<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: 23 Kali Gempa Susulan Guncang Sigi Sulteng</title><description>BMKG melaporkan sebanyak 23 kali gempa susulan mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) sejak pagi tadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858865/bmkg-23-kali-gempa-susulan-guncang-sigi-sulteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858865/bmkg-23-kali-gempa-susulan-guncang-sigi-sulteng"/><item><title>BMKG: 23 Kali Gempa Susulan Guncang Sigi Sulteng</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858865/bmkg-23-kali-gempa-susulan-guncang-sigi-sulteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/06/337/2858865/bmkg-23-kali-gempa-susulan-guncang-sigi-sulteng</guid><pubDate>Minggu 06 Agustus 2023 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/06/337/2858865/bmkg-23-kali-gempa-susulan-guncang-sigi-sulteng-EaDUjgvfhW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/06/337/2858865/bmkg-23-kali-gempa-susulan-guncang-sigi-sulteng-EaDUjgvfhW.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNi8xLzE2ODg0MS81L3g4bjFpOGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 23 kali gempa susulan mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) sejak pagi tadi.
&quot;Hingga pukul 17.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan rangkaian gempabumi ini memiliki total 23 kali aktivitas gempabumi sejak gempabumi M5.3 Pukul 08.44.32 WIB, dengan magnitudo susulan terbesar M4.7,&quot; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, Minggu (6/8/2023).

BACA JUGA:
Bacaleg Abdul Khaliq Sosialisasikan KTA Berasuransi Perindo di Bandung

Sebelumnya, gempa terjadi dengan kekuatan M5,3 pagi tadi pukul 08.44 WIB. Kemudian pada pukul 17.09.22 WIB wilayah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut 98 Juta Masyarakat Indonesia Dapat Akses Kesehatan Gratis

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,14&amp;deg; LS ; 120,16&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Torue, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Zona Palolo Graben,&quot; ungkap Daryono.
Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Lengkap Final Australia Open 2023: Tanpa Wakil Indonesia, Korea Selatan dan China Berbagi Gelar

&quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; tegas Daryono.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rusia Lancarkan Serangan Udara Bergelombang ke Ukraina, Puluhan Rudal dan Drone Dikerahkan

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Sigi dengan skala intensitas IV-V MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Parigi dengan skala intensitas III-IV MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan daerah Palu dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNi8xLzE2ODg0MS81L3g4bjFpOGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 23 kali gempa susulan mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) sejak pagi tadi.
&quot;Hingga pukul 17.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan rangkaian gempabumi ini memiliki total 23 kali aktivitas gempabumi sejak gempabumi M5.3 Pukul 08.44.32 WIB, dengan magnitudo susulan terbesar M4.7,&quot; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, Minggu (6/8/2023).

BACA JUGA:
Bacaleg Abdul Khaliq Sosialisasikan KTA Berasuransi Perindo di Bandung

Sebelumnya, gempa terjadi dengan kekuatan M5,3 pagi tadi pukul 08.44 WIB. Kemudian pada pukul 17.09.22 WIB wilayah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut 98 Juta Masyarakat Indonesia Dapat Akses Kesehatan Gratis

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,14&amp;deg; LS ; 120,16&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Torue, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Zona Palolo Graben,&quot; ungkap Daryono.
Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Lengkap Final Australia Open 2023: Tanpa Wakil Indonesia, Korea Selatan dan China Berbagi Gelar

&quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; tegas Daryono.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rusia Lancarkan Serangan Udara Bergelombang ke Ukraina, Puluhan Rudal dan Drone Dikerahkan

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Sigi dengan skala intensitas IV-V MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Parigi dengan skala intensitas III-IV MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan daerah Palu dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

</content:encoded></item></channel></rss>
