<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Larangan Pakai Baju Merah dan Hijai di Pantai Watu Ulo, Dipercaya Terkait dengan Legenda Nyi Roro Kidul</title><description>Larangan tersebut dipercaya secara turun temurun dan berkaitan dengan cerita legenda Nyi Roro Kidul.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855109/kisah-larangan-pakai-baju-merah-dan-hijai-di-pantai-watu-ulo-dipercaya-terkait-dengan-legenda-nyi-roro-kidul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855109/kisah-larangan-pakai-baju-merah-dan-hijai-di-pantai-watu-ulo-dipercaya-terkait-dengan-legenda-nyi-roro-kidul"/><item><title>Kisah Larangan Pakai Baju Merah dan Hijai di Pantai Watu Ulo, Dipercaya Terkait dengan Legenda Nyi Roro Kidul</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855109/kisah-larangan-pakai-baju-merah-dan-hijai-di-pantai-watu-ulo-dipercaya-terkait-dengan-legenda-nyi-roro-kidul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855109/kisah-larangan-pakai-baju-merah-dan-hijai-di-pantai-watu-ulo-dipercaya-terkait-dengan-legenda-nyi-roro-kidul</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2855109/kisah-larangan-pakai-baju-merah-dan-hijai-di-pantai-watu-ulo-dipercaya-terkait-dengan-legenda-nyi-roro-kidul-PhGWSZID9C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pantai Watu Ulo (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2855109/kisah-larangan-pakai-baju-merah-dan-hijai-di-pantai-watu-ulo-dipercaya-terkait-dengan-legenda-nyi-roro-kidul-PhGWSZID9C.jpg</image><title>Pantai Watu Ulo (Foto: Instagram)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Warga sekitar percaya tentang larangan mengenakan baju hijau dan merah di Pantai Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Larangan tersebut dipercaya secara turun temurun dan berkaitan dengan cerita legenda Nyi Roro Kidul.
Pantai yang menjadi salah satu objek wisata terpopuler ini tak hanya  menyajikan keindahan alamnya, tapi pantai ini juga menyimpan mitos dan cerita mistis.

BACA JUGA:
Misteri Pantai Watu Ulo dan Legenda Ular Raksasa yang Tak Pernah Terlekang Zaman

Disebut Watu Ulo karena terdapat sebuah batu panjang berbentuk seperti ular yang menjorok dari pantai hingga laut.


BACA JUGA:
Berawal dari Kisah Naga Raksasa, Begini Asal-usul Nama Pantai Watu Ulo

Alkisah, legenda Watu Ulo bermula dari potongan tubuh ular raksasa yang dibelah oleh Raden Mursodo. Saking besarnya, tiga bagian ular raksasa ini terpencar dan yang berada di Pantai Watu Ulo merupakan bagian badannya.

Dalam versi lain, Watu Ulo ini merupakan perwujudan dari seekor naga yang sedang bersemedi. Kisah Watu Ulo ini bahkan termaktub dalam buku &amp;lsquo;Mitos dalam Tradisi Lisan Indonesia&amp;rsquo;, karya Dr. Sukatman M.Pd.




Sebagaimana mitos pantai di wilayah selatan Jawa pada umumnya, wisatawan di Pantai Watu Ulo juga tidak diperkenankan untuk mengenakan pakaian berwarna hijau dan merah.

Larangan ini sejatinya tidak terlepas dari banyaknya kecelakaan yang terjadi di pantai tersebut dan dikaitkan dengan legenda Nyi Roro Kidul.



Dalam mitos tersebut Nyi Roro Kidul dikenal sangat menyukai warna hijau. Saat seseorang memakai warna hijau di pantai, dirinya akan ditelan ombak untuk dibawa ke Kerajaan Pantai Selatan agar dijadikan prajurit atau pembantu.

Sedangkan warna merah direpresentasikan dengan darah dan darah adalah makanan. Artinya jika seseorang memakai warna merah di Pantai Watu Ulo, maka dia akan menjadi tumbal Nyi Roro Kidul.



Ternyata tidak diperkenankannya wisatawan menggunakan pakaian berwarna hijau dan merah bukan sebuah mitos belaka. Melainkan ada penjelasan ilmiah tentang hal ini.





Anjuran tidak mengenakan pakaian berwarna hijau dan merah di pantai berkaitan dengan faktor keamanan. Hal ini berlaku saat seseorang tanpa sengaja terseret oleh ombak atau tenggelam di laut.



Pakaian berwarna hijau dan merah akan terlihat menyatu dengan warna air laut. Hal ini akan membuat petugas maupun tim penolong akan kesulitan untuk mencari maupun mengevakuasi jasad korban.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Warga sekitar percaya tentang larangan mengenakan baju hijau dan merah di Pantai Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Larangan tersebut dipercaya secara turun temurun dan berkaitan dengan cerita legenda Nyi Roro Kidul.
Pantai yang menjadi salah satu objek wisata terpopuler ini tak hanya  menyajikan keindahan alamnya, tapi pantai ini juga menyimpan mitos dan cerita mistis.

BACA JUGA:
Misteri Pantai Watu Ulo dan Legenda Ular Raksasa yang Tak Pernah Terlekang Zaman

Disebut Watu Ulo karena terdapat sebuah batu panjang berbentuk seperti ular yang menjorok dari pantai hingga laut.


BACA JUGA:
Berawal dari Kisah Naga Raksasa, Begini Asal-usul Nama Pantai Watu Ulo

Alkisah, legenda Watu Ulo bermula dari potongan tubuh ular raksasa yang dibelah oleh Raden Mursodo. Saking besarnya, tiga bagian ular raksasa ini terpencar dan yang berada di Pantai Watu Ulo merupakan bagian badannya.

Dalam versi lain, Watu Ulo ini merupakan perwujudan dari seekor naga yang sedang bersemedi. Kisah Watu Ulo ini bahkan termaktub dalam buku &amp;lsquo;Mitos dalam Tradisi Lisan Indonesia&amp;rsquo;, karya Dr. Sukatman M.Pd.




Sebagaimana mitos pantai di wilayah selatan Jawa pada umumnya, wisatawan di Pantai Watu Ulo juga tidak diperkenankan untuk mengenakan pakaian berwarna hijau dan merah.

Larangan ini sejatinya tidak terlepas dari banyaknya kecelakaan yang terjadi di pantai tersebut dan dikaitkan dengan legenda Nyi Roro Kidul.



Dalam mitos tersebut Nyi Roro Kidul dikenal sangat menyukai warna hijau. Saat seseorang memakai warna hijau di pantai, dirinya akan ditelan ombak untuk dibawa ke Kerajaan Pantai Selatan agar dijadikan prajurit atau pembantu.

Sedangkan warna merah direpresentasikan dengan darah dan darah adalah makanan. Artinya jika seseorang memakai warna merah di Pantai Watu Ulo, maka dia akan menjadi tumbal Nyi Roro Kidul.



Ternyata tidak diperkenankannya wisatawan menggunakan pakaian berwarna hijau dan merah bukan sebuah mitos belaka. Melainkan ada penjelasan ilmiah tentang hal ini.





Anjuran tidak mengenakan pakaian berwarna hijau dan merah di pantai berkaitan dengan faktor keamanan. Hal ini berlaku saat seseorang tanpa sengaja terseret oleh ombak atau tenggelam di laut.



Pakaian berwarna hijau dan merah akan terlihat menyatu dengan warna air laut. Hal ini akan membuat petugas maupun tim penolong akan kesulitan untuk mencari maupun mengevakuasi jasad korban.

</content:encoded></item></channel></rss>
