<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panji Gumilang Ditahan, Perindo Minta Kurikulum Al-Zaytun Ditata Ulang Sesuai Syariat Islam</title><description>Penyidik Bareskrim Polri menetapkan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang sebagai tersangka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2856228/panji-gumilang-ditahan-perindo-minta-kurikulum-al-zaytun-ditata-ulang-sesuai-syariat-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2856228/panji-gumilang-ditahan-perindo-minta-kurikulum-al-zaytun-ditata-ulang-sesuai-syariat-islam"/><item><title>Panji Gumilang Ditahan, Perindo Minta Kurikulum Al-Zaytun Ditata Ulang Sesuai Syariat Islam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2856228/panji-gumilang-ditahan-perindo-minta-kurikulum-al-zaytun-ditata-ulang-sesuai-syariat-islam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/02/337/2856228/panji-gumilang-ditahan-perindo-minta-kurikulum-al-zaytun-ditata-ulang-sesuai-syariat-islam</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2856228/panji-gumilang-ditahan-perindo-minta-kurikulum-al-zaytun-ditata-ulang-sesuai-syariat-islam-cUjnGG4qXy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP Bidang Keagamaan Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad (Foto: Nur Khabibi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/337/2856228/panji-gumilang-ditahan-perindo-minta-kurikulum-al-zaytun-ditata-ulang-sesuai-syariat-islam-cUjnGG4qXy.jpg</image><title>Ketua DPP Bidang Keagamaan Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad (Foto: Nur Khabibi)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODYyMC81L3g4bXhlYWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri menetapkan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. Terbaru, Panji Gumilang dikabarkan sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Menanggapi ini, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad menyampaikan perlu ada langkah untuk menata dan membina Pondok Pesantren Al-Zaytun pasca ditetapkannya Panji Gumilang sebagai tersangka.

BACA JUGA:
 Panji Gumilang Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama, Perindo: Menjawab Kegaduhan di Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pasalnya, mau bagaimanapun, Ponpes Al-Zaytun cukup memberikan kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

&quot;Agar proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan kurikulum nasional yang diberlakukan dan sekaligus juga sesuai dengan syariat Islam,&quot; kata Abdul kepada wartawan, Rabu (2/8/2023).

BACA JUGA:
Panji Gumilang Ditahan di Rutan Bareskrim Selama 20 Hari ke Depan


Selain menata ulang kurikulum, lanjut Abdul, harus ada perombakan kepengurusan yang baru agar berjalan efektif.

&quot;Sehingga baik yang terkait dengan konten pendidikan maupun yang terkait dengan sistem pembinaan para santri itu tetap bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&quot; lanjutnya.

Dengan begitu, Abdul yakin Ponpes Al-Zaytun akan menjadi lembaga pendidikan Islam yang cemerlang dalam hal penguatan keilmuan keagamaan sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, para santrinya juga memiliki kekuatan dan komitmen pada Ideologi Pancasila.



&quot;Saya kira itu yang paling penting dilakukan,&quot; tukas pria yang merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) itu.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMS8xLzE2ODYyMC81L3g4bXhlYWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri menetapkan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. Terbaru, Panji Gumilang dikabarkan sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Menanggapi ini, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad menyampaikan perlu ada langkah untuk menata dan membina Pondok Pesantren Al-Zaytun pasca ditetapkannya Panji Gumilang sebagai tersangka.

BACA JUGA:
 Panji Gumilang Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama, Perindo: Menjawab Kegaduhan di Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pasalnya, mau bagaimanapun, Ponpes Al-Zaytun cukup memberikan kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

&quot;Agar proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan kurikulum nasional yang diberlakukan dan sekaligus juga sesuai dengan syariat Islam,&quot; kata Abdul kepada wartawan, Rabu (2/8/2023).

BACA JUGA:
Panji Gumilang Ditahan di Rutan Bareskrim Selama 20 Hari ke Depan


Selain menata ulang kurikulum, lanjut Abdul, harus ada perombakan kepengurusan yang baru agar berjalan efektif.

&quot;Sehingga baik yang terkait dengan konten pendidikan maupun yang terkait dengan sistem pembinaan para santri itu tetap bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&quot; lanjutnya.

Dengan begitu, Abdul yakin Ponpes Al-Zaytun akan menjadi lembaga pendidikan Islam yang cemerlang dalam hal penguatan keilmuan keagamaan sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, para santrinya juga memiliki kekuatan dan komitmen pada Ideologi Pancasila.



&quot;Saya kira itu yang paling penting dilakukan,&quot; tukas pria yang merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
