<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Menko PMK Temukan Keluarga dengan 11 Anak di Timika, Ada yang Stunting</title><description>Menurut penjelasan kepala keluarga didapatkan bahwa keluarga tersebut masih mengamini pepatah &amp;ldquo;banyak anak banyak rezeki&amp;rdquo;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/340/2856795/cerita-menko-pmk-temukan-keluarga-dengan-11-anak-di-timika-ada-yang-stunting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/03/340/2856795/cerita-menko-pmk-temukan-keluarga-dengan-11-anak-di-timika-ada-yang-stunting"/><item><title>Cerita Menko PMK Temukan Keluarga dengan 11 Anak di Timika, Ada yang Stunting</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/03/340/2856795/cerita-menko-pmk-temukan-keluarga-dengan-11-anak-di-timika-ada-yang-stunting</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/03/340/2856795/cerita-menko-pmk-temukan-keluarga-dengan-11-anak-di-timika-ada-yang-stunting</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/340/2856795/cerita-menko-pmk-temukan-keluarga-dengan-11-anak-di-timika-ada-yang-stunting-9LZQlEMSZ3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK menemui keluarga dengan 11 anak. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/340/2856795/cerita-menko-pmk-temukan-keluarga-dengan-11-anak-di-timika-ada-yang-stunting-9LZQlEMSZ3.jpeg</image><title>Menko PMK menemui keluarga dengan 11 anak. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menemui keluarga yang memiliki anak sampai 11 orang, di antaranya mengalami stunting di Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Menurut penjelasan kepala keluarga didapatkan bahwa keluarga tersebut masih mengamini pepatah &amp;ldquo;banyak anak banyak rezeki&amp;rdquo;. Menurutnya juga, banyaknya anak yang dimiliki adalah anugerah Tuhan yang tidak boleh ditolak.

Merespons hal ini, Muhadjir mengkhawatirkan kebutuhan gizi masing-masing anak tidak bisa terpenuhi dengan baik dan anak terancam mengalami stunting. Karena itu, menurutnya, menjadi tanggung jawab bagi pemerintah kampung dan pemuka agama setempat untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengaturan dan perencanaan jumlah anak dan pemenuhan gizi pada anak. &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Itu soal ketidaktahuan dan budaya dan perlu banyak diberi pemahaman. Karena kita masyarakat yang agamis, menjadi tanggung jawab dari Pak Kepala Kampung dan Pak Pendeta untuk memberikan pemahaman bahwa punya anak harus direncanakan sesuai kemampuan keluarga dan perlu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas sesuai ajaran agama,&amp;rdquo; ujar Muhadjir dalam keterangannya, Kamis (3/8/2023).

Dalam kesempatan itu, Muhadjir didampingi Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edison Rafra, jajaran dinkes dan dinsos Kabupaten Mimika. Lebih lanjut, menurut Muhadjir, untuk memberikan pemahaman dan penyadaran masyarakat mengenai pengaturan kelahiran, pemenuhan gizi, juga perlu peran dari para pendamping keluarga, juga tenaga kesehatan yang ada di kampung.

&amp;ldquo;Tugasnya dari pendamping keluarga kepala kampung memberikan semacam penyadaran betapa pentingnya mengatur kelahiran dan menjaga gizi anak-anaknya agar nanti betul-betul menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;Muhadjir juga meminta pihak dinas kesehatan kesehatan dan Puskesmas Kampung untuk memberikan bantuan PMT (pemberian makanan tambahan) berbahan pangan lokal yang kaya protein hewani untuk balita dan ibu hamil, serta sosialisasi dan edukasi makanan sehat untuk anak.



Kemudian, untuk pihak kampung diminta supaya memberikan bantuan sosial dari dana desa bagi mereka yang memiliki banyak anak tetapi tidak bisa memenuhi kecukupan gizi anaknya dengan baik.  &amp;ldquo;Aparat kampung harus memperhatikan masyarakatnya terutama dalam hal kesehatannya,&amp;rdquo; tandasnya.







</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menemui keluarga yang memiliki anak sampai 11 orang, di antaranya mengalami stunting di Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Menurut penjelasan kepala keluarga didapatkan bahwa keluarga tersebut masih mengamini pepatah &amp;ldquo;banyak anak banyak rezeki&amp;rdquo;. Menurutnya juga, banyaknya anak yang dimiliki adalah anugerah Tuhan yang tidak boleh ditolak.

Merespons hal ini, Muhadjir mengkhawatirkan kebutuhan gizi masing-masing anak tidak bisa terpenuhi dengan baik dan anak terancam mengalami stunting. Karena itu, menurutnya, menjadi tanggung jawab bagi pemerintah kampung dan pemuka agama setempat untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengaturan dan perencanaan jumlah anak dan pemenuhan gizi pada anak. &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Itu soal ketidaktahuan dan budaya dan perlu banyak diberi pemahaman. Karena kita masyarakat yang agamis, menjadi tanggung jawab dari Pak Kepala Kampung dan Pak Pendeta untuk memberikan pemahaman bahwa punya anak harus direncanakan sesuai kemampuan keluarga dan perlu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas sesuai ajaran agama,&amp;rdquo; ujar Muhadjir dalam keterangannya, Kamis (3/8/2023).

Dalam kesempatan itu, Muhadjir didampingi Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edison Rafra, jajaran dinkes dan dinsos Kabupaten Mimika. Lebih lanjut, menurut Muhadjir, untuk memberikan pemahaman dan penyadaran masyarakat mengenai pengaturan kelahiran, pemenuhan gizi, juga perlu peran dari para pendamping keluarga, juga tenaga kesehatan yang ada di kampung.

&amp;ldquo;Tugasnya dari pendamping keluarga kepala kampung memberikan semacam penyadaran betapa pentingnya mengatur kelahiran dan menjaga gizi anak-anaknya agar nanti betul-betul menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;Muhadjir juga meminta pihak dinas kesehatan kesehatan dan Puskesmas Kampung untuk memberikan bantuan PMT (pemberian makanan tambahan) berbahan pangan lokal yang kaya protein hewani untuk balita dan ibu hamil, serta sosialisasi dan edukasi makanan sehat untuk anak.



Kemudian, untuk pihak kampung diminta supaya memberikan bantuan sosial dari dana desa bagi mereka yang memiliki banyak anak tetapi tidak bisa memenuhi kecukupan gizi anaknya dengan baik.  &amp;ldquo;Aparat kampung harus memperhatikan masyarakatnya terutama dalam hal kesehatannya,&amp;rdquo; tandasnya.







</content:encoded></item></channel></rss>
