<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Waspada Dampak Pasang Air Laut di DKI Jakarta</title><description>&quot;Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,&quot; katanya</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/338/2855918/bmkg-waspada-dampak-pasang-air-laut-di-dki-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/02/338/2855918/bmkg-waspada-dampak-pasang-air-laut-di-dki-jakarta"/><item><title>BMKG: Waspada Dampak Pasang Air Laut di DKI Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/02/338/2855918/bmkg-waspada-dampak-pasang-air-laut-di-dki-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/02/338/2855918/bmkg-waspada-dampak-pasang-air-laut-di-dki-jakarta</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/338/2855918/bmkg-waspada-dampak-pasang-air-laut-di-dki-jakarta-2eJbTUYtAL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/338/2855918/bmkg-waspada-dampak-pasang-air-laut-di-dki-jakarta-2eJbTUYtAL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMi8xLzE2ODYyNC81L3g4bXhwbTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir waspada ketinggian pasang air laut seiring adanya fenomena fase bulan purnama (full moon) bersamaan dengan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi).
Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo mengatakan bahwa fenomena fase bulan purnama pada 1 Agustus 2023 bersamaan dengan perigee pada 2 Agustus 2023 itu berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

BACA JUGA:
Pelaku Curanmor Gagal Gasak Motor Korbannya di Cakung

&quot;Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,&quot; katanya dilansir Antaranees, Rabu (2/8/2023).

BACA JUGA:
IPO, Cinema XXI (CNMA) Incar Dana Segar Rp2,25 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia mengatakan saat Purnama Perigee terjadi, ukuran bulan menjadi lebih besar 14 persen dari saat Purnama Apoge. Demikian juga kecerlangannya akan lebih cerlang 30 persen dibandingkan saat Purnama Apoge. Purnama Perigee akan terjadi pada 2 Agustus 2023 01.31 WIB. Pada saat itu tidak terjadi Gerhana Bulan

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, lanjutnya, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, diantaranya pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Banten, dan pesisir utara DKI Jakarta. Kemudian pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Maluku, dan pesisir Papua selatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Dolar AS Melonjak

Ia mengatakan potensi banjir rob ini berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masjid Dibakar, Ulama Terbunuh dalam Kerusuhan Antaragama di India

&quot;Seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMi8xLzE2ODYyNC81L3g4bXhwbTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir waspada ketinggian pasang air laut seiring adanya fenomena fase bulan purnama (full moon) bersamaan dengan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi).
Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo mengatakan bahwa fenomena fase bulan purnama pada 1 Agustus 2023 bersamaan dengan perigee pada 2 Agustus 2023 itu berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

BACA JUGA:
Pelaku Curanmor Gagal Gasak Motor Korbannya di Cakung

&quot;Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,&quot; katanya dilansir Antaranees, Rabu (2/8/2023).

BACA JUGA:
IPO, Cinema XXI (CNMA) Incar Dana Segar Rp2,25 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia mengatakan saat Purnama Perigee terjadi, ukuran bulan menjadi lebih besar 14 persen dari saat Purnama Apoge. Demikian juga kecerlangannya akan lebih cerlang 30 persen dibandingkan saat Purnama Apoge. Purnama Perigee akan terjadi pada 2 Agustus 2023 01.31 WIB. Pada saat itu tidak terjadi Gerhana Bulan

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, lanjutnya, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, diantaranya pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Banten, dan pesisir utara DKI Jakarta. Kemudian pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Maluku, dan pesisir Papua selatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Dolar AS Melonjak

Ia mengatakan potensi banjir rob ini berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masjid Dibakar, Ulama Terbunuh dalam Kerusuhan Antaragama di India

&quot;Seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
