<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lihainya Gajah Mada Rencanakan Pembunuhan Jayanagara Raja Majapahit</title><description>Penguasa Majapahit ini kian egois dan semaunya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855898/lihainya-gajah-mada-rencanakan-pembunuhan-jayanagara-raja-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855898/lihainya-gajah-mada-rencanakan-pembunuhan-jayanagara-raja-majapahit"/><item><title>Lihainya Gajah Mada Rencanakan Pembunuhan Jayanagara Raja Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855898/lihainya-gajah-mada-rencanakan-pembunuhan-jayanagara-raja-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2855898/lihainya-gajah-mada-rencanakan-pembunuhan-jayanagara-raja-majapahit</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2855898/lihainya-gajah-mada-rencanakan-pembunuhan-jayanagara-raja-majapahit-XOmiXT1oN7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2855898/lihainya-gajah-mada-rencanakan-pembunuhan-jayanagara-raja-majapahit-XOmiXT1oN7.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODYyMS81L3g4bXhleWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Raja Jayanagara memerintah Kerajaan Majapahit dengan kesewenang-wenangannya. Bahkan konon pasca pemberontakan Ra Kuti yang berhasil diredam oleh Gajah Mada dan pasukannya. Penguasa Majapahit ini kian egois dan semaunya sendiri. Cara kekerasan sering kali diambil untuk menguasai sesuatu hal.
Puncaknya ketika keinginan nafsu Jayanagara untuk menikahi kedua saudara tirinya Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat, yang begitu cantik. Sontak saja rencana yang disampaikan ke Gayatri, ibu kandung kedua anak gadis cantik itu ditolak mentah-mentah.
Gayatri mengadukan hal itu ke Gajah Mada. Baginya diskusi dengan Gajah Mada kerap dilakukan untuk membicarakan permasalahan di istana Majapahit. Momen diskusi ini juga membuka pikiran ternyata Gajah Mada memiliki pikiran yang sama dengan Gayatri, bahwa Jayanagara harus disingkirkan karena mulai memerintah dengan cara tak elegan.

BACA JUGA:
Mantan Pemain Timnas Indonesia Andik Vermansah Gagal Gabung Kelantan FC di Detik-Detik Terakhir

Rencana jahat pun disusun oleh Gajah Mada pasca pertemuannya dengan Gayatri. Earl Drake pada &quot;Gayatri Rajapatni Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot; dikisahkan Gajah Mada mulai berpikir merencanakan menyingkirkan Raja Majapahit Jayanagara.

BACA JUGA:
Cara Unik Relawan Sosialisasikan Ganjar Pranowo ke Emak-Emak di Tangerang

Dengan hati-hati dan lihainya Gadjah Mada merencanakan bagaimana perintah itu dapat dijalankan tanpa mengganggu ketentraman keraton. la mulai mengumpulkan daftar segelintir orang yang memiliki akses kepada raja.Setelah itu, ia periksa satu persatu riwayat mereka dan mengira-ngira siapa saja yang menyimpan dendam terhadap Jayanagara. Pikirannya terpusat pada tujuh bangsawan sekaligus teman minum Jayanagara yang telah ditunjuk sebagai pengawal kehormatan.

Daftar tersebut berkurang menjadi lima orang karena Ra Kuti dan Semi telah terbunuh sebagai pemberontak. Menurut Gajah Mada, sosok yang paling bisa diandalkan dalam kelompok ini adalah Ra Tanca, yang merupakan tabib istana.

Maka, mulailah Gajah Mada mempelajari sebanyak mungkin hal-ihwal sahabat karib raja di lingkaran terdalam ini. Ternyata pada awal-awal masa jabatannya sebagai perwira selama operasi penumpasan pemberontak, Tanca tersohor karena kebolehannya dalam memainkan keris.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Timnas Basket Indonesia Tak Ingin Terpaku dengan Pemain Naturalisasi, Maksimalkan Pemain Diaspora

Ia juga paham bagaimana cara menggunakan keris untuk menyingkirkan bengkak bernanah yang diderita anak buahnya yang terluka di medan perang. Setelah perang usai, ia pun memperoleh keahlian untuk melakukan pembedahan ringan. Gajah Mada menyimpulkan bahwa itu adalah keahlian unik yang dimiliki salah satu anggota lingkaran terdalam raja.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Bencana Kelaparan di Papua, Wapres Panggil Mahfud MD hingga BNPB Hari Ini

Hal lain yang kemudian diketahui Gadjah Mada adalah bahwa Tanca merupakan sahabat Kuti, pemberontak yang dihukum mati itu, meskipun ia tidak bergabung dalam aksi pemberontakan Kuti. Maka, mungkin saja Tanca menyimpan dendam lama terhadap raja.

