<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasihat Mbah Maimoen: Dalam Perbedaan Ada Titik-Titik Kebersamaan   </title><description>Banyak sumbangsih pemikiran dan nasihat-nasihatnya yang penting untuk diteladani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856640/nasihat-mbah-maimoen-dalam-perbedaan-ada-titik-titik-kebersamaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856640/nasihat-mbah-maimoen-dalam-perbedaan-ada-titik-titik-kebersamaan"/><item><title>Nasihat Mbah Maimoen: Dalam Perbedaan Ada Titik-Titik Kebersamaan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856640/nasihat-mbah-maimoen-dalam-perbedaan-ada-titik-titik-kebersamaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856640/nasihat-mbah-maimoen-dalam-perbedaan-ada-titik-titik-kebersamaan</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856640/nasihat-mbah-maimoen-dalam-perbedaan-ada-titik-titik-kebersamaan-KoSag7TtBI.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">KH Maimoen Zubair. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856640/nasihat-mbah-maimoen-dalam-perbedaan-ada-titik-titik-kebersamaan-KoSag7TtBI.jpeg</image><title>KH Maimoen Zubair. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>KH Maimoen Zubair, ulama kharismatik asal Jawa Tengah itu sudah hampir 4 tahun wafat tepatnya pada Selasa 7 Agustus 2019. Banyak sumbangsih pemikiran dan nasihat-nasihatnya yang penting untuk diteladani.

Seperti pada 2026 dalam edisi Majalah Nahdlatul Ulama&amp;nbsp;AULA, dilansir dari NU Online, Mbah Maimoen mengatakan, jika hanya Islam, tidak akan mampu mempersatukan perbedaan di Indonesia. Nasional harus disinergikan dengan keislaman sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Catatan Penting Sosok KH Maimoen Zubair yang Jadi Teladan Hingga Kini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mbah Maimoen menegaskan bahwa dalam perbedaan ada titik-titik kebersamaan. Semua agama mengajarkan kebaikan, sebab agama ada empat titik persamaan.

&amp;ldquo;Pertama&amp;nbsp;menjaga jiwa. Jiwa itu ruh yang menjadi kehidupan. Semua agama melarang menzalimi orang lain, apalagi membunuh,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mbah Moen Zubair dan Cinta NKRI Harga Mati&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kedua adalah akal. Semua agama menjunjung akal. Sebab manusia dimuliakan oleh Allah SWT karena mempunyai akal. Tidak ada agama tanpa pendidikan.
Ketiga, keturunan. Pernikahan itu bukan Islam saja.  &amp;ldquo;Semua penganut agama menikah dengan ajaran agamanya masing-masing sehingga anaknya menjadi keturunan yang sah,&amp;rdquo; jelas Mustasyar PBNU ini.



Keempat, manusia harus menjaga bahwa dirinya merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling mulia. Berangkat dari poin ini, Mbah Maimoen memberikan pesan bahwa manusia jangan menghinakan diri dan agamanya dengan perilaku buruk dan tidak menghargai perbedaan. Karena hal itu hanya akan meruntuhkan persatuan.

</description><content:encoded>KH Maimoen Zubair, ulama kharismatik asal Jawa Tengah itu sudah hampir 4 tahun wafat tepatnya pada Selasa 7 Agustus 2019. Banyak sumbangsih pemikiran dan nasihat-nasihatnya yang penting untuk diteladani.

Seperti pada 2026 dalam edisi Majalah Nahdlatul Ulama&amp;nbsp;AULA, dilansir dari NU Online, Mbah Maimoen mengatakan, jika hanya Islam, tidak akan mampu mempersatukan perbedaan di Indonesia. Nasional harus disinergikan dengan keislaman sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Catatan Penting Sosok KH Maimoen Zubair yang Jadi Teladan Hingga Kini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mbah Maimoen menegaskan bahwa dalam perbedaan ada titik-titik kebersamaan. Semua agama mengajarkan kebaikan, sebab agama ada empat titik persamaan.

&amp;ldquo;Pertama&amp;nbsp;menjaga jiwa. Jiwa itu ruh yang menjadi kehidupan. Semua agama melarang menzalimi orang lain, apalagi membunuh,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mbah Moen Zubair dan Cinta NKRI Harga Mati&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kedua adalah akal. Semua agama menjunjung akal. Sebab manusia dimuliakan oleh Allah SWT karena mempunyai akal. Tidak ada agama tanpa pendidikan.
Ketiga, keturunan. Pernikahan itu bukan Islam saja.  &amp;ldquo;Semua penganut agama menikah dengan ajaran agamanya masing-masing sehingga anaknya menjadi keturunan yang sah,&amp;rdquo; jelas Mustasyar PBNU ini.



Keempat, manusia harus menjaga bahwa dirinya merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling mulia. Berangkat dari poin ini, Mbah Maimoen memberikan pesan bahwa manusia jangan menghinakan diri dan agamanya dengan perilaku buruk dan tidak menghargai perbedaan. Karena hal itu hanya akan meruntuhkan persatuan.

</content:encoded></item></channel></rss>
