<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rapat Koordinasi Bahas Ponpes Al Zaytun, Mendagri hingga Menag Tiba di Kemenko Polhukam</title><description>Rapat tersebut dilakukan untuk menentukan langkah agar proses belajar mengajar di Ponpes Al Zaytun tetap berjalan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856851/rapat-koordinasi-bahas-ponpes-al-zaytun-mendagri-hingga-menag-tiba-di-kemenko-polhukam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856851/rapat-koordinasi-bahas-ponpes-al-zaytun-mendagri-hingga-menag-tiba-di-kemenko-polhukam"/><item><title>Rapat Koordinasi Bahas Ponpes Al Zaytun, Mendagri hingga Menag Tiba di Kemenko Polhukam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856851/rapat-koordinasi-bahas-ponpes-al-zaytun-mendagri-hingga-menag-tiba-di-kemenko-polhukam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/337/2856851/rapat-koordinasi-bahas-ponpes-al-zaytun-mendagri-hingga-menag-tiba-di-kemenko-polhukam</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856851/rapat-koordinasi-bahas-ponpes-al-zaytun-mendagri-hingga-menag-tiba-di-kemenko-polhukam-TcqY9rnk2B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Gus Yaqut tiba di Kemenko Polhukam (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856851/rapat-koordinasi-bahas-ponpes-al-zaytun-mendagri-hingga-menag-tiba-di-kemenko-polhukam-TcqY9rnk2B.jpg</image><title>Menag Gus Yaqut tiba di Kemenko Polhukam (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8yMC8xNjg2ODkvNS94OG15b2tq&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Zaytun, setelah penetapan tersangka Panji Gumilang.
Berdasarkan pantauan MNC Portal di lapangan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tiba bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada pukul 12.02 WIB. Tak lama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholis Qoumas tiba pada pukul 12.07 WIB.

BACA JUGA:
Hasil 16 Besar Australia Open 2023: Bungkam Leo/Daniel, Pramudya/Yeremia Tembus Perempatfinal

Sebagai informasi, Mahfud menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Agama (Menag), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), serta Gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA:
Gibran Bertemu Megawati di Jakarta, Bahas Pemenangan Ganjar Pranowo

Rapat tersebut dilakukan untuk menentukan langkah agar proses belajar mengajar di Ponpes Al Zaytun tetap berjalan, terlepas dari kasus hukum yang menjerat pimpinannya. Sebab, kata Mahfud, Ponpes Al Zaytun tidak bermasalah.
&quot;Jadi saya berharap agar masyarakat tahu betul bahwa kasus Al Zaytun itu bukan pondok pesantrennya yang bermasalah, tetapi orangnya yang berdasarkan ukuran-ukuran hukuman pidana, bukan lagi patut diduga, tapi sudah disangka. Bukan diduga sekarang, disangka secara resmi,&quot; kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).Pemerintah, kata Mahfud, telah menyiapkan langkah antisipasi agar para santri dan murid tetap mendapatkan haknya untuk belajar.

BACA JUGA:
Gibran Bertemu Megawati di Jakarta, Bahas Pemenangan Ganjar Pranowo

&quot;Kami sudah mengantisipasi untuk menjaga manajemen atau penyelenggaran Ponpes Al Zaytun. Karena Ponpes Al Zaytun itu sebagai sebuah lembaga pendidikan pesantren itu tidak ada masalah,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alasan Kylian Mbappe Menutupi Merek Bir di Trofi MOTM

&quot;Sehingga pemerintah memutuskan untuk menjamin kelangsungan pendidikan sesuai dengan hak-hak konstitusional para santri dan murid. Sehingga kita juga sudah mengantisipasi,&quot; sambungnya.




</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8yMC8xNjg2ODkvNS94OG15b2tq&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Zaytun, setelah penetapan tersangka Panji Gumilang.
Berdasarkan pantauan MNC Portal di lapangan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tiba bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada pukul 12.02 WIB. Tak lama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholis Qoumas tiba pada pukul 12.07 WIB.

BACA JUGA:
Hasil 16 Besar Australia Open 2023: Bungkam Leo/Daniel, Pramudya/Yeremia Tembus Perempatfinal

Sebagai informasi, Mahfud menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Agama (Menag), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), serta Gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA:
Gibran Bertemu Megawati di Jakarta, Bahas Pemenangan Ganjar Pranowo

Rapat tersebut dilakukan untuk menentukan langkah agar proses belajar mengajar di Ponpes Al Zaytun tetap berjalan, terlepas dari kasus hukum yang menjerat pimpinannya. Sebab, kata Mahfud, Ponpes Al Zaytun tidak bermasalah.
&quot;Jadi saya berharap agar masyarakat tahu betul bahwa kasus Al Zaytun itu bukan pondok pesantrennya yang bermasalah, tetapi orangnya yang berdasarkan ukuran-ukuran hukuman pidana, bukan lagi patut diduga, tapi sudah disangka. Bukan diduga sekarang, disangka secara resmi,&quot; kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).Pemerintah, kata Mahfud, telah menyiapkan langkah antisipasi agar para santri dan murid tetap mendapatkan haknya untuk belajar.

BACA JUGA:
Gibran Bertemu Megawati di Jakarta, Bahas Pemenangan Ganjar Pranowo

&quot;Kami sudah mengantisipasi untuk menjaga manajemen atau penyelenggaran Ponpes Al Zaytun. Karena Ponpes Al Zaytun itu sebagai sebuah lembaga pendidikan pesantren itu tidak ada masalah,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alasan Kylian Mbappe Menutupi Merek Bir di Trofi MOTM

&quot;Sehingga pemerintah memutuskan untuk menjamin kelangsungan pendidikan sesuai dengan hak-hak konstitusional para santri dan murid. Sehingga kita juga sudah mengantisipasi,&quot; sambungnya.




</content:encoded></item></channel></rss>