Tanca pun terkenal karena reputasinya yang gigih membela kehormatan dirinya apabila dihina. Gajah Mada menyimpan informasi ini untuk digunakan sewaktu-waktu. Tak disangka-sangka, kesempatan pun tiba dengan cepat. Ra Tanca berhasil menikam Jayanagara dengan keris, namun ia pun akhirnya dibunuh oleh Gajah Mada.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODYyMS81L3g4bXhleWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Raja Jayanagara memerintah Kerajaan Majapahit dengan kesewenang-wenangannya. Bahkan konon pasca pemberontakan Ra Kuti yang berhasil diredam oleh Gajah Mada dan pasukannya. Penguasa Majapahit ini kian egois dan semaunya sendiri. Cara kekerasan sering kali diambil untuk menguasai sesuatu hal.
Puncaknya ketika keinginan nafsu Jayanagara untuk menikahi kedua saudara tirinya Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat, yang begitu cantik. Sontak saja rencana yang disampaikan ke Gayatri, ibu kandung kedua anak gadis cantik itu ditolak mentah-mentah.
Gayatri mengadukan hal itu ke Gajah Mada. Baginya diskusi dengan Gajah Mada kerap dilakukan untuk membicarakan permasalahan di istana Majapahit. Momen diskusi ini juga membuka pikiran ternyata Gajah Mada memiliki pikiran yang sama dengan Gayatri, bahwa Jayanagara harus disingkirkan karena mulai memerintah dengan cara tak elegan.

BACA JUGA:
Mantan Pemain Timnas Indonesia Andik Vermansah Gagal Gabung Kelantan FC di Detik-Detik Terakhir

Rencana jahat pun disusun oleh Gajah Mada pasca pertemuannya dengan Gayatri. Earl Drake pada &quot;Gayatri Rajapatni Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot; dikisahkan Gajah Mada mulai berpikir merencanakan menyingkirkan Raja Majapahit Jayanagara.

BACA JUGA:
Cara Unik Relawan Sosialisasikan Ganjar Pranowo ke Emak-Emak di Tangerang

Dengan hati-hati dan lihainya Gadjah Mada merencanakan bagaimana perintah itu dapat dijalankan tanpa mengganggu ketentraman keraton. la mulai mengumpulkan daftar segelintir orang yang memiliki akses kepada raja.Setelah itu, ia periksa satu persatu riwayat mereka dan mengira-ngira siapa saja yang menyimpan dendam terhadap Jayanagara. Pikirannya terpusat pada tujuh bangsawan sekaligus teman minum Jayanagara yang telah ditunjuk sebagai pengawal kehormatan.

Daftar tersebut berkurang menjadi lima orang karena Ra Kuti dan Semi telah terbunuh sebagai pemberontak. Menurut Gajah Mada, sosok yang paling bisa diandalkan dalam kelompok ini adalah Ra Tanca, yang merupakan tabib istana.

Maka, mulailah Gajah Mada mempelajari sebanyak mungkin hal-ihwal sahabat karib raja di lingkaran terdalam ini. Ternyata pada awal-awal masa jabatannya sebagai perwira selama operasi penumpasan pemberontak, Tanca tersohor karena kebolehannya dalam memainkan keris.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Timnas Basket Indonesia Tak Ingin Terpaku dengan Pemain Naturalisasi, Maksimalkan Pemain Diaspora

Ia juga paham bagaimana cara menggunakan keris untuk menyingkirkan bengkak bernanah yang diderita anak buahnya yang terluka di medan perang. Setelah perang usai, ia pun memperoleh keahlian untuk melakukan pembedahan ringan. Gajah Mada menyimpulkan bahwa itu adalah keahlian unik yang dimiliki salah satu anggota lingkaran terdalam raja.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Bencana Kelaparan di Papua, Wapres Panggil Mahfud MD hingga BNPB Hari Ini

Hal lain yang kemudian diketahui Gadjah Mada adalah bahwa Tanca merupakan sahabat Kuti, pemberontak yang dihukum mati itu, meskipun ia tidak bergabung dalam aksi pemberontakan Kuti. Maka, mungkin saja Tanca menyimpan dendam lama terhadap raja.

Tanca pun terkenal karena reputasinya yang gigih membela kehormatan dirinya apabila dihina. Gajah Mada menyimpan informasi ini untuk digunakan sewaktu-waktu. Tak disangka-sangka, kesempatan pun tiba dengan cepat. Ra Tanca berhasil menikam Jayanagara dengan keris, namun ia pun akhirnya dibunuh oleh Gajah Mada.

</content:encoded></item></channel></rss>
