<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan Hamengku Buwono IX Gembira Bercampur Lega saat Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan</title><description>Ramalan Jayabaya yang ia percayai pun terbukti benar yakni Jepang tidak akan lama ada di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856931/sultan-hamengku-buwono-ix-gembira-bercampur-lega-saat-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856931/sultan-hamengku-buwono-ix-gembira-bercampur-lega-saat-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan"/><item><title>Sultan Hamengku Buwono IX Gembira Bercampur Lega saat Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856931/sultan-hamengku-buwono-ix-gembira-bercampur-lega-saat-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2856931/sultan-hamengku-buwono-ix-gembira-bercampur-lega-saat-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856931/sultan-hamengku-buwono-ix-gembira-bercampur-lega-saat-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-HQJ7C6DTG4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Hamengku Buwono IX (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/337/2856931/sultan-hamengku-buwono-ix-gembira-bercampur-lega-saat-proklamasi-kemerdekaan-dibacakan-HQJ7C6DTG4.jpg</image><title>Sultan Hamengku Buwono IX (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kegembiraan terlihat hampir di seluruh penjuru daerah Indonesia saat Proklamasi kemerdekaan dibacakan. Kegembiraan dari seluruh warga di setiap wilayah yang ada di Indonesia pun meluap ketika mendengar Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Tak terkecuali Sultan Hamengku Buwono IX. Menurut buku &amp;lsquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rsquo;, dia mengaku sudah menunggu momen itu datang.

BACA JUGA:
Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Apa Konsekuensinya?


Sultan mengaku gembira bercampur lega saat ia mendengar tentang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Ramalan Jayabaya yang ia percayai pun terbukti benar yakni Jepang tidak akan lama ada di Indonesia.


BACA JUGA:
7 Wisata Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Nomor 1 Tempat Soekarno-Hatta Disembunyikan Para Pemuda

Karena itu, tanpa ragu-ragu sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI, tepatnya pada 18 Agustus 1945, Hamengku Buwono IX langsung mengetuk kawat kepada Sukarno-Hatta dan kepada dr. Radjiman Wediodiningrat. Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya negara Republik Indonesia.

Dengan adanya proklamasi membuktikan bahwa Indonesia sudah menjadi negara yang merdeka dari penjajah.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kegembiraan terlihat hampir di seluruh penjuru daerah Indonesia saat Proklamasi kemerdekaan dibacakan. Kegembiraan dari seluruh warga di setiap wilayah yang ada di Indonesia pun meluap ketika mendengar Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Tak terkecuali Sultan Hamengku Buwono IX. Menurut buku &amp;lsquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rsquo;, dia mengaku sudah menunggu momen itu datang.

BACA JUGA:
Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Apa Konsekuensinya?


Sultan mengaku gembira bercampur lega saat ia mendengar tentang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Ramalan Jayabaya yang ia percayai pun terbukti benar yakni Jepang tidak akan lama ada di Indonesia.


BACA JUGA:
7 Wisata Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Nomor 1 Tempat Soekarno-Hatta Disembunyikan Para Pemuda

Karena itu, tanpa ragu-ragu sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI, tepatnya pada 18 Agustus 1945, Hamengku Buwono IX langsung mengetuk kawat kepada Sukarno-Hatta dan kepada dr. Radjiman Wediodiningrat. Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya negara Republik Indonesia.

Dengan adanya proklamasi membuktikan bahwa Indonesia sudah menjadi negara yang merdeka dari penjajah.

</content:encoded></item></channel></rss>
