<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lahirkan 2 Putri Cantik dari Penguasa Majapahit, Gayatri Diselimuti Kekhawatiran</title><description>Lahirkan 2 Putri Cantik dari Penguasa Majapahit, Gayatri Diselimuti Kekhawatiran
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855227/lahirkan-2-putri-cantik-dari-penguasa-majapahit-gayatri-diselimuti-kekhawatiran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855227/lahirkan-2-putri-cantik-dari-penguasa-majapahit-gayatri-diselimuti-kekhawatiran"/><item><title>Lahirkan 2 Putri Cantik dari Penguasa Majapahit, Gayatri Diselimuti Kekhawatiran</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855227/lahirkan-2-putri-cantik-dari-penguasa-majapahit-gayatri-diselimuti-kekhawatiran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855227/lahirkan-2-putri-cantik-dari-penguasa-majapahit-gayatri-diselimuti-kekhawatiran</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 05:25 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/337/2855227/lahirkan-2-putri-cantik-dari-penguasa-majapahit-gayatri-diselimuti-kekhawatiran-ABOo6Vd5d4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gayatri Rajapatni. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/337/2855227/lahirkan-2-putri-cantik-dari-penguasa-majapahit-gayatri-diselimuti-kekhawatiran-ABOo6Vd5d4.jpg</image><title>Gayatri Rajapatni. (Ist)</title></images><description>




PERNIKAHAN Raden Wijaya penguasa Kerajaan Majapahit dengan Gayatri menghasilkan dua putri cantik. Dua putri cantik itu bernama Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat atau Rajadewi Maharajasa. Keduanya mewarisi tahta Kerajaan Majapahit. Di masa Tribhuwana Wijayatunggadewi Kerajaan Majapahit mulai merintis kejayaannya.

Sosok kedua putri Gayatri adalah anak yang cerdas, periang, sehat, dan punya bakat menjadi cantik namun tidak egois. Mungkin kesempurnaan itulah yang membuat Raden Wijaya tidak pernah mengeluh soal ketiadaan anak laki-laki yang lahir dari rahim Gayatri.

Padahal secara hak pewaris tahta anak laki-laki lebih tinggi, daripada putranya yang lahir dari sang Putri Melayu yang tak pernah diakuinya sebagai ratu. Namun, ada dua topik sensitif yang enggan ia bahas bersama Gayatri, yaitu mengenai anak laki-laki dan pewaris tahta yang sah, serta ibu dari anak laki-laki itu, yaitu putri Dara Petak, yang tak dikenal orang.

Waktu sang putra lahir, dengan berat hati Raden Wijaya menasbihkannya sebagai pangeran-mungkin sekadar untuk menegaskan ada garis penerus yang jelas, sekalipun ia hanya mengakui empat ratu dan mereka semua adalah putri Kertanagara. Di sisi lain, ibu dari putra semata wayangnya itu hanya diakui sebagai istri, bukan ratu istana.





BACA JUGA:
Kisah Raja Majapahit Nikahi Gayatri, Wanita Muda Berparas Cantik yang Jadi Istri Ketiganya








Mencium gelagat bahwa Gayatri akan gusar terhadap pengakuan status si anak lelaki sebagai &quot;setengah-putra mahkota&quot;, Raden Wijaya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan siapa saja anggota keluarganya yang sah. Prasasti Pananggungan (1305) layak dinantikan karena di sinilah termuat pengumuman istana yang paling menyentuh. Setelah menjabarkan keunggulan tiga ratu pertama, prasasti tersebut menyatakan

Tradisi Jawa bahwa putra sulung penguasa mewarisi kerajaan ayahnya tentunya tak bisa diganggu-gugat. Namun, beberapa kali Gayatri menanyai Wijaya tentang bagaimana ia memandang masa depan kedua putrinya kelak, ketika putranya mewarisi tahta. Seperti biasa, Raden Wijaya meredam ketegangan dengan menggoda istrinya.



&quot;Aku tak pernah khawatir akan nasib putri kita,&quot; ujar Raden Wijaya.

