<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko PMK: Pengiriman Bantuan ke Papua Tengah Masih Terkendala Cuaca Buruk</title><description>Muhadjir juga menjelaskan bahwa Distrik Agandugume berada di perbukitan dengan ketinggian mencapai 914 mdpl</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856584/menko-pmk-pengiriman-bantuan-ke-papua-tengah-masih-terkendala-cuaca-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856584/menko-pmk-pengiriman-bantuan-ke-papua-tengah-masih-terkendala-cuaca-buruk"/><item><title>Menko PMK: Pengiriman Bantuan ke Papua Tengah Masih Terkendala Cuaca Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856584/menko-pmk-pengiriman-bantuan-ke-papua-tengah-masih-terkendala-cuaca-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856584/menko-pmk-pengiriman-bantuan-ke-papua-tengah-masih-terkendala-cuaca-buruk</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856584/menko-pmk-pengiriman-bantuan-ke-papua-tengah-masih-terkendala-cuaca-buruk-uPQQ5ZXaUe.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856584/menko-pmk-pengiriman-bantuan-ke-papua-tengah-masih-terkendala-cuaca-buruk-uPQQ5ZXaUe.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa bantuan yang rencananya akan dikirim langsung untuk bencana kekeringan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah masih terkendala oleh cuaca buruk.

Muhadjir juga menjelaskan bahwa Distrik Agandugume berada di perbukitan dengan ketinggian mencapai 914 mdpl, sehingga hal itu dapat membahayakan penerbangan.

&amp;ldquo;Kendalanya cuaca. Ada masalah kendala cuaca. Karena bandara Distrik Agandugume ini berada di atas ketinggian 3.000 kaki (914 mdpl). Karena pertimbangan cuaca, maka hari ini kita tunda dulu, besok pagi kita coba lagi,&amp;rdquo; jelas Muhadjir dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/8/2023).


BACA JUGA:
Atasi Bencana Kelaparan di Papua Tengah, Mensos Risma Akan Dirikan Lumbung Sosial


Menyinggung mengenai bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem, Muhadjir sedikit menjelaskan bahwa hal itu merupakan fenomena tahunan yang biasa terjadi mulai bulan Mei, Juni hingga Juli. Fenomena ini menurut Muhadjir ditandani dengan adanya hujan es disertai kabut es yang dapat menyebabkan tanaman dan umbi-umbian membusuk sehingga tidak layak konsumsi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMi8xLzE2ODY0MC81L3g4bXkwbWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Di samping itu, udara kering juga membuat tanaman tidak dapat tumbuh sempurna. Berdasarkan data yang dihimpun, ada sebanyak 7.500 jiwa yang terdampak bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem, di mana fenomena yang terjadi sejak bulan Juni 2023 itu telah menyebabkan 6 orang meninggal dunia.
&amp;ldquo;Ini kan sebenarnya sudah terjadi secara periodik. Hampir peristiwa tahunan mulai dari Mei, Juni dan Juli. Itu dimulai dengan datangnya hujan es dan kabut es. Kabut es ini yang lebih mematikan. Jadi tumbuhan dan umbi-umbian ini membusuk dan kemudian diikuti dengan udara kering. Dan pada saat udara kering ini tidak ada tanaman yang tumbuh,&amp;rdquo; jelas Muhadjir.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa bantuan yang rencananya akan dikirim langsung untuk bencana kekeringan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah masih terkendala oleh cuaca buruk.

Muhadjir juga menjelaskan bahwa Distrik Agandugume berada di perbukitan dengan ketinggian mencapai 914 mdpl, sehingga hal itu dapat membahayakan penerbangan.

&amp;ldquo;Kendalanya cuaca. Ada masalah kendala cuaca. Karena bandara Distrik Agandugume ini berada di atas ketinggian 3.000 kaki (914 mdpl). Karena pertimbangan cuaca, maka hari ini kita tunda dulu, besok pagi kita coba lagi,&amp;rdquo; jelas Muhadjir dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/8/2023).


BACA JUGA:
Atasi Bencana Kelaparan di Papua Tengah, Mensos Risma Akan Dirikan Lumbung Sosial


Menyinggung mengenai bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem, Muhadjir sedikit menjelaskan bahwa hal itu merupakan fenomena tahunan yang biasa terjadi mulai bulan Mei, Juni hingga Juli. Fenomena ini menurut Muhadjir ditandani dengan adanya hujan es disertai kabut es yang dapat menyebabkan tanaman dan umbi-umbian membusuk sehingga tidak layak konsumsi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMi8xLzE2ODY0MC81L3g4bXkwbWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Di samping itu, udara kering juga membuat tanaman tidak dapat tumbuh sempurna. Berdasarkan data yang dihimpun, ada sebanyak 7.500 jiwa yang terdampak bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem, di mana fenomena yang terjadi sejak bulan Juni 2023 itu telah menyebabkan 6 orang meninggal dunia.
&amp;ldquo;Ini kan sebenarnya sudah terjadi secara periodik. Hampir peristiwa tahunan mulai dari Mei, Juni dan Juli. Itu dimulai dengan datangnya hujan es dan kabut es. Kabut es ini yang lebih mematikan. Jadi tumbuhan dan umbi-umbian ini membusuk dan kemudian diikuti dengan udara kering. Dan pada saat udara kering ini tidak ada tanaman yang tumbuh,&amp;rdquo; jelas Muhadjir.</content:encoded></item></channel></rss>
