<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta OTK Kirimi Pimpinan KPK Karangan Bunga Dianggap sebagai Bentuk Dukungan</title><description>Karangan bunga tersebut bertuliskan 'Selamat Atas Keberhasilan Bapak Alexander Marwata Memasuki Pekarangan Tetangga'.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855877/5-fakta-otk-kirimi-pimpinan-kpk-karangan-bunga-dianggap-sebagai-bentuk-dukungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855877/5-fakta-otk-kirimi-pimpinan-kpk-karangan-bunga-dianggap-sebagai-bentuk-dukungan"/><item><title>5 Fakta OTK Kirimi Pimpinan KPK Karangan Bunga Dianggap sebagai Bentuk Dukungan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855877/5-fakta-otk-kirimi-pimpinan-kpk-karangan-bunga-dianggap-sebagai-bentuk-dukungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855877/5-fakta-otk-kirimi-pimpinan-kpk-karangan-bunga-dianggap-sebagai-bentuk-dukungan</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2855877/5-fakta-otk-kirimi-pimpinan-kpk-karangan-bunga-dianggap-sebagai-bentuk-dukungan-mKz3U0MfbC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2855877/5-fakta-otk-kirimi-pimpinan-kpk-karangan-bunga-dianggap-sebagai-bentuk-dukungan-mKz3U0MfbC.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODYyMS81L3g4bXhleWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengaku mendapat empat karangan bunga dari orang tidak dikenal (OTK), beberapa hari lalu.
Karangan bunga tersebut bertuliskan 'Selamat Atas Keberhasilan Bapak Alexander Marwata Memasuki Pekarangan Tetangga'.
Okezone merangkum 5 fakta pimpinan KPK terima karangan bunga dari OTK. Berikut ulasannya:
1. Pimpinan KPK Ucapkan Terima Kasih Atas Kiriman Karangan Bunga
&quot;Terkait karangan bunga, ya saya berterima kasih mendapat dukungan karena ucapannya kan 'Selamat Atas Keberhasilan Bapak Alexander Marwata Memasuki Pekarangan Tetangga',&quot; ungkap Alex, sapaan karib Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin 31 Juli 2023.

BACA JUGA:
5 Fakta Fenomena El Nino Berlangsung hingga Penghujung 2023

2. Pimpinan KPK Anggap Karangan Bunga sebagai Dukungan Pemberantasan Korupsi
Alex berterima kasih kepada orang yang mengirimkan karangan bunga untuk pimpinan KPK. Ia merasa karangan bunga tersebut sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
&quot;Nah itu kan dukungan kan. Selamat kok, tujuannya kan selamat, itu kan dukungan buat upaya-upaya pimpinan yang kebetulan ditujukan ke saya, saya kan mewakili pimpinan, saya kan enggak bicara sendiri, ini kan bicara kolektif kolegial,&quot; ucapnya.
3. Dukungan Karangan Bunga Diharapkan Pacu KPK Lebih Baik dalam Pemberantasan Korupsi

BACA JUGA:
Sang Ibu Disebut Tengah Berada di Bali, Mees Hilgers Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Selanjutnya?

Pimpinan KPK dua periode tersebut berharap karangan bunga tersebut dapat memacu lembaga antirasuah untuk bisa bekerja lebih baik lagi dalam pemberantasan korupsi. Ia merasa karangan bunga tersebut bukan teror atau ancaman melainkan dukungan.
4. Alex Mawarta Anggap Kiriman Karangan Buna dari OTK Bukan Teror
&quot;Jadi ya saya anggap itu bukan suatu teror dan saya tidak menuduh siapa yang mengirimkan. Ya bisa saja kan masyarakat yang mendukung KPK. Saya tidak menuduh siapa-siapa,&quot; ungkap Alex.
5. Pimpinan KPK Berpikir Positif Karangan Bunga Apresiasi Upaya KPK Bekerja untuk Negara
&quot;Jadi apakah terpengaruh saya? Ya sejauh ini sih enggak terpengaruh dengan itu. Sekali lagi, saya masih berpikir positif apa yang dilakukan dan dikerjakan KPK itu adalah sesuatu yang baik buat negara ini,&quot; sambungnya.

Untuk diketahui, Alexander Marwata mendapat kiriman karangan bunga setelah KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Basarnas Tahun Anggaran 2021-2023.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Nonton BWF Australia Open 2023 Live di Vision+, Ini Daftar Perwakilan Indonesia yang Bertanding


Kelima tersangka tersebut yakni, Kepala Basarnas (Kabasarnas) periode 2021-2023 Marsekal Madya TNI (Purn) Henri Alfiandi (HA) dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kepala Basarnas Letnan Kolonel Adm, Afri Budi Cahyanto (ABC).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BWF Australia Open 2023 Segera Hadir, Ini Fakta Unik Venue State Sports Centre


Kemudian, Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan (MG); Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, Marilya (MR); dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil (RA).



Henri Alfiandi dan Afri Budi Cahyanto diduga telah menerima fee atau suap sebesar Rp88,3 miliar dari para pengusaha penggarap proyek di Basarnas sejak 2021-2023. Sebagian uang suap tersebut berasal dari Mulsunadi, Marilya, dan Roni Aidil.



