<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Berikan Keterangan sebagai Terdakwa, Shane Lukas Menangis Ingat Almarhum Ibunda   </title><description>Shane Lukas memberikan keterangannya sebagai terdakwa di kasus penganiayaan David Ozora pada Kamis (3/8/2023) ini.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/338/2857011/berikan-keterangan-sebagai-terdakwa-shane-lukas-menangis-ingat-almarhum-ibunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/338/2857011/berikan-keterangan-sebagai-terdakwa-shane-lukas-menangis-ingat-almarhum-ibunda"/><item><title> Berikan Keterangan sebagai Terdakwa, Shane Lukas Menangis Ingat Almarhum Ibunda   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/338/2857011/berikan-keterangan-sebagai-terdakwa-shane-lukas-menangis-ingat-almarhum-ibunda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/338/2857011/berikan-keterangan-sebagai-terdakwa-shane-lukas-menangis-ingat-almarhum-ibunda</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/338/2857011/berikan-keterangan-sebagai-terdakwa-shane-lukas-menangis-ingat-almarhum-ibunda-sLKL9ONwAv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shane Lukas saat sidang (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/338/2857011/berikan-keterangan-sebagai-terdakwa-shane-lukas-menangis-ingat-almarhum-ibunda-sLKL9ONwAv.jpg</image><title>Shane Lukas saat sidang (foto: dok MPI)</title></images><description>

JAKARTA - Shane Lukas memberikan keterangannya sebagai terdakwa di kasus penganiayaan David Ozora pada Kamis (3/8/2023) ini. Di persidangan, Shane menangis sesenggukan mengingat almarhum ibunya dan cita-citanya masuk ke Akmil harus kandas karena terjerat kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy.


&quot;Saya baru kehilangan ibu saya dua tahun lalu, saya lihat langsung ibu saya terlindas truk, disitu saya lihat bapak saya merasa sedih, tiap malam bapak saya cuman bisa merenungi saja, saya lihat bapak saya. Gue harus bisa nih angkat nama orangtua saya, saya kan orang batak,&quot; ujar Shane Lukas sambil menangis sesenggukan dan mengusapi terus wajahnya guna menghapus air matanya itu di persidangan, Kamis (3/8/2023).

BACA JUGA:
Shane Lukas Rekam Penganiayaan David Ozora, Ini Kata Saksi Ahli

Menurutnya, guna mengangkat nama orangtuanya, dia pun berpikir untuk bagaimana caranya bisa kuliah tanpa harus mengeluarkan uang lantaran dia bukanlah berasal dari keluarga berada. Alhasil, dia pun berusaha mengikuti pendidikan Akademi Militer (Akmil).



&quot;Saya berlatih siang hari, pagi-sore untuk bentuk badan saya, fisik saya, dan mental saya biar siap. Padahal, malam itu saya mau taruh berkas, tapi kejadian ini terjadi jadi apa boleh buat pak,&quot; tutur Shane sambil terus menangis.

Pengacara Shane, Happy Sihombing menanyakan, apakah Shane tak membayangkan bisa mengalami hal yang saat ini dia tengah alami. Shane mengaku dia tak pernah membayangkan bakal mengalami peristiwa seperti saat ini.

&quot;Saya tak pernah membayangkan akan ada kejadian seperti ini, selama 6 bulan saya ditahan, saya selalu berdoa tuk kesembuhan David dan selalu berfikir kenapa kok gua kurang cepat melerai,&quot; jelas Shane.

BACA JUGA:
Sidang Hari Ini: Jaksa Tunjukkan Bukti ke Mario Dandy, Shane Lukas Hadirkan Ahli

Shane mengakui, seandainya dia melerai dengan cepat, dia tak mungkin duduk di kursi terdakwa saat ini. Hal itu lah yang selalu dia renungi dan sesali selama dia mendekam di tahanan pasca kejadian hingga saat ini.

&quot;Apa kamu ada upaya gimana kamu berempati pada David supaya dia segera sembuh atau gimana?&quot; tanya pengacara Shane lagi.




Shane menjabarkan, dia sejatijya sempat menanyakan pada ayahnya apakah ayahnya sudah menjenguk David di rumah sakit. Sebabnya, dia ingin tahu kondisi terkini David pasca dianiaya Mario dan meminta ayahnya untuk menjenguk David pula.







Hanya saja, ungkap Shane, dia mendapatkan kabar orangtua David masih dalam kondisi emosi yang sentimen sehingga ayahnya tak bisa menemui David.







&quot;Saya berdoa terus, cuman saya dapat kabar mungkin karena orangtuanya lagi marah, masih sentimen, yaudah ayah kita berdoa terus, berharap yang terbaik gitu,&quot; jelas Shane mengulangi perkataan dia pada ayahnya.







Sementara itu, Jaksa menanyai Shane tentang perasaannya kala merekam aksi penganiyaan brutal yang dilakukan Mario Dandy terhadap David Ozora kala itu. Shane pun mengakui dia sangat menyesal tak segera melerai perbutan Mario itu, yang mana akhirnya sangat berdampak pada David.







