<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemacetan Nyaris 40 Persen, Kang Emil Ratas dengan Jokowi Bahas Tranportasi Cekungan Bandung</title><description>Kang Emil pun menyiapkan lima solusi atasi kemacetan tersebut. Salah satunya dengan mempersiapkan badan pengelola cekungan Bandung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856844/kemacetan-nyaris-40-persen-kang-emil-ratas-dengan-jokowi-bahas-tranportasi-cekungan-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856844/kemacetan-nyaris-40-persen-kang-emil-ratas-dengan-jokowi-bahas-tranportasi-cekungan-bandung"/><item><title>Kemacetan Nyaris 40 Persen, Kang Emil Ratas dengan Jokowi Bahas Tranportasi Cekungan Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856844/kemacetan-nyaris-40-persen-kang-emil-ratas-dengan-jokowi-bahas-tranportasi-cekungan-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856844/kemacetan-nyaris-40-persen-kang-emil-ratas-dengan-jokowi-bahas-tranportasi-cekungan-bandung</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856844/kemacetan-nyaris-40-persen-kang-emil-ratas-dengan-jokowi-bahas-tranportasi-cekungan-bandung-afWvzMDEad.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kang Emil usai ratas bahas kemacetan Bandung (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856844/kemacetan-nyaris-40-persen-kang-emil-ratas-dengan-jokowi-bahas-tranportasi-cekungan-bandung-afWvzMDEad.jpg</image><title>Kang Emil usai ratas bahas kemacetan Bandung (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8yMC8xNjg2ODkvNS94OG15b2tq&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil tengah menyiapkan solusi untuk warga Bandung Raya agar dapat mengurangi kemacetan. Salah satunya transportasi pada kawasan Cekungan Bandung.
Hal tersebut disampaikan Ridwan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas rencana pengembangan transportasi terpadu kawasan cekungan Bandung di Istana Negara.

BACA JUGA:
Minta Sumbangan Dana dari Pendukungnya, Trump Klaim Dia Terancam Hukuman 561 Tahun

&quot;Alhamdulillah tadi rapat pembahasan rencana tranportasi massal di cekungan Bandung Raya telah mendapatkan respon positif. Bandung Raya ini perhari ini kemacetannya 40%. Kalau kita tidak melakukan apa-apa 2037 seluruh kota akan macet total jadi buka pintu sudah macet,&quot; kata Ridwan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/3/2023).

BACA JUGA:
10 Olahraga Peninggi Badan di Rumah yang Efektif&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kang Emil pun menyiapkan lima solusi atasi kemacetan tersebut. Salah satunya dengan mempersiapkan badan pengelola cekungan Bandung.
&quot;Jadi lima kota yang selama ini ingin punya egosektoral sekarang bisa dikendalikan dikoordinasikan oleh badan pengelola cekungan Bandung Barat yang lahir oleh Perpres dari Pak Jokowi di tahun 2018,&quot; kata Ridwan.Solusi lainnya, kata Ridwan, yakni perkeretaapian dan Bus rapid transit (BRT). Namun karena banyaknya cekungan, Ridwan juga menyarankan adanya Cable Car atau kereta gantung.

&quot;Dan insyaallah satu dua dari gagasan ini akan kami presentasikan diakhir bulan kembali kepada Pak presiden. Dimana yang paling mudah akan kita eksekusi sehingga di masa presiden Pak Jokowi ada satu dua infrastruktur transportasi publik di Bandung Raya bisa diselesaikan dengan berbagai dukungan dari berbagai pihak,&quot; kata Ridwan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil 16 Besar Australia Open 2023: Langkah Jonatan Christie Dihentikan Ng Tze Yong

Meski begitu, Ridwan mengakui anggaran daerah tidak pernah bisa cukup untuk membiayai proyek-proyek transportasi massal tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gibran Bertemu Megawati di Jakarta, Bahas Pemenangan Ganjar Pranowo

&quot;Kita butuh kurang lebih Rp 100 triliunan untuk menyelesaikan menaikkan dari 13% warga naik public transport menjadi 50% warga Bandung Raya naik Public Transport. Jadi perhari ini hanya 13% warga cekungan Bandung yang naik public transport, nah dinaikkan ke 50% costnya tidak murah tapi harus dilakukan,&quot; jelas Ridwan.

&quot;Karena semakin ditunda nanti harganya akan bertambah mahal seperti halnya MRT sekarang yang juga harganya berbeda dengan MRT pertama di Jakarta,&quot; tambahnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8yMC8xNjg2ODkvNS94OG15b2tq&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil tengah menyiapkan solusi untuk warga Bandung Raya agar dapat mengurangi kemacetan. Salah satunya transportasi pada kawasan Cekungan Bandung.
Hal tersebut disampaikan Ridwan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas rencana pengembangan transportasi terpadu kawasan cekungan Bandung di Istana Negara.

BACA JUGA:
Minta Sumbangan Dana dari Pendukungnya, Trump Klaim Dia Terancam Hukuman 561 Tahun

&quot;Alhamdulillah tadi rapat pembahasan rencana tranportasi massal di cekungan Bandung Raya telah mendapatkan respon positif. Bandung Raya ini perhari ini kemacetannya 40%. Kalau kita tidak melakukan apa-apa 2037 seluruh kota akan macet total jadi buka pintu sudah macet,&quot; kata Ridwan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/3/2023).

BACA JUGA:
10 Olahraga Peninggi Badan di Rumah yang Efektif&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kang Emil pun menyiapkan lima solusi atasi kemacetan tersebut. Salah satunya dengan mempersiapkan badan pengelola cekungan Bandung.
&quot;Jadi lima kota yang selama ini ingin punya egosektoral sekarang bisa dikendalikan dikoordinasikan oleh badan pengelola cekungan Bandung Barat yang lahir oleh Perpres dari Pak Jokowi di tahun 2018,&quot; kata Ridwan.Solusi lainnya, kata Ridwan, yakni perkeretaapian dan Bus rapid transit (BRT). Namun karena banyaknya cekungan, Ridwan juga menyarankan adanya Cable Car atau kereta gantung.

&quot;Dan insyaallah satu dua dari gagasan ini akan kami presentasikan diakhir bulan kembali kepada Pak presiden. Dimana yang paling mudah akan kita eksekusi sehingga di masa presiden Pak Jokowi ada satu dua infrastruktur transportasi publik di Bandung Raya bisa diselesaikan dengan berbagai dukungan dari berbagai pihak,&quot; kata Ridwan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil 16 Besar Australia Open 2023: Langkah Jonatan Christie Dihentikan Ng Tze Yong

Meski begitu, Ridwan mengakui anggaran daerah tidak pernah bisa cukup untuk membiayai proyek-proyek transportasi massal tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gibran Bertemu Megawati di Jakarta, Bahas Pemenangan Ganjar Pranowo

&quot;Kita butuh kurang lebih Rp 100 triliunan untuk menyelesaikan menaikkan dari 13% warga naik public transport menjadi 50% warga Bandung Raya naik Public Transport. Jadi perhari ini hanya 13% warga cekungan Bandung yang naik public transport, nah dinaikkan ke 50% costnya tidak murah tapi harus dilakukan,&quot; jelas Ridwan.

&quot;Karena semakin ditunda nanti harganya akan bertambah mahal seperti halnya MRT sekarang yang juga harganya berbeda dengan MRT pertama di Jakarta,&quot; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
