<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Fenomena El Nino Bertahan sampai Desember 2023</title><description>Puncak El Nino yang menyebabkan kekeringan akan terjadi pada bulan Agustus, September, dan Oktober.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854935/bmkg-fenomena-el-nino-bertahan-sampai-desember-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854935/bmkg-fenomena-el-nino-bertahan-sampai-desember-2023"/><item><title>BMKG: Fenomena El Nino Bertahan sampai Desember 2023</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854935/bmkg-fenomena-el-nino-bertahan-sampai-desember-2023</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/31/337/2854935/bmkg-fenomena-el-nino-bertahan-sampai-desember-2023</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2854935/bmkg-fenomena-el-nino-bertahan-sampai-desember-2023-KXXrPFm1MG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2854935/bmkg-fenomena-el-nino-bertahan-sampai-desember-2023-KXXrPFm1MG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS8xLzE2ODU0OS81L3g4bXdiYjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena El Nino masih akan bertahan hingga akhir tahun 2023. Sementara puncak El Nino yang menyebabkan kekeringan akan terjadi pada bulan Agustus, September, dan Oktober.
&amp;ldquo;Jadi kalau ditanya sampai kapannya? El Nino sendiri memang masih akan bertahan sampai dengan akhir tahun sampai Desember, tapi dampaknya seiring dengan datangnya musim penghujan dampaknya itu akan semakin berkurang karena di November sudah mulai ada hujan,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab dalam dialog FMB9, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
Update Daftar Laba Bank Bank BUMN hingga Swasta di Semester I-2023, Siapa Paling Besar?

Lebih lanjut, Fachri mengatakan bahwa puncak dari fenomena El Nino yang membawa kekeringan akan terjadi pada bulan Agustus, September. Sementara itu, bulan Oktober sudah mulai ada hujan di sebagian wilayah Indonesia khususnya di Sumatera.

BACA JUGA:
Update Kepulangan Haji 2023, Sebanyak 187.057 Jamaah Tiba di Tanah Air

&amp;ldquo;Jadi mungkin kewaspadaan kita puncaknya adalah di Agustus, September ini, Oktober sebagian wilayah Indonesia sudah mulai ada hujan seperti di Sumatera itu ya sudah mulai hujan, tapi Bali, NTB, NTT, Jawa terutama Jawa bagian timur itu masih kemarau, kemarau,&amp;rdquo; kata Fachri.Oleh karena itu, Fachri meminta agar masyarakat tetap waspada potensi kekeringan akibat fenomena El Nino hingga bulan Oktober. Diperkirakan bulan November sudah mulai masih musim penghujan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral! Produk Wine Klaim Kantongi Sertifikat Halal, Ini Fakta Terbarunya

&amp;ldquo;Jadi kewaspadaan masih tetap harus kita jaga dalam konteks kekeringan ya, karena kekeringan itu sampai setidaknya Oktober gitu kan. Nah ketika mulai masuk November mulai ada masuk lagi hujan gitu kan. Dan nanti ceritanya beda lagi gitu kan kalau sudah masuk musim hujan antisipasi ataupun dampak yang akan terjadi pasti beda lagi,&amp;rdquo; paparnya.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS8xLzE2ODU0OS81L3g4bXdiYjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena El Nino masih akan bertahan hingga akhir tahun 2023. Sementara puncak El Nino yang menyebabkan kekeringan akan terjadi pada bulan Agustus, September, dan Oktober.
&amp;ldquo;Jadi kalau ditanya sampai kapannya? El Nino sendiri memang masih akan bertahan sampai dengan akhir tahun sampai Desember, tapi dampaknya seiring dengan datangnya musim penghujan dampaknya itu akan semakin berkurang karena di November sudah mulai ada hujan,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab dalam dialog FMB9, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
Update Daftar Laba Bank Bank BUMN hingga Swasta di Semester I-2023, Siapa Paling Besar?

Lebih lanjut, Fachri mengatakan bahwa puncak dari fenomena El Nino yang membawa kekeringan akan terjadi pada bulan Agustus, September. Sementara itu, bulan Oktober sudah mulai ada hujan di sebagian wilayah Indonesia khususnya di Sumatera.

BACA JUGA:
Update Kepulangan Haji 2023, Sebanyak 187.057 Jamaah Tiba di Tanah Air

&amp;ldquo;Jadi mungkin kewaspadaan kita puncaknya adalah di Agustus, September ini, Oktober sebagian wilayah Indonesia sudah mulai ada hujan seperti di Sumatera itu ya sudah mulai hujan, tapi Bali, NTB, NTT, Jawa terutama Jawa bagian timur itu masih kemarau, kemarau,&amp;rdquo; kata Fachri.Oleh karena itu, Fachri meminta agar masyarakat tetap waspada potensi kekeringan akibat fenomena El Nino hingga bulan Oktober. Diperkirakan bulan November sudah mulai masih musim penghujan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral! Produk Wine Klaim Kantongi Sertifikat Halal, Ini Fakta Terbarunya

&amp;ldquo;Jadi kewaspadaan masih tetap harus kita jaga dalam konteks kekeringan ya, karena kekeringan itu sampai setidaknya Oktober gitu kan. Nah ketika mulai masuk November mulai ada masuk lagi hujan gitu kan. Dan nanti ceritanya beda lagi gitu kan kalau sudah masuk musim hujan antisipasi ataupun dampak yang akan terjadi pasti beda lagi,&amp;rdquo; paparnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
