<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekor Dunia Angklung Jadi Hadiah Spesial HUT Ke-78 RI</title><description>Rekor Dunia Angklung Jadi Hadiah Spesial HUT Ke-78 RI
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858632/rekor-dunia-angklung-jadi-hadiah-spesial-hut-ke-78-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858632/rekor-dunia-angklung-jadi-hadiah-spesial-hut-ke-78-ri"/><item><title>Rekor Dunia Angklung Jadi Hadiah Spesial HUT Ke-78 RI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858632/rekor-dunia-angklung-jadi-hadiah-spesial-hut-ke-78-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858632/rekor-dunia-angklung-jadi-hadiah-spesial-hut-ke-78-ri</guid><pubDate>Minggu 06 Agustus 2023 08:24 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/06/337/2858632/rekor-dunia-angklung-jadi-hadiah-spesial-hut-ke-78-ri-Nojy5Ld6jY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pagelaran angklung pecahkan rekor dunia. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/06/337/2858632/rekor-dunia-angklung-jadi-hadiah-spesial-hut-ke-78-ri-Nojy5Ld6jY.jpg</image><title>Pagelaran angklung pecahkan rekor dunia. (MPI)</title></images><description>



JAKARTA - Pemecahan rekor dunia atau Guinness World of Records (GWR) kategori pagelaran angklung terbesar (The Largest Angklung Ensemble) yang dikukuhkan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Sabtu (5/8/2023) malam menjadi kado spesial bagi kemerdekaan Indonesia ke-78.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Oase KIM (Oase Kabinet Indonesia Maju) tersebut, para peserta memainkan sejumlah lagu nasional, lagu internasional secara harmoni dan kompak. Total ada 15.110 peserta yang memainkan alat musik tradisional angklung.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres RI Ma'ruf Amin dan bersama jajaran pejabat di lingkungan pemerintahan Kabinet Indonesia Maju tampak hadir dalam pemecahan rekor dunia tersebut.

Ketua Panitia, Tri Tito Karnavian mengatakan kegiatan tersebut adalah puncak upaya pemecahan rekor dunia pagelaran angklung terbesar di dunia, yang diselenggarakan kementerian dan lembaga negara, organisasi perempuan, komunitas, dan masyarakat.

&quot;Ini adalah prakarsa Ibu Negara Iriana Joko Widodo, karena beliau sangat memperhatikan dan mencintai seni budaya Indonesia yaitu alat musik tradisional angklung yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan tak benda pada 2020,&quot; ujar Tri Tito dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/8/2023) pagi.






BACA JUGA:
Momen Jokowi Ikut Berdendang Nikmati Lantunan Angklung di GBK&amp;nbsp; &amp;nbsp;








Kegiatan tersebut juga dikatakannya  sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap ekonomi kreatif alat musik tradisional angklung.





BACA JUGA:
Salma Salsabil Tampil di Konser Angklung Terbesar di Dunia, Sukses Bikin Presiden Jokowi Tersenyum&amp;nbsp; &amp;nbsp;









&quot;Dan tentunya ibu Iriana Joko Widodo juga ingin angklung bangkit kembali setelah dampak pandemi Covid-19 pada seniman dan industri angklung. Kita harapkan hari ini berhasil mempersembahkan hadiah terbaik kepada Indonesia pada hari ulang tahun ke-78 Indonesia,&quot; tuturnya.

Salah satu peserta pagelaran angklung, Dian mengatakan dirinya sangat excited dan bangga sekali bisa turut serta dalam upaya pemecahan rekor dunia.

&quot;Kita ikut berperan serta dalam penghargaan rekor dunia. Pengalaman berharga untuk kami. Saya berharap mudah-mudahan ada budaya dan peninggalan leluhur kita yang bisa kita tunjukkan lagi seperti ini supaya lebih dikenal dunia,&quot; kata Dian.



Sementara itu, peserta lainnya Nurul berharap momen tersebut dapat semakin mengangkat Indonesia di mata dunia.



&quot;Khususnya mengangkat angklung yang sudah diakui UNESCO sebagai alat musik yang berasal dari Indonesia. Dan tentunya kami berharap akan ada alat-alat musik tradisional lainnya yang dapat memecahkan rekor dunia,&quot; ucap Nurul.



Renandi peserta lainnya menyebutkan pihaknya sudah melakukan persiapan cukup lama. &quot;Persiapannya sudah selama lima bulan. Kita sangat serius latihan untuk mengejar rekor dunia,&quot; kata dia.







