<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Orang Meninggal Akibat Kelaparan di Papua, BNPB: Dampak Fenomena El Nino</title><description>Suharyanto pun memastikan BNPB segera mengirimkan bantuan ke Papua Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854911/6-orang-meninggal-akibat-kelaparan-di-papua-bnpb-dampak-fenomena-el-nino</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854911/6-orang-meninggal-akibat-kelaparan-di-papua-bnpb-dampak-fenomena-el-nino"/><item><title>6 Orang Meninggal Akibat Kelaparan di Papua, BNPB: Dampak Fenomena El Nino</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854911/6-orang-meninggal-akibat-kelaparan-di-papua-bnpb-dampak-fenomena-el-nino</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854911/6-orang-meninggal-akibat-kelaparan-di-papua-bnpb-dampak-fenomena-el-nino</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2854911/6-orang-meninggal-akibat-kelaparan-di-papua-bnpb-dampak-fenomena-el-nino-uMqLA8iC2I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2854911/6-orang-meninggal-akibat-kelaparan-di-papua-bnpb-dampak-fenomena-el-nino-uMqLA8iC2I.jpg</image><title>Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS8xLzE2ODU0Ni81L3g4bXc4NWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan sebanyak 6 orang meninggal dunia akibat bencana kelaparan karena fenomena El Nino di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Suharyanto pun memastikan BNPB segera mengirimkan bantuan ke Papua Tengah. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk segera mengirimkan logistik untuk mencegah korban kelaparan semakin banyak.
&amp;ldquo;Saat ini kita berbicara dampak adanya El Nino tetapi ternyata di wilayah negara Indonesia contohnya di Papua ini, yang kita akan berangkat ke sana untuk memberikan bantuan,&amp;rdquo; kata Suharyanto dalam dialog FMB9, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
Menteri PUPR: Sodetan Kali Ciliwung Kurangi Area Banjir Jakarta 107 Ha

Suharyanto mengatakan kelaparan yang terjadi di Papua Tengah tersebut juga diakibatkan adanya perubahan iklim yang harus menjadi perhatian. &amp;ldquo;Di sana ada hujan es jadi tanaman-tanaman masyarakat jagung nih mati karena ada fenomena kedinginan yang luar biasa, sehingga ada beberapa ribu orang masyarakat Papua, letaknya di Papua Tengah ini yang mengalami kelaparan, sampai ada yang 6 orang meninggal.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Residivis Kambuhan Kembali Ditangkap Usai Edarkan Sabu 867 Gram

&amp;ldquo;Karena wilayah negara Indonesia ini sangat luas jadi masalah perubahan iklim ini harus menjadi perhatian kita bersama,&amp;rdquo; kata Suharyanto.Saat ini, kata Suharyanto, BNPB telah melakukan koordinasi dengan Kementerian lain untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Agustus dan September.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jika Lolos ke Liga Champions 2024-2025, Juventus Boleh Ambil Bagian?

&amp;ldquo;Terkait dengan kekeringan itu sendiri BNPB dengan beberapa Kementerian lain terkait termasuk ada Badan Pangan Nasional, BMKG, Kementerian Sosial, PUPR dan semua yang terlibat didalamnya ini sekarang fokus agar apabila nanti bulan Oktober dan September yang diperkirakan puncaknya El Nino ini masyarakat tidak mengalami dampak yang terlalu berat begitu,&amp;rdquo; kata Suharyanto.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hore! Semua Orang Bisa Dapat Subsidi Motor Listrik Rp7 Juta, 1 KTP 1 Motor

&amp;ldquo;Kita siapkan dalam rangka mengatasi mengatasi kekeringan. Jadi kami semua memberikan himbauan kepada daerah-daerah untuk memastikan ketersediaan air di wilayah-wilayah khususnya di daerah-daerah yang biasanya timbul kekeringan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS8xLzE2ODU0Ni81L3g4bXc4NWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan sebanyak 6 orang meninggal dunia akibat bencana kelaparan karena fenomena El Nino di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Suharyanto pun memastikan BNPB segera mengirimkan bantuan ke Papua Tengah. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk segera mengirimkan logistik untuk mencegah korban kelaparan semakin banyak.
&amp;ldquo;Saat ini kita berbicara dampak adanya El Nino tetapi ternyata di wilayah negara Indonesia contohnya di Papua ini, yang kita akan berangkat ke sana untuk memberikan bantuan,&amp;rdquo; kata Suharyanto dalam dialog FMB9, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
Menteri PUPR: Sodetan Kali Ciliwung Kurangi Area Banjir Jakarta 107 Ha

Suharyanto mengatakan kelaparan yang terjadi di Papua Tengah tersebut juga diakibatkan adanya perubahan iklim yang harus menjadi perhatian. &amp;ldquo;Di sana ada hujan es jadi tanaman-tanaman masyarakat jagung nih mati karena ada fenomena kedinginan yang luar biasa, sehingga ada beberapa ribu orang masyarakat Papua, letaknya di Papua Tengah ini yang mengalami kelaparan, sampai ada yang 6 orang meninggal.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Residivis Kambuhan Kembali Ditangkap Usai Edarkan Sabu 867 Gram

&amp;ldquo;Karena wilayah negara Indonesia ini sangat luas jadi masalah perubahan iklim ini harus menjadi perhatian kita bersama,&amp;rdquo; kata Suharyanto.Saat ini, kata Suharyanto, BNPB telah melakukan koordinasi dengan Kementerian lain untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Agustus dan September.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jika Lolos ke Liga Champions 2024-2025, Juventus Boleh Ambil Bagian?

&amp;ldquo;Terkait dengan kekeringan itu sendiri BNPB dengan beberapa Kementerian lain terkait termasuk ada Badan Pangan Nasional, BMKG, Kementerian Sosial, PUPR dan semua yang terlibat didalamnya ini sekarang fokus agar apabila nanti bulan Oktober dan September yang diperkirakan puncaknya El Nino ini masyarakat tidak mengalami dampak yang terlalu berat begitu,&amp;rdquo; kata Suharyanto.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hore! Semua Orang Bisa Dapat Subsidi Motor Listrik Rp7 Juta, 1 KTP 1 Motor

&amp;ldquo;Kita siapkan dalam rangka mengatasi mengatasi kekeringan. Jadi kami semua memberikan himbauan kepada daerah-daerah untuk memastikan ketersediaan air di wilayah-wilayah khususnya di daerah-daerah yang biasanya timbul kekeringan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
