<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Rakyat Indonesia Antusias Berkumpul Tunggu Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan</title><description>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun dibacakan pada 17 Agustus 1945.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855600/momen-rakyat-indonesia-antusias-berkumpul-tunggu-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855600/momen-rakyat-indonesia-antusias-berkumpul-tunggu-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan"/><item><title>Momen Rakyat Indonesia Antusias Berkumpul Tunggu Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855600/momen-rakyat-indonesia-antusias-berkumpul-tunggu-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855600/momen-rakyat-indonesia-antusias-berkumpul-tunggu-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/337/2855600/momen-rakyat-indonesia-antusias-berkumpul-tunggu-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-XeGluFDQr9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemerdekaan Indonesia (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/337/2855600/momen-rakyat-indonesia-antusias-berkumpul-tunggu-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-XeGluFDQr9.jpg</image><title>Kemerdekaan Indonesia (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Rakyat Indonesia meminta Soekarno dan Fatmawati untuk segera melaksanakan kemerdekaan Indonesia. Soekarno didampingi Hatta serta beberapa tokoh pemuda pergi menuju halaman rumah untuk melaksanakan proklamasi.
Rakyat terlihat antusias berkumpul serta berteriak memanggil Soekarno dan Fatmawati di depan rumahnya. Hal ini terungkap dalam buku &amp;lsquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rsquo;, karya  Adhe Riyanto.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun dibacakan pada 17 Agustus 1945. Momen ini sudah ditunggu oleh masyarakat Indonesia setelah melewati banyak perdebatan dalam persiapannya.


BACA JUGA:
Ini Alasan Soekarno Menjadikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia


Para pemuda yang berada di depan rumah berkata kepada Soekarno bahwa segala sesuatunya telah dipersiapkan. Sementara itu, Fatmawati langsung bergegas mengambil selembar bendera Merah Putih yang telah ia persiapkan.


BACA JUGA:
Ini Alasan Soekarno Menjadikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia

Bendera Merah Putih tersebut dibuat Fatmawati pada saat Guntur masih dalam kandungan, tepatnya satu setengah tahun yang lalu. Fatmawati memberikan pada salah seorang yang hadir di tempat di depan kamar tidurnya kala itu.

Akhirnya, sekitar pukul 10.00 pagi, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan. Latief Hendraningrat berperan sebagai Komandan Upacara. Kemudian, Hatta mendampingi Soekarno menuju tempat mikrofon.
Adapun Gunawan, seorang pemuda yang tinggal di Jalan Salemba Tengah No.24 juga ikut serta membantu dalam menyiapkan mikrofon untuk pembacaan proklamasi. Fatmawati dan S.K. Trimurti pun menuju tiang bendera.



Selanjutnya, lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tanpa diiringi musik, semua pihak yang hadir larut dalam perasaan haru dan bahagia, bahkan tak sedikit yang mengucurkan air mata bahagia.



Air mata fatmawati seketika mengalir penuh kebanggaan tatkala pandangannya tertuju ke langit menyaksikan bendera Merah Putih yang dijahitnya berkibar. Ia tidak menyangka hasil karyanya menjadi kenangan bersejarah bagi Indonesia.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Rakyat Indonesia meminta Soekarno dan Fatmawati untuk segera melaksanakan kemerdekaan Indonesia. Soekarno didampingi Hatta serta beberapa tokoh pemuda pergi menuju halaman rumah untuk melaksanakan proklamasi.
Rakyat terlihat antusias berkumpul serta berteriak memanggil Soekarno dan Fatmawati di depan rumahnya. Hal ini terungkap dalam buku &amp;lsquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rsquo;, karya  Adhe Riyanto.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun dibacakan pada 17 Agustus 1945. Momen ini sudah ditunggu oleh masyarakat Indonesia setelah melewati banyak perdebatan dalam persiapannya.


BACA JUGA:
Ini Alasan Soekarno Menjadikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia


Para pemuda yang berada di depan rumah berkata kepada Soekarno bahwa segala sesuatunya telah dipersiapkan. Sementara itu, Fatmawati langsung bergegas mengambil selembar bendera Merah Putih yang telah ia persiapkan.


BACA JUGA:
Ini Alasan Soekarno Menjadikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia

Bendera Merah Putih tersebut dibuat Fatmawati pada saat Guntur masih dalam kandungan, tepatnya satu setengah tahun yang lalu. Fatmawati memberikan pada salah seorang yang hadir di tempat di depan kamar tidurnya kala itu.

Akhirnya, sekitar pukul 10.00 pagi, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan. Latief Hendraningrat berperan sebagai Komandan Upacara. Kemudian, Hatta mendampingi Soekarno menuju tempat mikrofon.
Adapun Gunawan, seorang pemuda yang tinggal di Jalan Salemba Tengah No.24 juga ikut serta membantu dalam menyiapkan mikrofon untuk pembacaan proklamasi. Fatmawati dan S.K. Trimurti pun menuju tiang bendera.



Selanjutnya, lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tanpa diiringi musik, semua pihak yang hadir larut dalam perasaan haru dan bahagia, bahkan tak sedikit yang mengucurkan air mata bahagia.



Air mata fatmawati seketika mengalir penuh kebanggaan tatkala pandangannya tertuju ke langit menyaksikan bendera Merah Putih yang dijahitnya berkibar. Ia tidak menyangka hasil karyanya menjadi kenangan bersejarah bagi Indonesia.

</content:encoded></item></channel></rss>
