<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ukraina Sebut Pembicaraan KTT Perdamaian di Saudi Produktif, Rusia Bereaksi Negatif</title><description>Pertemuan ini diikuti oleh lebih dari 40 negara dan organisasi internasional, tanpa kehadiran Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/18/2859091/ukraina-sebut-pembicaraan-ktt-perdamaian-di-saudi-produktif-rusia-bereaksi-negatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/07/18/2859091/ukraina-sebut-pembicaraan-ktt-perdamaian-di-saudi-produktif-rusia-bereaksi-negatif"/><item><title>Ukraina Sebut Pembicaraan KTT Perdamaian di Saudi Produktif, Rusia Bereaksi Negatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/18/2859091/ukraina-sebut-pembicaraan-ktt-perdamaian-di-saudi-produktif-rusia-bereaksi-negatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/07/18/2859091/ukraina-sebut-pembicaraan-ktt-perdamaian-di-saudi-produktif-rusia-bereaksi-negatif</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 08:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/18/2859091/ukraina-sebut-pembicaraan-ktt-perdamaian-di-saudi-produktif-rusia-bereaksi-negatif-ddKMZVtfLA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/18/2859091/ukraina-sebut-pembicaraan-ktt-perdamaian-di-saudi-produktif-rusia-bereaksi-negatif-ddKMZVtfLA.jpeg</image><title></title></images><description>


JEDDAH - Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan pada Minggu, (6/8/2023) bahwa pembicaraan di Jeddah, Arab Saudi untuk membuat kemajuan menuju penyelesaian damai perang dengan Rusia telah produktif. Di sisi lain, Rusia menyebut pertemuan itu sebagai upaya yang gagal untuk mengalihkan dukungan Global Selatan kepada Ukraina.

BACA JUGA:
Indonesia Akan Hadiri KTT Perdamaian Ukraina di Jeddah, Arab Saudi

Lebih dari 40 negara, termasuk China, India, Amerika Serikat (AS), Indonesia, dan negara-negara Eropa, ikut serta dalam pembicaraan Jeddah yang berakhir pada Minggu itu. Namun, Rusia, yang terlibat konflik dengan Ukraina, tidak diundang.
Ukraina dan sekutunya menyebut pembicaraan itu sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan internasional yang luas untuk prinsip-prinsip yang diinginkan Kyiv sebagai dasar perdamaian, termasuk penarikan semua pasukan Rusia dan pengembalian semua wilayah Ukraina ke kendalinya.
Presiden Volodymir Zelensky mengatakan dia ingin KTT global berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip itu akhir tahun ini.

BACA JUGA:
Pewakilan 40 Negara, Termasuk Indonesia, Hadiri Pertemuan Penasihat Keamanan Nasional di Jeddah

Kementerian Media Arab Saudi mengatakan para peserta telah menyepakati pentingnya melanjutkan konsultasi untuk membuka jalan bagi perdamaian. Pejabat Eropa mengatakan para peserta berencana untuk membentuk kelompok kerja untuk mengatasi masalah khusus yang ditimbulkan oleh perang.Delapan belas bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina, setiap prospek pembicaraan damai langsung antara Kyiv dan Moskow tampak jauh karena pertempuran berkecamuk di sepanjang garis depan.
Berbicara tentang pembicaraan Jeddah, kepala staf Zelensky, Andriy Yermak mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters: &quot;Kami melakukan konsultasi yang sangat produktif tentang prinsip-prinsip utama yang harus dibangun perdamaian yang adil dan abadi.&quot;

BACA JUGA:
Jadi Tuan Rumah KTT Perang Ukraina, Pangeran Arab Saudi MBS Ingin Lebih dari Sekadar Perdamaian

