<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Panjang Pengembalian Barang Bersejarah Hasil Jarahan Belanda ke Indonesia</title><description>Pemerintah Belanda mengembalikan sekitar 472 barang bersejarah yang pernah dijarah dari Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855198/perjalanan-panjang-pengembalian-barang-bersejarah-hasil-jarahan-belanda-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855198/perjalanan-panjang-pengembalian-barang-bersejarah-hasil-jarahan-belanda-ke-indonesia"/><item><title>Perjalanan Panjang Pengembalian Barang Bersejarah Hasil Jarahan Belanda ke Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855198/perjalanan-panjang-pengembalian-barang-bersejarah-hasil-jarahan-belanda-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855198/perjalanan-panjang-pengembalian-barang-bersejarah-hasil-jarahan-belanda-ke-indonesia</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Raniah Tamarisha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2855198/perjalanan-panjang-pengembalian-barang-bersejarah-hasil-jarahan-belanda-ke-indonesia-yBYx0I1fgI.jfif" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/337/2855198/perjalanan-panjang-pengembalian-barang-bersejarah-hasil-jarahan-belanda-ke-indonesia-yBYx0I1fgI.jfif</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Belanda mengembalikan sekitar 472 barang bersejarah yang pernah dijarah dari Indonesia. Keputusan ini dibuat oleh Sekretaris Negara untuk Kebudayaan dan Media Belanda Gunay Uslu atas rekomendasi Komite Penasihat Pengembalian Benda Budaya dari Konteks Kolonial yang dikepalai Lilian Goncalves-Ho Kang You.
Sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Sri Margana, M.Phil mengungkapkan sejak masa Soekarno pada saat KMB, Mohamad Yamin pernah meminta benda-benda Indonesia yang pernah dirampas oleh Belanda untuk dikembalikan kepada Indonesia.

BACA JUGA:
Mengapa Manusia Jawa Belum Bisa Pulang ke Indonesia dari Belanda?

Namun hal ini tidak ditanggapi oleh pemerintah Belanda. Kemudian pada tahun 1975 saat masa pemerintahan Soeharto dibuatlah sebuah perjanjian mengenai pengembalian benda-benda sejarah Indonesia yang dirampas dan disimpan oleh Belanda.
&amp;ldquo;Nah waktu itu inisiasi pertama yang dikembalikan yaitu patung prajnaparamitha yang berasal dari Singosari kalau tidak salah, itu pada tahun 75. Nah itu sebagai yang pertama yang dikembalikan ke Indonesia pada masa itu,&amp;rdquo; ucap Margana, dalam Special Dialogue Okezone, Rabu (2/8/2023).Setelah barang pertama dikembalikan, pemerintah Indonesia juga mengajukan ratusan artefak untuk dikembalikan. Kemudian secara bertahap benda bersejarah lainnya dikembalikan seperti pelana kuda Pangeran Diponegoro dan naskah negarakertagama yang diambil dari lombok pada masa itu.
&amp;ldquo;Kemudian disusul dengan tongkatnya Pangeran Diponegoro. Kemudian yang sebelumnya ada keris Pangeran Diponegoro yang Kyai Nogo Siluman itu, kemudian ada ratusan atau ribuan mungkin benda koleksi museum Delft di Belanda telah dikembalikan ke Indonesia walaupun proses nya rumit sekali,&amp;rdquo; katanya.
Terdapat jarak waktu yang jauh dari dikembalikannya benda sejarah sejak permintaan pertama yaitu pada tahun 1949 yang kemudian direalisasikan pada tahun 1975. Benda-benda sejarah tersebut terakhir dikembalikan pada tahun 2021 lalu.
&amp;ldquo;Jadi sebetulnya permintaan itu sudah lama, perjanjian dari tahun 75 yang sudah disepakati itu belum semua dikembalikan dan belum direalisasikan. Hal ini dikarenakan pemerintah Belanda bersikukuh dan benda-benda itu berada di museum-museum yang berbeda dan setiap museum punya kebijakan sendiri,&amp;rdquo; ucapnya.
Margana mengatakan masih ada sekitar 140 ribuan barang yang belum dikembalikan oleh Belanda. Benda tersebut merupakan benda-benda kecil seperti gelang, keris, dan macam-macam perhiasan yang berukuran kecil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Belanda mengembalikan sekitar 472 barang bersejarah yang pernah dijarah dari Indonesia. Keputusan ini dibuat oleh Sekretaris Negara untuk Kebudayaan dan Media Belanda Gunay Uslu atas rekomendasi Komite Penasihat Pengembalian Benda Budaya dari Konteks Kolonial yang dikepalai Lilian Goncalves-Ho Kang You.
Sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Sri Margana, M.Phil mengungkapkan sejak masa Soekarno pada saat KMB, Mohamad Yamin pernah meminta benda-benda Indonesia yang pernah dirampas oleh Belanda untuk dikembalikan kepada Indonesia.

BACA JUGA:
Mengapa Manusia Jawa Belum Bisa Pulang ke Indonesia dari Belanda?

Namun hal ini tidak ditanggapi oleh pemerintah Belanda. Kemudian pada tahun 1975 saat masa pemerintahan Soeharto dibuatlah sebuah perjanjian mengenai pengembalian benda-benda sejarah Indonesia yang dirampas dan disimpan oleh Belanda.
&amp;ldquo;Nah waktu itu inisiasi pertama yang dikembalikan yaitu patung prajnaparamitha yang berasal dari Singosari kalau tidak salah, itu pada tahun 75. Nah itu sebagai yang pertama yang dikembalikan ke Indonesia pada masa itu,&amp;rdquo; ucap Margana, dalam Special Dialogue Okezone, Rabu (2/8/2023).Setelah barang pertama dikembalikan, pemerintah Indonesia juga mengajukan ratusan artefak untuk dikembalikan. Kemudian secara bertahap benda bersejarah lainnya dikembalikan seperti pelana kuda Pangeran Diponegoro dan naskah negarakertagama yang diambil dari lombok pada masa itu.
&amp;ldquo;Kemudian disusul dengan tongkatnya Pangeran Diponegoro. Kemudian yang sebelumnya ada keris Pangeran Diponegoro yang Kyai Nogo Siluman itu, kemudian ada ratusan atau ribuan mungkin benda koleksi museum Delft di Belanda telah dikembalikan ke Indonesia walaupun proses nya rumit sekali,&amp;rdquo; katanya.
Terdapat jarak waktu yang jauh dari dikembalikannya benda sejarah sejak permintaan pertama yaitu pada tahun 1949 yang kemudian direalisasikan pada tahun 1975. Benda-benda sejarah tersebut terakhir dikembalikan pada tahun 2021 lalu.
&amp;ldquo;Jadi sebetulnya permintaan itu sudah lama, perjanjian dari tahun 75 yang sudah disepakati itu belum semua dikembalikan dan belum direalisasikan. Hal ini dikarenakan pemerintah Belanda bersikukuh dan benda-benda itu berada di museum-museum yang berbeda dan setiap museum punya kebijakan sendiri,&amp;rdquo; ucapnya.
Margana mengatakan masih ada sekitar 140 ribuan barang yang belum dikembalikan oleh Belanda. Benda tersebut merupakan benda-benda kecil seperti gelang, keris, dan macam-macam perhiasan yang berukuran kecil.</content:encoded></item></channel></rss>
