<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penampakan 2 Boks Kontainer dan 1 Koper Hasil Penggeledahan Kantor Basarnas</title><description>Pihak Puspom TNI dan KPK membawa dua boks kontainer, satu buah koper dan satu unit printer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2857921/ini-penampakan-2-boks-kontainer-dan-1-koper-hasil-penggeledahan-kantor-basarnas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2857921/ini-penampakan-2-boks-kontainer-dan-1-koper-hasil-penggeledahan-kantor-basarnas"/><item><title>Ini Penampakan 2 Boks Kontainer dan 1 Koper Hasil Penggeledahan Kantor Basarnas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2857921/ini-penampakan-2-boks-kontainer-dan-1-koper-hasil-penggeledahan-kantor-basarnas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/04/337/2857921/ini-penampakan-2-boks-kontainer-dan-1-koper-hasil-penggeledahan-kantor-basarnas</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/04/337/2857921/ini-penampakan-2-boks-kontainer-dan-1-koper-hasil-penggeledahan-kantor-basarnas-bbk2PESviH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puspom TNI dan KPK menggeledah Kantor Basarnas. (Foto: Riyan Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/04/337/2857921/ini-penampakan-2-boks-kontainer-dan-1-koper-hasil-penggeledahan-kantor-basarnas-bbk2PESviH.jpg</image><title>Puspom TNI dan KPK menggeledah Kantor Basarnas. (Foto: Riyan Rizky)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczOS81L3g4bjA1em4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan di Kantor Basarnas usai penetapan mantan Kabasarnas Marsdya TNI (Purn) Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas Letnan Kolonel Adm Afri Budi Cahyanto sebagai tersangka korupsi.

Pengamatan di Kantor Basarnas di Jalan Angkasa B.15 No. Kav 2-3, Gunung Sahari, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 17.27 WIB, tim dari Puspom TNI dan KPK keluar dari kantor Basarnas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Geledah Kantor Basarnas, TNI Buktikan Keseriusan Bongkar Kasus suap

Terlihat pihak Puspom TNI dan KPK membawa dua boks kontainer, satu buah koper dan satu unit printer yang diduga berisikan dokumen hasil penggeledahan. Kemudian barang hasil penggeledahan itu dimasukan ke dalam mobil pihak Puspom TNI dan KPK.
&amp;nbsp;
Terlihat dua boks kontainer dan satu unit printer itu dimasukkan ke dalam mobil Puspom TNI dan satu koper diletakkan dalam mobil KPK.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPK Ungkap Sudah Geledah Rumah Para Penyuap Kabasarnas Henri Alfiandi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Saat ditanya oleh awak media terkait ruangan mana dan apa saja yang digeledah, pihak Puspom TNI maupun KPK tak banyak bicara.Seperti diketahui, Penyidik Puspom TNI menetapkan Kabasarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Henri Alfiandi dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letnan Kolonel Adm, Afri Budi Cahyanto sebagai tersangka kasus suap proyek alat deteksi reruntuhan.



Agung mengatakan keduanya saat ini telah ditahan di Instalasi Tahanan Militer milik Pusat Polisi Militer Angkatan Udara Halim Perdanakusuma.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczOS81L3g4bjA1em4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan di Kantor Basarnas usai penetapan mantan Kabasarnas Marsdya TNI (Purn) Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas Letnan Kolonel Adm Afri Budi Cahyanto sebagai tersangka korupsi.

Pengamatan di Kantor Basarnas di Jalan Angkasa B.15 No. Kav 2-3, Gunung Sahari, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 17.27 WIB, tim dari Puspom TNI dan KPK keluar dari kantor Basarnas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Geledah Kantor Basarnas, TNI Buktikan Keseriusan Bongkar Kasus suap

Terlihat pihak Puspom TNI dan KPK membawa dua boks kontainer, satu buah koper dan satu unit printer yang diduga berisikan dokumen hasil penggeledahan. Kemudian barang hasil penggeledahan itu dimasukan ke dalam mobil pihak Puspom TNI dan KPK.
&amp;nbsp;
Terlihat dua boks kontainer dan satu unit printer itu dimasukkan ke dalam mobil Puspom TNI dan satu koper diletakkan dalam mobil KPK.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPK Ungkap Sudah Geledah Rumah Para Penyuap Kabasarnas Henri Alfiandi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Saat ditanya oleh awak media terkait ruangan mana dan apa saja yang digeledah, pihak Puspom TNI maupun KPK tak banyak bicara.Seperti diketahui, Penyidik Puspom TNI menetapkan Kabasarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Henri Alfiandi dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letnan Kolonel Adm, Afri Budi Cahyanto sebagai tersangka kasus suap proyek alat deteksi reruntuhan.



Agung mengatakan keduanya saat ini telah ditahan di Instalasi Tahanan Militer milik Pusat Polisi Militer Angkatan Udara Halim Perdanakusuma.



</content:encoded></item></channel></rss>
