena memang di sana kan belum ada atase kepolisian ya, ini sangat dibackup oleh atase pertahanan Kamboja, berkoordinasi intensif,&amp;rdquo; tutupnya.

Sekadar diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan 15 orang menjadi tersangka dalam kasus TPPO jual beli ginjal, yang melibatkan 4 orang oknum imigrasi berinisial AH, NWS, RAP, dan J, serta satu oknum anggota polisi berinisial Aipda M.

</content:encoded></item></channel></rss>