&quot;Saya kaget, syok karena saya belum pernah melihat Mario seperti ini, belum pernah sama sekali,&quot; papar Shane.







&quot;Kenapa setelah dia dipukul babak belur baru saudara berusaha setop?&quot; tanya Jaksa.







&quot;Karena pada saat saya melihat tendangan pertamanya Mario ke David, saya kaget, syok, takut, kayak gimana kalau gue dipikul ya, ketika rasa takut dan syok, saya turun memberanikan diri untuk udah diem, udah diem. Itu yang sungguh saya sesali bu saya kurang cepat melerai Mario,&quot; papar Shane.



</description><content:encoded>

JAKARTA - Shane Lukas memberikan keterangannya sebagai terdakwa di kasus penganiayaan David Ozora pada Kamis (3/8/2023) ini. Di persidangan, Shane menangis sesenggukan mengingat almarhum ibunya dan cita-citanya masuk ke Akmil harus kandas karena terjerat kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy.


&quot;Saya baru kehilangan ibu saya dua tahun lalu, saya lihat langsung ibu saya terlindas truk, disitu saya lihat bapak saya merasa sedih, tiap malam bapak saya cuman bisa merenungi saja, saya lihat bapak saya. Gue harus bisa nih angkat nama orangtua saya, saya kan orang batak,&quot; ujar Shane Lukas sambil menangis sesenggukan dan mengusapi terus wajahnya guna menghapus air matanya itu di persidangan, Kamis (3/8/2023).

BACA JUGA:
Shane Lukas Rekam Penganiayaan David Ozora, Ini Kata Saksi Ahli

Menurutnya, guna mengangkat nama orangtuanya, dia pun berpikir untuk bagaimana caranya bisa kuliah tanpa harus mengeluarkan uang lantaran dia bukanlah berasal dari keluarga berada. Alhasil, dia pun berusaha mengikuti pendidikan Akademi Militer (Akmil).



&quot;Saya berlatih siang hari, pagi-sore untuk bentuk badan saya, fisik saya, dan mental saya biar siap. Padahal, malam itu saya mau taruh berkas, tapi kejadian ini terjadi jadi apa boleh buat pak,&quot; tutur Shane sambil terus menangis.

Pengacara Shane, Happy Sihombing menanyakan, apakah Shane tak membayangkan bisa mengalami hal yang saat ini dia tengah alami. Shane mengaku dia tak pernah membayangkan bakal mengalami peristiwa seperti saat ini.

&quot;Saya tak pernah membayangkan akan ada kejadian seperti ini, selama 6 bulan saya ditahan, saya selalu berdoa tuk kesembuhan David dan selalu berfikir kenapa kok gua kurang cepat melerai,&quot; jelas Shane.

BACA JUGA:
Sidang Hari Ini: Jaksa Tunjukkan Bukti ke Mario Dandy, Shane Lukas Hadirkan Ahli

Shane mengakui, seandainya dia melerai dengan cepat, dia tak mungkin duduk di kursi terdakwa saat ini. Hal itu lah yang selalu dia renungi dan sesali selama dia mendekam di tahanan pasca kejadian hingga saat ini.

&quot;Apa kamu ada upaya gimana kamu berempati pada David supaya dia segera sembuh atau gimana?&quot; tanya pengacara Shane lagi.




Shane menjabarkan, dia sejatijya sempat menanyakan pada ayahnya apakah ayahnya sudah menjenguk David di rumah sakit. Sebabnya, dia ingin tahu kondisi terkini David pasca dianiaya Mario dan meminta ayahnya untuk menjenguk David pula.







Hanya saja, ungkap Shane, dia mendapatkan kabar orangtua David masih dalam kondisi emosi yang sentimen sehingga ayahnya tak bisa menemui David.







&quot;Saya berdoa terus, cuman saya dapat kabar mungkin karena orangtuanya lagi marah, masih sentimen, yaudah ayah kita berdoa terus, berharap yang terbaik gitu,&quot; jelas Shane mengulangi perkataan dia pada ayahnya.







Sementara itu, Jaksa menanyai Shane tentang perasaannya kala merekam aksi penganiyaan brutal yang dilakukan Mario Dandy terhadap David Ozora kala itu. Shane pun mengakui dia sangat menyesal tak segera melerai perbutan Mario itu, yang mana akhirnya sangat berdampak pada David.







&quot;Saya kaget, syok karena saya belum pernah melihat Mario seperti ini, belum pernah sama sekali,&quot; papar Shane.







&quot;Kenapa setelah dia dipukul babak belur baru saudara berusaha setop?&quot; tanya Jaksa.







&quot;Karena pada saat saya melihat tendangan pertamanya Mario ke David, saya kaget, syok, takut, kayak gimana kalau gue dipikul ya, ketika rasa takut dan syok, saya turun memberanikan diri untuk udah diem, udah diem. Itu yang sungguh saya sesali bu saya kurang cepat melerai Mario,&quot; papar Shane.



</content:encoded></item></channel></rss>