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dikutip oleh media pemerintah pada Minggu mengatakan pertemuan itu adalah &quot;cerminan dari upaya Barat untuk melanjutkan upaya yang sia-sia dan gagal&quot; untuk memobilisasi Global Selatan di belakang posisi Zelensky.
Sementara negara-negara Barat secara luas mendukung Ukraina, banyak negara lain enggan memihak meskipun mereka ingin mengakhiri konflik yang telah menghantam ekonomi global.Partisipasi China, yang menjauh dari putaran pembicaraan sebelumnya di Kopenhagen dan telah menghindari seruan Barat untuk mengutuk invasi Rusia, mengisyaratkan kemungkinan perubahan dalam pendiriannya tetapi bukan perubahan besar, kata para analis.
Diplomat Barat juga menekankan peran Arab Saudi dalam mengumpulkan kelompok negara yang lebih luas untuk ambil bagian, memanfaatkan hubungannya yang berkembang dengan Beijing dan hubungannya yang berkelanjutan dengan Moskow dan Kyiv.
Yermak mengatakan sudut pandang yang berbeda muncul selama pembicaraan di Arab Saudi, menyebut mereka &quot;percakapan yang sangat jujur dan terbuka&quot;.
Dia mengatakan semua negara yang hadir telah menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara yang tidak dapat diganggu gugat.</description><content:encoded>


JEDDAH - Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan pada Minggu, (6/8/2023) bahwa pembicaraan di Jeddah, Arab Saudi untuk membuat kemajuan menuju penyelesaian damai perang dengan Rusia telah produktif. Di sisi lain, Rusia menyebut pertemuan itu sebagai upaya yang gagal untuk mengalihkan dukungan Global Selatan kepada Ukraina.

BACA JUGA:
Indonesia Akan Hadiri KTT Perdamaian Ukraina di Jeddah, Arab Saudi

Lebih dari 40 negara, termasuk China, India, Amerika Serikat (AS), Indonesia, dan negara-negara Eropa, ikut serta dalam pembicaraan Jeddah yang berakhir pada Minggu itu. Namun, Rusia, yang terlibat konflik dengan Ukraina, tidak diundang.
Ukraina dan sekutunya menyebut pembicaraan itu sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan internasional yang luas untuk prinsip-prinsip yang diinginkan Kyiv sebagai dasar perdamaian, termasuk penarikan semua pasukan Rusia dan pengembalian semua wilayah Ukraina ke kendalinya.
Presiden Volodymir Zelensky mengatakan dia ingin KTT global berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip itu akhir tahun ini.

BACA JUGA:
Pewakilan 40 Negara, Termasuk Indonesia, Hadiri Pertemuan Penasihat Keamanan Nasional di Jeddah

Kementerian Media Arab Saudi mengatakan para peserta telah menyepakati pentingnya melanjutkan konsultasi untuk membuka jalan bagi perdamaian. Pejabat Eropa mengatakan para peserta berencana untuk membentuk kelompok kerja untuk mengatasi masalah khusus yang ditimbulkan oleh perang.Delapan belas bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina, setiap prospek pembicaraan damai langsung antara Kyiv dan Moskow tampak jauh karena pertempuran berkecamuk di sepanjang garis depan.
Berbicara tentang pembicaraan Jeddah, kepala staf Zelensky, Andriy Yermak mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters: &quot;Kami melakukan konsultasi yang sangat produktif tentang prinsip-prinsip utama yang harus dibangun perdamaian yang adil dan abadi.&quot;

BACA JUGA:
Jadi Tuan Rumah KTT Perang Ukraina, Pangeran Arab Saudi MBS Ingin Lebih dari Sekadar Perdamaian

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dikutip oleh media pemerintah pada Minggu mengatakan pertemuan itu adalah &quot;cerminan dari upaya Barat untuk melanjutkan upaya yang sia-sia dan gagal&quot; untuk memobilisasi Global Selatan di belakang posisi Zelensky.
Sementara negara-negara Barat secara luas mendukung Ukraina, banyak negara lain enggan memihak meskipun mereka ingin mengakhiri konflik yang telah menghantam ekonomi global.Partisipasi China, yang menjauh dari putaran pembicaraan sebelumnya di Kopenhagen dan telah menghindari seruan Barat untuk mengutuk invasi Rusia, mengisyaratkan kemungkinan perubahan dalam pendiriannya tetapi bukan perubahan besar, kata para analis.
Diplomat Barat juga menekankan peran Arab Saudi dalam mengumpulkan kelompok negara yang lebih luas untuk ambil bagian, memanfaatkan hubungannya yang berkembang dengan Beijing dan hubungannya yang berkelanjutan dengan Moskow dan Kyiv.
Yermak mengatakan sudut pandang yang berbeda muncul selama pembicaraan di Arab Saudi, menyebut mereka &quot;percakapan yang sangat jujur dan terbuka&quot;.
Dia mengatakan semua negara yang hadir telah menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara yang tidak dapat diganggu gugat.</content:encoded></item></channel></rss>