BACA JUGA:
Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Pergelaran Angklung Diikuti 15.110 Peserta









Rena peserta lainnya mengaku sudah berlatih selama tiga bulan. Latihan juga dilakukan dengan tertib, rapi, dan riang gembira.



Kemudian peserta lainnya Vidi menyebutkan untuk mencapai pemecahan rekor tersebut bukan hal yang mudah karena para peserta harus berlatih bersama-sama.



&quot;Kekompakan amat penting karena kita banyak acara masing-masing. Jadi untuk menyatukan waktu untuk latihan bersama itu jadi tantangan. Tapi kita berhasil mengatasinya,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>



JAKARTA - Pemecahan rekor dunia atau Guinness World of Records (GWR) kategori pagelaran angklung terbesar (The Largest Angklung Ensemble) yang dikukuhkan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Sabtu (5/8/2023) malam menjadi kado spesial bagi kemerdekaan Indonesia ke-78.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Oase KIM (Oase Kabinet Indonesia Maju) tersebut, para peserta memainkan sejumlah lagu nasional, lagu internasional secara harmoni dan kompak. Total ada 15.110 peserta yang memainkan alat musik tradisional angklung.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres RI Ma'ruf Amin dan bersama jajaran pejabat di lingkungan pemerintahan Kabinet Indonesia Maju tampak hadir dalam pemecahan rekor dunia tersebut.

Ketua Panitia, Tri Tito Karnavian mengatakan kegiatan tersebut adalah puncak upaya pemecahan rekor dunia pagelaran angklung terbesar di dunia, yang diselenggarakan kementerian dan lembaga negara, organisasi perempuan, komunitas, dan masyarakat.

&quot;Ini adalah prakarsa Ibu Negara Iriana Joko Widodo, karena beliau sangat memperhatikan dan mencintai seni budaya Indonesia yaitu alat musik tradisional angklung yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan tak benda pada 2020,&quot; ujar Tri Tito dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/8/2023) pagi.






BACA JUGA:
Momen Jokowi Ikut Berdendang Nikmati Lantunan Angklung di GBK&amp;nbsp; &amp;nbsp;








Kegiatan tersebut juga dikatakannya  sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap ekonomi kreatif alat musik tradisional angklung.





BACA JUGA:
Salma Salsabil Tampil di Konser Angklung Terbesar di Dunia, Sukses Bikin Presiden Jokowi Tersenyum&amp;nbsp; &amp;nbsp;









&quot;Dan tentunya ibu Iriana Joko Widodo juga ingin angklung bangkit kembali setelah dampak pandemi Covid-19 pada seniman dan industri angklung. Kita harapkan hari ini berhasil mempersembahkan hadiah terbaik kepada Indonesia pada hari ulang tahun ke-78 Indonesia,&quot; tuturnya.

Salah satu peserta pagelaran angklung, Dian mengatakan dirinya sangat excited dan bangga sekali bisa turut serta dalam upaya pemecahan rekor dunia.

&quot;Kita ikut berperan serta dalam penghargaan rekor dunia. Pengalaman berharga untuk kami. Saya berharap mudah-mudahan ada budaya dan peninggalan leluhur kita yang bisa kita tunjukkan lagi seperti ini supaya lebih dikenal dunia,&quot; kata Dian.



Sementara itu, peserta lainnya Nurul berharap momen tersebut dapat semakin mengangkat Indonesia di mata dunia.



&quot;Khususnya mengangkat angklung yang sudah diakui UNESCO sebagai alat musik yang berasal dari Indonesia. Dan tentunya kami berharap akan ada alat-alat musik tradisional lainnya yang dapat memecahkan rekor dunia,&quot; ucap Nurul.



Renandi peserta lainnya menyebutkan pihaknya sudah melakukan persiapan cukup lama. &quot;Persiapannya sudah selama lima bulan. Kita sangat serius latihan untuk mengejar rekor dunia,&quot; kata dia.







BACA JUGA:
Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Pergelaran Angklung Diikuti 15.110 Peserta









Rena peserta lainnya mengaku sudah berlatih selama tiga bulan. Latihan juga dilakukan dengan tertib, rapi, dan riang gembira.



Kemudian peserta lainnya Vidi menyebutkan untuk mencapai pemecahan rekor tersebut bukan hal yang mudah karena para peserta harus berlatih bersama-sama.



&quot;Kekompakan amat penting karena kita banyak acara masing-masing. Jadi untuk menyatukan waktu untuk latihan bersama itu jadi tantangan. Tapi kita berhasil mengatasinya,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
