<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Konfirmasi Tahan Travis King, Prajurit AS yang Nekat Menyeberangi Perbatasan</title><description>King menyeberang ke Korea Utara pada 18 Juli 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/18/2857008/korut-konfirmasi-tahan-travis-king-prajurit-as-yang-nekat-menyeberangi-perbatasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/18/2857008/korut-konfirmasi-tahan-travis-king-prajurit-as-yang-nekat-menyeberangi-perbatasan"/><item><title>Korut Konfirmasi Tahan Travis King, Prajurit AS yang Nekat Menyeberangi Perbatasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/18/2857008/korut-konfirmasi-tahan-travis-king-prajurit-as-yang-nekat-menyeberangi-perbatasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/18/2857008/korut-konfirmasi-tahan-travis-king-prajurit-as-yang-nekat-menyeberangi-perbatasan</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/18/2857008/korut-konfirmasi-tahan-travis-king-prajurit-as-yang-nekat-menyeberangi-perbatasan-Cu5GksIFEo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Travis T. King, tentara AS yang menyeberang ke Korea Utara. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/18/2857008/korut-konfirmasi-tahan-travis-king-prajurit-as-yang-nekat-menyeberangi-perbatasan-Cu5GksIFEo.jpg</image><title>Travis T. King, tentara AS yang menyeberang ke Korea Utara. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8wMS8xLzEyMDA3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEOUL - Korea Utara telah mengonfirmasi penahanan Travis King dalam tanggapan pertamanya atas permintaan informasi tentang keberadaan tentara Amerika Serikat (AS) itu, kata Komando PBB.
Prajurit berusia 23 tahun itu berlari melintasi perbatasan dari Korea Selatan pada 18 Juli saat melakukan tur berpemandu.

BACA JUGA:
Korut Akhirnya Beri Respon Terkait Travis King, Tentara AS yang Menyeberang Perbatasannya

Komando PBB mengatakan tidak akan memberikan rincian lebih lanjut tentang tanggapan Pyongyang saat ini. Mereka mengatakan &quot;tidak ingin mengganggu upaya untuk membawanya pulang&quot;.
Namun, jawabannya mengindikasikan Pyongyang siap untuk memulai negosiasi, demikian dilaporkan BBC.

BACA JUGA:
Pyongyang Bungkam, AS Khawatirkan Nasib Tentaranya yang Menyeberang ke Korut

Komando PBB, yang mengawasi Zona Demiliterisasi (DMZ), telah mencari informasi tentang Tamtama King menggunakan saluran telepon langsungnya ke Angkatan Darat Korea Utara di Area Keamanan Bersama.
Korea Utara sebelumnya telah mengakui permintaan tersebut, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka menanggapi, membenarkan bahwa tentara AS tersebut berada dalam tahanan mereka.

Korea Utara belum secara terbuka mengakui penahanan King.
Sebelum melintasi perbatasan, Tamtama King menjalani dua bulan penjara di Korea Selatan karena tuduhan penyerangan. Dia dibebaskan pada 10 Juli.
Dia seharusnya terbang kembali ke AS untuk menghadapi proses disipliner, tetapi berhasil meninggalkan bandara dan bergabung dengan tur DMZ.
Dia adalah spesialis pengintaian yang telah menjadi tentara sejak Januari 2021 dan berada di Korea Selatan sebagai bagian dari rotasinya penugasannya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8wMS8xLzEyMDA3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEOUL - Korea Utara telah mengonfirmasi penahanan Travis King dalam tanggapan pertamanya atas permintaan informasi tentang keberadaan tentara Amerika Serikat (AS) itu, kata Komando PBB.
Prajurit berusia 23 tahun itu berlari melintasi perbatasan dari Korea Selatan pada 18 Juli saat melakukan tur berpemandu.

BACA JUGA:
Korut Akhirnya Beri Respon Terkait Travis King, Tentara AS yang Menyeberang Perbatasannya

Komando PBB mengatakan tidak akan memberikan rincian lebih lanjut tentang tanggapan Pyongyang saat ini. Mereka mengatakan &quot;tidak ingin mengganggu upaya untuk membawanya pulang&quot;.
Namun, jawabannya mengindikasikan Pyongyang siap untuk memulai negosiasi, demikian dilaporkan BBC.

BACA JUGA:
Pyongyang Bungkam, AS Khawatirkan Nasib Tentaranya yang Menyeberang ke Korut

Komando PBB, yang mengawasi Zona Demiliterisasi (DMZ), telah mencari informasi tentang Tamtama King menggunakan saluran telepon langsungnya ke Angkatan Darat Korea Utara di Area Keamanan Bersama.
Korea Utara sebelumnya telah mengakui permintaan tersebut, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka menanggapi, membenarkan bahwa tentara AS tersebut berada dalam tahanan mereka.

Korea Utara belum secara terbuka mengakui penahanan King.
Sebelum melintasi perbatasan, Tamtama King menjalani dua bulan penjara di Korea Selatan karena tuduhan penyerangan. Dia dibebaskan pada 10 Juli.
Dia seharusnya terbang kembali ke AS untuk menghadapi proses disipliner, tetapi berhasil meninggalkan bandara dan bergabung dengan tur DMZ.
Dia adalah spesialis pengintaian yang telah menjadi tentara sejak Januari 2021 dan berada di Korea Selatan sebagai bagian dari rotasinya penugasannya.</content:encoded></item></channel></rss>