&quot;Mereka mewarisi rupaku yang tampan dan kecerdasanmu, dan karena itu mereka akan menikah dengan para pangeran Jawa yang paling sempurna dan memerintah kerajaan melalui tangan suami, persis seperti yang dilakukan sang ibunda!&quot;






BACA JUGA:
 Kala Raden Wijaya Diskusi dengan Gayatri Soal Masa Depan Majapahit&amp;nbsp; &amp;nbsp;










Mustahil mendebat Wijaya ketika ia bercanda seperti itu. Gayatri tetap khawatir akan permasalahan suksesi karena ia tidak mempercayai kemampuan putra sulung Wijaya untuk memerintah negeri dengan baik.



</description><content:encoded>




PERNIKAHAN Raden Wijaya penguasa Kerajaan Majapahit dengan Gayatri menghasilkan dua putri cantik. Dua putri cantik itu bernama Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat atau Rajadewi Maharajasa. Keduanya mewarisi tahta Kerajaan Majapahit. Di masa Tribhuwana Wijayatunggadewi Kerajaan Majapahit mulai merintis kejayaannya.

Sosok kedua putri Gayatri adalah anak yang cerdas, periang, sehat, dan punya bakat menjadi cantik namun tidak egois. Mungkin kesempurnaan itulah yang membuat Raden Wijaya tidak pernah mengeluh soal ketiadaan anak laki-laki yang lahir dari rahim Gayatri.

Padahal secara hak pewaris tahta anak laki-laki lebih tinggi, daripada putranya yang lahir dari sang Putri Melayu yang tak pernah diakuinya sebagai ratu. Namun, ada dua topik sensitif yang enggan ia bahas bersama Gayatri, yaitu mengenai anak laki-laki dan pewaris tahta yang sah, serta ibu dari anak laki-laki itu, yaitu putri Dara Petak, yang tak dikenal orang.

Waktu sang putra lahir, dengan berat hati Raden Wijaya menasbihkannya sebagai pangeran-mungkin sekadar untuk menegaskan ada garis penerus yang jelas, sekalipun ia hanya mengakui empat ratu dan mereka semua adalah putri Kertanagara. Di sisi lain, ibu dari putra semata wayangnya itu hanya diakui sebagai istri, bukan ratu istana.





BACA JUGA:
Kisah Raja Majapahit Nikahi Gayatri, Wanita Muda Berparas Cantik yang Jadi Istri Ketiganya








Mencium gelagat bahwa Gayatri akan gusar terhadap pengakuan status si anak lelaki sebagai &quot;setengah-putra mahkota&quot;, Raden Wijaya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan siapa saja anggota keluarganya yang sah. Prasasti Pananggungan (1305) layak dinantikan karena di sinilah termuat pengumuman istana yang paling menyentuh. Setelah menjabarkan keunggulan tiga ratu pertama, prasasti tersebut menyatakan

Tradisi Jawa bahwa putra sulung penguasa mewarisi kerajaan ayahnya tentunya tak bisa diganggu-gugat. Namun, beberapa kali Gayatri menanyai Wijaya tentang bagaimana ia memandang masa depan kedua putrinya kelak, ketika putranya mewarisi tahta. Seperti biasa, Raden Wijaya meredam ketegangan dengan menggoda istrinya.



&quot;Aku tak pernah khawatir akan nasib putri kita,&quot; ujar Raden Wijaya.

&quot;Mereka mewarisi rupaku yang tampan dan kecerdasanmu, dan karena itu mereka akan menikah dengan para pangeran Jawa yang paling sempurna dan memerintah kerajaan melalui tangan suami, persis seperti yang dilakukan sang ibunda!&quot;






BACA JUGA:
 Kala Raden Wijaya Diskusi dengan Gayatri Soal Masa Depan Majapahit&amp;nbsp; &amp;nbsp;










Mustahil mendebat Wijaya ketika ia bercanda seperti itu. Gayatri tetap khawatir akan permasalahan suksesi karena ia tidak mempercayai kemampuan putra sulung Wijaya untuk memerintah negeri dengan baik.



</content:encoded></item></channel></rss>
