<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah 11 Nelayan Indonesia Terdampar 6 Hari di Pulau Kecil Perairan Australia   </title><description>Mereka diselamatkan oleh pihak berwenang Australia pada Senin 17 April 2023 malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855896/kisah-11-nelayan-indonesia-terdampar-6-hari-di-pulau-kecil-perairan-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855896/kisah-11-nelayan-indonesia-terdampar-6-hari-di-pulau-kecil-perairan-australia"/><item><title>Kisah 11 Nelayan Indonesia Terdampar 6 Hari di Pulau Kecil Perairan Australia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855896/kisah-11-nelayan-indonesia-terdampar-6-hari-di-pulau-kecil-perairan-australia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855896/kisah-11-nelayan-indonesia-terdampar-6-hari-di-pulau-kecil-perairan-australia</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2855896/kisah-11-nelayan-indonesia-terdampar-6-hari-di-pulau-kecil-perairan-australia-KSDJ6ChSv3.png" expression="full" type="image/jpeg">Kapal nelayan dihantam Siklon Tropis Ilsa. (Foto: Dok AMSA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2855896/kisah-11-nelayan-indonesia-terdampar-6-hari-di-pulau-kecil-perairan-australia-KSDJ6ChSv3.png</image><title>Kapal nelayan dihantam Siklon Tropis Ilsa. (Foto: Dok AMSA)</title></images><description>SIKLON Tropis Ilsa menghantam kapal berisi 11 nelayan Indonesia yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian itu membuat mereka terdampar selama enam hari di pulau kecil di perairan Australia. Sampai akhirnya mereka diselamatkan oleh pihak berwenang Australia pada Senin 17 April 2023 malam.

Badco Said Jalating alias Rama Jalating salah satunya menceritakan bagaimana dia bisa bergabung dengan 10 orang nelayan lainnya yang terdampar di Pulau Bedwell, Australia, setelah 30 jam berada di laut. Penuturan Rama Jalating itu disampaikan kepada Kepala Desa Papela, Sugiarto.

&amp;ldquo;Dia selamat karena mengikatkan tali ke dirinya sendiri dan ke wadah air plastik besar sebelum melompat dari perahu. Itu berlangsung pukul 03.00 dini hari dan saat itu Rama tidak melihat ABK lainnya,&amp;rdquo; kata Sugiarto kepada BBC News Indonesia, dikutip Rabu (2/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Itu Siklon Tropis Khanun? Fenomena yang Bikin Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Indonesia

Perahu Motor (PM) Putri Jaya yang ditumpangi Rama dan 8 orang lainnya bertolak dari pelabuhan di Papela, Rote Ndao, NTT, pada 7 April. Setelah enam hari berlayar, pada 12 April, perahu mereka diterpa gelombang tinggi dan angin kencang yang disebabkan Siklon Tropis Ilsa.

Hantaman gelombang membuat mesin perahu tidak bergerak dan perahu akhirnya tenggelam. Rama yang berenang di laut menggunakan wadah air plastik selama 30 jam itu akhirnya melihat daratan dan menuju ke sana. Ternyata daratan itu adalah Pulau Bedwell.
Di sana dia bertemu dengan 10 orang nelayan dari PM Dioskuri 01, yang berangkat dari Papela pada 6 April dan juga diterjang Siklon Ilsa.

Nama 10 nelayan yang selamat, antara lain: Welhelmus Bura'a (juragan), Yanwance Bella, Im Daan, Iban Pau, Bai Rano, Thomson Risi, Sepri Rote, Sahbudin Mala, Gat Doma, dan Rahman Iwan Ndun.

BACA JUGA:
Jaring Ikan di Tengah Laut, Nelayan Ini Malah Temukan Bangkai Pesawat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, hingga Kamis (20/04), delapan rekan Rama yang berada di PM Putri Jaya belum diketahui nasibnya dan dinyatakan hilang.

Menurut laporan yang diterima Kepala Desa Papela, Sugiarto, 11 nelayan itu bertahan hidup selama enam hari di pulau pasir Bedwell dengan mengonsumsi ikan mentah.
Sebelumnya diberitakan bahwa mereka bertahan hidup tanpa makanan dan minuman.
Nusiaga Putri - Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat RI di Darwin, yang baru saja menemui para nelayan pada Kamis (20/04) - mengatakan para nelayan bertahan dengan makan ikan.
&amp;ldquo;Dan air yang diminum adalah air laut. Kalau bosan minum air laut, mereka berendam di laut,&amp;rdquo; kata Nusi kepada BBC News Indonesia.Ke-11 nelayan itu pertama kali terdeteksi oleh pesawat patroli Pasukan Perbatasan Australia (ABF), pada Senin (17/04), dalam operasi pengawasan yang dilakukan beberapa hari setelah Siklon Tropis Ilsa menghantam barat laut Australia pada pekan lalu.

Kemudian, ABF memberi tahu Otoritas Keamanan Maritim Australia (AMSA) untuk menyelidikinya.

