<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan, Situasi Jakarta Terancam dan Tak Kondusif</title><description>Perasaan haru dan bahagia terpancar saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856925/usai-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-situasi-jakarta-terancam-dan-tak-kondusif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856925/usai-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-situasi-jakarta-terancam-dan-tak-kondusif"/><item><title>Usai Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan, Situasi Jakarta Terancam dan Tak Kondusif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856925/usai-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-situasi-jakarta-terancam-dan-tak-kondusif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856925/usai-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-situasi-jakarta-terancam-dan-tak-kondusif</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856925/usai-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-situasi-jakarta-terancam-dan-tak-kondusif-hWfd8C4JI0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kemerdekaan Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856925/usai-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-situasi-jakarta-terancam-dan-tak-kondusif-hWfd8C4JI0.jpg</image><title>Ilustrasi kemerdekaan Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;  Hari Kemerdekaan Indonesia sebentar lagi akan tiba. Tepat pada 17 Agustus menjadi hari bersejarah dan saksi saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.
Menurut sejarah, pada 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan oleh Soekarno yang dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur No.56. Hatta dan sejumlah pemuda turut hadir menyaksikan proses pembacaan proklamasi.


BACA JUGA:
Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Beserta Sejarahnya

Perasaan haru dan bahagia terpancar saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tanpa diiringi musik, namun hampir semua pihak yang hadir ikut mengucurkan air mata bahagia karena terbawa suasana.

BACA JUGA:
Soeharto Kumpulkan Pemuda Lucuti Senjata Jepang Saat Tahu Kemerdekaan Indonesia Telah Diproklamasikan

Namun sayangnya, setelah pembacaan proklamasi, situasi Jakarta menjadi terancam dan tak kondusif. Hal ini terungkap dalam buku &amp;ldquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; yang ditulis oleh Adhe Riyanto,

Hal itu disebabkan oleh adanya bentrokan diantara laskar rakyat dan pemuda melawan pasukan Jepang. Soekarno pun berusaha mencari cara supaya situasi Jakarta tidak menjadi semakin gawat.

Menurut pemuda, meski berita kemerdekaan sudah menyebar namun rakyat belum melihat adanya perubahan. Akhirnya, pada 19 September 1945, Soekarno berpidato di Lapangan Ikada, Jakarta. Acara ini dihadiri ribuan rakyat yang memekikkan teriakan, &amp;ldquo;Merdeka! Merdeka!&amp;rdquo;.
Sementara itu, di tengah hiruk pikuk euforia kemerdekaan, Soekarno resmi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Sebab, Soekarno merupakan tokoh penting dalam persiapan kemerdekaan dan memiliki karakter pemimpin yang kuat.



Dengan terpilihnya Soekarno sebagai Presiden, maka ia diharuskan untuk membawa keluarganya pindah ke Yogyakarta. Fatmawati selaku istri dari Soekarno dengan setia mendampingi suaminya yang menjabat sebagai presiden.



Tidak lama setelah itu, Soekarno dan Fatmawati mendapat kebahagiaan karena akan dikaruniai buah hati kedua. Pada 23 Januari 1946, lahirlah seorang bayi perempuan yang bernama Dyah Pertama Megawati Soekarnoputri.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;  Hari Kemerdekaan Indonesia sebentar lagi akan tiba. Tepat pada 17 Agustus menjadi hari bersejarah dan saksi saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.
Menurut sejarah, pada 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan oleh Soekarno yang dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur No.56. Hatta dan sejumlah pemuda turut hadir menyaksikan proses pembacaan proklamasi.


BACA JUGA:
Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Beserta Sejarahnya

Perasaan haru dan bahagia terpancar saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tanpa diiringi musik, namun hampir semua pihak yang hadir ikut mengucurkan air mata bahagia karena terbawa suasana.

BACA JUGA:
Soeharto Kumpulkan Pemuda Lucuti Senjata Jepang Saat Tahu Kemerdekaan Indonesia Telah Diproklamasikan

Namun sayangnya, setelah pembacaan proklamasi, situasi Jakarta menjadi terancam dan tak kondusif. Hal ini terungkap dalam buku &amp;ldquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; yang ditulis oleh Adhe Riyanto,

Hal itu disebabkan oleh adanya bentrokan diantara laskar rakyat dan pemuda melawan pasukan Jepang. Soekarno pun berusaha mencari cara supaya situasi Jakarta tidak menjadi semakin gawat.

Menurut pemuda, meski berita kemerdekaan sudah menyebar namun rakyat belum melihat adanya perubahan. Akhirnya, pada 19 September 1945, Soekarno berpidato di Lapangan Ikada, Jakarta. Acara ini dihadiri ribuan rakyat yang memekikkan teriakan, &amp;ldquo;Merdeka! Merdeka!&amp;rdquo;.
Sementara itu, di tengah hiruk pikuk euforia kemerdekaan, Soekarno resmi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Sebab, Soekarno merupakan tokoh penting dalam persiapan kemerdekaan dan memiliki karakter pemimpin yang kuat.



Dengan terpilihnya Soekarno sebagai Presiden, maka ia diharuskan untuk membawa keluarganya pindah ke Yogyakarta. Fatmawati selaku istri dari Soekarno dengan setia mendampingi suaminya yang menjabat sebagai presiden.



Tidak lama setelah itu, Soekarno dan Fatmawati mendapat kebahagiaan karena akan dikaruniai buah hati kedua. Pada 23 Januari 1946, lahirlah seorang bayi perempuan yang bernama Dyah Pertama Megawati Soekarnoputri.

</content:encoded></item></channel></rss>