Adapun, proyek yang dibancak Henri dan Afri di tahun 2023 di antaranya, pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar; pengadaan public safety diving equipment dengan nilai kontrak Rp17,4 miliar; serta pengadaan ROV untuk KN SAR Ganesha (Multiyears 2023-2024) dengan nilai kontrak Rp89,9 miliar.





KPK kemudian menyerahkan dua orang tersangka yakni Henri dan Afri kepada Puspom Mabes TNI untuk diselesaikan proses hukumnya. Sedangkan Roni Aidil, Marilya, dan Mulsunadi Gunawan diproses hukum oleh KPK. Ketiga tersangka penyuap Kabasarnas Henri Alfiandi tersebut sudah ditahan KPK.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODYyMS81L3g4bXhleWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengaku mendapat empat karangan bunga dari orang tidak dikenal (OTK), beberapa hari lalu.
Karangan bunga tersebut bertuliskan 'Selamat Atas Keberhasilan Bapak Alexander Marwata Memasuki Pekarangan Tetangga'.
Okezone merangkum 5 fakta pimpinan KPK terima karangan bunga dari OTK. Berikut ulasannya:
1. Pimpinan KPK Ucapkan Terima Kasih Atas Kiriman Karangan Bunga
&quot;Terkait karangan bunga, ya saya berterima kasih mendapat dukungan karena ucapannya kan 'Selamat Atas Keberhasilan Bapak Alexander Marwata Memasuki Pekarangan Tetangga',&quot; ungkap Alex, sapaan karib Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin 31 Juli 2023.

BACA JUGA:
5 Fakta Fenomena El Nino Berlangsung hingga Penghujung 2023

2. Pimpinan KPK Anggap Karangan Bunga sebagai Dukungan Pemberantasan Korupsi
Alex berterima kasih kepada orang yang mengirimkan karangan bunga untuk pimpinan KPK. Ia merasa karangan bunga tersebut sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
&quot;Nah itu kan dukungan kan. Selamat kok, tujuannya kan selamat, itu kan dukungan buat upaya-upaya pimpinan yang kebetulan ditujukan ke saya, saya kan mewakili pimpinan, saya kan enggak bicara sendiri, ini kan bicara kolektif kolegial,&quot; ucapnya.
3. Dukungan Karangan Bunga Diharapkan Pacu KPK Lebih Baik dalam Pemberantasan Korupsi

BACA JUGA:
Sang Ibu Disebut Tengah Berada di Bali, Mees Hilgers Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Selanjutnya?

Pimpinan KPK dua periode tersebut berharap karangan bunga tersebut dapat memacu lembaga antirasuah untuk bisa bekerja lebih baik lagi dalam pemberantasan korupsi. Ia merasa karangan bunga tersebut bukan teror atau ancaman melainkan dukungan.
4. Alex Mawarta Anggap Kiriman Karangan Buna dari OTK Bukan Teror
&quot;Jadi ya saya anggap itu bukan suatu teror dan saya tidak menuduh siapa yang mengirimkan. Ya bisa saja kan masyarakat yang mendukung KPK. Saya tidak menuduh siapa-siapa,&quot; ungkap Alex.
5. Pimpinan KPK Berpikir Positif Karangan Bunga Apresiasi Upaya KPK Bekerja untuk Negara
&quot;Jadi apakah terpengaruh saya? Ya sejauh ini sih enggak terpengaruh dengan itu. Sekali lagi, saya masih berpikir positif apa yang dilakukan dan dikerjakan KPK itu adalah sesuatu yang baik buat negara ini,&quot; sambungnya.

Untuk diketahui, Alexander Marwata mendapat kiriman karangan bunga setelah KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Basarnas Tahun Anggaran 2021-2023.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Nonton BWF Australia Open 2023 Live di Vision+, Ini Daftar Perwakilan Indonesia yang Bertanding


Kelima tersangka tersebut yakni, Kepala Basarnas (Kabasarnas) periode 2021-2023 Marsekal Madya TNI (Purn) Henri Alfiandi (HA) dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kepala Basarnas Letnan Kolonel Adm, Afri Budi Cahyanto (ABC).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BWF Australia Open 2023 Segera Hadir, Ini Fakta Unik Venue State Sports Centre


Kemudian, Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan (MG); Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, Marilya (MR); dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil (RA).



Henri Alfiandi dan Afri Budi Cahyanto diduga telah menerima fee atau suap sebesar Rp88,3 miliar dari para pengusaha penggarap proyek di Basarnas sejak 2021-2023. Sebagian uang suap tersebut berasal dari Mulsunadi, Marilya, dan Roni Aidil.



Adapun, proyek yang dibancak Henri dan Afri di tahun 2023 di antaranya, pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar; pengadaan public safety diving equipment dengan nilai kontrak Rp17,4 miliar; serta pengadaan ROV untuk KN SAR Ganesha (Multiyears 2023-2024) dengan nilai kontrak Rp89,9 miliar.





KPK kemudian menyerahkan dua orang tersangka yakni Henri dan Afri kepada Puspom Mabes TNI untuk diselesaikan proses hukumnya. Sedangkan Roni Aidil, Marilya, dan Mulsunadi Gunawan diproses hukum oleh KPK. Ketiga tersangka penyuap Kabasarnas Henri Alfiandi tersebut sudah ditahan KPK.

</content:encoded></item></channel></rss>