AMSA menemukan kamp darurat dan memanggil tim darurat dari PHI Aviation.

Pada Senin sore, PHI Aviation mengirim helikopter dari Broome, Australia Barat, untuk mengevakuasi para nelayan.

Pakar SAR PHI Aviation, Gordon Watt, mengatakan fakta bahwa para nelayan itu bisa bertahan begitu lama adalah hal yang &amp;ldquo;luar biasa&amp;rdquo;.

Siklon Tropis Ilsa memiliki kekuatan kategori 5, dengan kecepatan angin yang mencetak rekor baru. Siklon itu disebut-sebut sebagai yang terkuat dalam 12 tahun terakhir.</description><content:encoded>SIKLON Tropis Ilsa menghantam kapal berisi 11 nelayan Indonesia yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian itu membuat mereka terdampar selama enam hari di pulau kecil di perairan Australia. Sampai akhirnya mereka diselamatkan oleh pihak berwenang Australia pada Senin 17 April 2023 malam.

Badco Said Jalating alias Rama Jalating salah satunya menceritakan bagaimana dia bisa bergabung dengan 10 orang nelayan lainnya yang terdampar di Pulau Bedwell, Australia, setelah 30 jam berada di laut. Penuturan Rama Jalating itu disampaikan kepada Kepala Desa Papela, Sugiarto.

&amp;ldquo;Dia selamat karena mengikatkan tali ke dirinya sendiri dan ke wadah air plastik besar sebelum melompat dari perahu. Itu berlangsung pukul 03.00 dini hari dan saat itu Rama tidak melihat ABK lainnya,&amp;rdquo; kata Sugiarto kepada BBC News Indonesia, dikutip Rabu (2/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Itu Siklon Tropis Khanun? Fenomena yang Bikin Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Indonesia

Perahu Motor (PM) Putri Jaya yang ditumpangi Rama dan 8 orang lainnya bertolak dari pelabuhan di Papela, Rote Ndao, NTT, pada 7 April. Setelah enam hari berlayar, pada 12 April, perahu mereka diterpa gelombang tinggi dan angin kencang yang disebabkan Siklon Tropis Ilsa.

Hantaman gelombang membuat mesin perahu tidak bergerak dan perahu akhirnya tenggelam. Rama yang berenang di laut menggunakan wadah air plastik selama 30 jam itu akhirnya melihat daratan dan menuju ke sana. Ternyata daratan itu adalah Pulau Bedwell.
Di sana dia bertemu dengan 10 orang nelayan dari PM Dioskuri 01, yang berangkat dari Papela pada 6 April dan juga diterjang Siklon Ilsa.

Nama 10 nelayan yang selamat, antara lain: Welhelmus Bura'a (juragan), Yanwance Bella, Im Daan, Iban Pau, Bai Rano, Thomson Risi, Sepri Rote, Sahbudin Mala, Gat Doma, dan Rahman Iwan Ndun.

BACA JUGA:
Jaring Ikan di Tengah Laut, Nelayan Ini Malah Temukan Bangkai Pesawat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, hingga Kamis (20/04), delapan rekan Rama yang berada di PM Putri Jaya belum diketahui nasibnya dan dinyatakan hilang.

Menurut laporan yang diterima Kepala Desa Papela, Sugiarto, 11 nelayan itu bertahan hidup selama enam hari di pulau pasir Bedwell dengan mengonsumsi ikan mentah.
Sebelumnya diberitakan bahwa mereka bertahan hidup tanpa makanan dan minuman.
Nusiaga Putri - Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat RI di Darwin, yang baru saja menemui para nelayan pada Kamis (20/04) - mengatakan para nelayan bertahan dengan makan ikan.
&amp;ldquo;Dan air yang diminum adalah air laut. Kalau bosan minum air laut, mereka berendam di laut,&amp;rdquo; kata Nusi kepada BBC News Indonesia.Ke-11 nelayan itu pertama kali terdeteksi oleh pesawat patroli Pasukan Perbatasan Australia (ABF), pada Senin (17/04), dalam operasi pengawasan yang dilakukan beberapa hari setelah Siklon Tropis Ilsa menghantam barat laut Australia pada pekan lalu.

Kemudian, ABF memberi tahu Otoritas Keamanan Maritim Australia (AMSA) untuk menyelidikinya.

AMSA menemukan kamp darurat dan memanggil tim darurat dari PHI Aviation.

Pada Senin sore, PHI Aviation mengirim helikopter dari Broome, Australia Barat, untuk mengevakuasi para nelayan.

Pakar SAR PHI Aviation, Gordon Watt, mengatakan fakta bahwa para nelayan itu bisa bertahan begitu lama adalah hal yang &amp;ldquo;luar biasa&amp;rdquo;.

Siklon Tropis Ilsa memiliki kekuatan kategori 5, dengan kecepatan angin yang mencetak rekor baru. Siklon itu disebut-sebut sebagai yang terkuat dalam 12 tahun terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
