<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menyelami Arti Kemerdekaan Lewat Sejarah, Persatuan Indonesia Jadi Hal Penting</title><description>Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan kemerdekaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855190/menyelami-arti-kemerdekaan-lewat-sejarah-persatuan-indonesia-jadi-hal-penting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855190/menyelami-arti-kemerdekaan-lewat-sejarah-persatuan-indonesia-jadi-hal-penting"/><item><title>Menyelami Arti Kemerdekaan Lewat Sejarah, Persatuan Indonesia Jadi Hal Penting</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855190/menyelami-arti-kemerdekaan-lewat-sejarah-persatuan-indonesia-jadi-hal-penting</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855190/menyelami-arti-kemerdekaan-lewat-sejarah-persatuan-indonesia-jadi-hal-penting</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Diana Aslamiyyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2855190/menyelami-arti-kemerdekaan-lewat-sejarah-persatuan-indonesia-jadi-hal-penting-ii8CCSNqaf.jfif" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2855190/menyelami-arti-kemerdekaan-lewat-sejarah-persatuan-indonesia-jadi-hal-penting-ii8CCSNqaf.jfif</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan kemerdekaan. Tak hanya berjuang dalam mengusir penjajah yang pada saat itu menduduki Indonesia saja, tetapi juga berjuang menyatukan seluruh masyarakat Indonesia.
Pada masa penjajahan Belanda, gejolak perlawanan telah muncul diberbagai daerah. Gejolak perlawanan inilah yang kemudian melahirkan banyak tokoh-tokoh besar.
Segala macam upaya dikerahkan, tetapi pada akhirnya hanya sedikit yang dapat meraih keberhasilan. Sehingga kolonialisme Belanda masih terus berlanjut.

BACA JUGA:
Perang Salib Terjadi Berapa Kali dan Siapa yang Menang? Cek Sejarahnya

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya persatuan dan rasa nasionalisme. Tokoh-tokoh besar tadi berjuang memukul mundur para penjajah untuk wilayahnya masing-masing, atau dapat dikatakan sebagai perjuangan yang bersifat kedaerahan.
Selain itu, rakyat Nusantara belum memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Mereka belum bersatu dalam satu tubuh bernama Indonesia.Maka persatuan dan kesatuan dalam perjuangan meraih kemerdekaan menjadi suatu hal yang penting. Sebab dengan adanya persatuan, rakyat Nusantara dapat mengumpulkan kekuatan yang lebih besar untuk melawan penjajah melalui rasa solidaritas yang kuat. Selain itu, persatuan dan kesatuan ini juga dapat menambah semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Perjuangan kemerdekaan Indonesia itu kemudian menjadi sebuah sejarah yang harus terus diingat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang sebuah pesan yang disampaikan oleh Bung Karno, yakni jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Pesannya ini bukan hanya untaian kata semata, melainkan juga syarat akan makna.
Anggota Komite Repatriasi Benda Sejarah dan Budaya Indonesia, Dr. Sri Margana, M.Phil, mengatakan bahwa pesan Bung Karno ini tentu saja sangat berkesan sebab sejarah itulah yang menjadikan masyarakat Indonesia satu bangsa.

BACA JUGA:
Perjalanan Panjang Menemukan Keris Naga Siluman Milik Pangeran Diponegoro

Menurut dia, pesan ini dapat menjadi semacam kekuatan atau fondasi yang sangat penting untuk memahami mengapa sekarang ini Indonesia menjadi satu bangsa.
Dengan melupakan sejarah berarti masyarakat Indonesia melupakan tekad kuat yang muncul di masa lalu untuk menjadi satu bangsa. Hal ini juga dapat menyebabkan perpecahan, sebab sebagaimana yang diketahui bahwa Indonesia merupakan bangsa yang dibangun diatas banyaknya perbedaan pada masyarakat.
&amp;ldquo;Jadi itu kita harus selalu mengingat atau tidak boleh meninggalkan sejarah, demi untuk memperkuat atau mempertahankan persatuan dan kesatuan, keutuhan sebagai suatu nation state,&amp;rdquo; Ujar Margana, dalam Special Dialogue Okezone, pada Selasa(1/8/2023).</description><content:encoded>JAKARTA - Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan kemerdekaan. Tak hanya berjuang dalam mengusir penjajah yang pada saat itu menduduki Indonesia saja, tetapi juga berjuang menyatukan seluruh masyarakat Indonesia.
Pada masa penjajahan Belanda, gejolak perlawanan telah muncul diberbagai daerah. Gejolak perlawanan inilah yang kemudian melahirkan banyak tokoh-tokoh besar.
Segala macam upaya dikerahkan, tetapi pada akhirnya hanya sedikit yang dapat meraih keberhasilan. Sehingga kolonialisme Belanda masih terus berlanjut.

BACA JUGA:
Perang Salib Terjadi Berapa Kali dan Siapa yang Menang? Cek Sejarahnya

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya persatuan dan rasa nasionalisme. Tokoh-tokoh besar tadi berjuang memukul mundur para penjajah untuk wilayahnya masing-masing, atau dapat dikatakan sebagai perjuangan yang bersifat kedaerahan.
Selain itu, rakyat Nusantara belum memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Mereka belum bersatu dalam satu tubuh bernama Indonesia.Maka persatuan dan kesatuan dalam perjuangan meraih kemerdekaan menjadi suatu hal yang penting. Sebab dengan adanya persatuan, rakyat Nusantara dapat mengumpulkan kekuatan yang lebih besar untuk melawan penjajah melalui rasa solidaritas yang kuat. Selain itu, persatuan dan kesatuan ini juga dapat menambah semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Perjuangan kemerdekaan Indonesia itu kemudian menjadi sebuah sejarah yang harus terus diingat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang sebuah pesan yang disampaikan oleh Bung Karno, yakni jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Pesannya ini bukan hanya untaian kata semata, melainkan juga syarat akan makna.
Anggota Komite Repatriasi Benda Sejarah dan Budaya Indonesia, Dr. Sri Margana, M.Phil, mengatakan bahwa pesan Bung Karno ini tentu saja sangat berkesan sebab sejarah itulah yang menjadikan masyarakat Indonesia satu bangsa.

BACA JUGA:
Perjalanan Panjang Menemukan Keris Naga Siluman Milik Pangeran Diponegoro

Menurut dia, pesan ini dapat menjadi semacam kekuatan atau fondasi yang sangat penting untuk memahami mengapa sekarang ini Indonesia menjadi satu bangsa.
Dengan melupakan sejarah berarti masyarakat Indonesia melupakan tekad kuat yang muncul di masa lalu untuk menjadi satu bangsa. Hal ini juga dapat menyebabkan perpecahan, sebab sebagaimana yang diketahui bahwa Indonesia merupakan bangsa yang dibangun diatas banyaknya perbedaan pada masyarakat.
&amp;ldquo;Jadi itu kita harus selalu mengingat atau tidak boleh meninggalkan sejarah, demi untuk memperkuat atau mempertahankan persatuan dan kesatuan, keutuhan sebagai suatu nation state,&amp;rdquo; Ujar Margana, dalam Special Dialogue Okezone, pada Selasa(1/8/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
