<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polemik Ponpes Al Zaytun, Nabil Haroen: Pemerintah Harus Jamin Hak Santri Dapat Pendidikan</title><description>&quot;Kasus Al Zaytun, yang kembali menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir, penting untuk dikaji bersama,&quot; kata dia</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855358/polemik-ponpes-al-zaytun-nabil-haroen-pemerintah-harus-jamin-hak-santri-dapat-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855358/polemik-ponpes-al-zaytun-nabil-haroen-pemerintah-harus-jamin-hak-santri-dapat-pendidikan"/><item><title> Polemik Ponpes Al Zaytun, Nabil Haroen: Pemerintah Harus Jamin Hak Santri Dapat Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855358/polemik-ponpes-al-zaytun-nabil-haroen-pemerintah-harus-jamin-hak-santri-dapat-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/01/337/2855358/polemik-ponpes-al-zaytun-nabil-haroen-pemerintah-harus-jamin-hak-santri-dapat-pendidikan</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/337/2855358/polemik-ponpes-al-zaytun-nabil-haroen-pemerintah-harus-jamin-hak-santri-dapat-pendidikan-zQxHFVTS3A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ponpes Al Zaytun (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/337/2855358/polemik-ponpes-al-zaytun-nabil-haroen-pemerintah-harus-jamin-hak-santri-dapat-pendidikan-zQxHFVTS3A.jpg</image><title>Ponpes Al Zaytun (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODU3Ni81L3g4bXgwNzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketum Pagar Nusa Nabil Haroen mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Agama Gus Yaqut C Qoumas, untuk melalukan kajian komprehensif atas kasus polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun.
Menurut dia, ada proses pengkajian dari pelbagai unsur untuk memetakan kasus di pesantren yang dipimpin Panji Gumilang itu.
&quot;Kasus Al Zaytun, yang kembali menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir, penting untuk dikaji bersama,&quot; kata dia, Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA:
Viral Anak SMP Kecelakaan Mobil dan Tabrak Pak Ogah

Dia berharap, jangan sampai ada penggiringan opini untuk mengeksekusi kasus ini sebagai hanya kasus agama semata.

BACA JUGA:
MNC Energy (IATA) Raup Pendapatan Rp1,5 Triliun pada Semester I-2023, Naik 20%

&quot;Saya melihat jangan sampai instrumen agama atau tokoh agama digunakan sebagai instrumen untuk mendorong tafsir atas kasus ini,&quot; ujarnya.
Sebaiknya perlu kita tempatkan kasus Al Zaytun dan Panji Gumilang pada ranah hukum yang tepat. Yakni, juga melihat aspek politik kebangsaan dan keindonesiaan,&quot; imbuh dia.Nabil Haroen meminta agar jangan sampai tokoh-tokoh agama, ulama, dan komunitas agama digunakan untuk mendorong perdebatan di ruang publik. Kata dia, kelompok santri dan kiai, jangan terjebak pada perdebatan atas kasus ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Ganjar Pranowo Ajak Dialog Ormas yang Hambat Investasi Daerah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mari menempatkan pada konteks yang tepat, sebagai kasus hukum dalam ruang keindonesiaan kita. Biarlah aparat hukum dengan segenap instrumennya yang bekerja untuk menyelesaikan kasus ini,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 4 Mikronutrien yang Harus Dikonsumsi Ibu Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Ia pun menekankan agar ada skema untuk memberi solusi bagi santri-santri di Ponpes Al Zaytun untuk mendapat hak pendidikan dan pembelajaran yang layak.

&quot;Pemerintah harus menjamin hak-hak santri Al Zaytun, mereka harus dibina dengan baik dan benar, mendapat hak-hak sebagai pembelajar untuk mendapatkan pendidikan yang tepat.&quot; katanya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODU3Ni81L3g4bXgwNzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketum Pagar Nusa Nabil Haroen mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Agama Gus Yaqut C Qoumas, untuk melalukan kajian komprehensif atas kasus polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun.
Menurut dia, ada proses pengkajian dari pelbagai unsur untuk memetakan kasus di pesantren yang dipimpin Panji Gumilang itu.
&quot;Kasus Al Zaytun, yang kembali menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir, penting untuk dikaji bersama,&quot; kata dia, Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA:
Viral Anak SMP Kecelakaan Mobil dan Tabrak Pak Ogah

Dia berharap, jangan sampai ada penggiringan opini untuk mengeksekusi kasus ini sebagai hanya kasus agama semata.

BACA JUGA:
MNC Energy (IATA) Raup Pendapatan Rp1,5 Triliun pada Semester I-2023, Naik 20%

&quot;Saya melihat jangan sampai instrumen agama atau tokoh agama digunakan sebagai instrumen untuk mendorong tafsir atas kasus ini,&quot; ujarnya.
Sebaiknya perlu kita tempatkan kasus Al Zaytun dan Panji Gumilang pada ranah hukum yang tepat. Yakni, juga melihat aspek politik kebangsaan dan keindonesiaan,&quot; imbuh dia.Nabil Haroen meminta agar jangan sampai tokoh-tokoh agama, ulama, dan komunitas agama digunakan untuk mendorong perdebatan di ruang publik. Kata dia, kelompok santri dan kiai, jangan terjebak pada perdebatan atas kasus ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Ganjar Pranowo Ajak Dialog Ormas yang Hambat Investasi Daerah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mari menempatkan pada konteks yang tepat, sebagai kasus hukum dalam ruang keindonesiaan kita. Biarlah aparat hukum dengan segenap instrumennya yang bekerja untuk menyelesaikan kasus ini,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 4 Mikronutrien yang Harus Dikonsumsi Ibu Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Ia pun menekankan agar ada skema untuk memberi solusi bagi santri-santri di Ponpes Al Zaytun untuk mendapat hak pendidikan dan pembelajaran yang layak.

&quot;Pemerintah harus menjamin hak-hak santri Al Zaytun, mereka harus dibina dengan baik dan benar, mendapat hak-hak sebagai pembelajar untuk mendapatkan pendidikan yang tepat.&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
