<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Analisis Geologi Terkait Gempa M5,3 di Sigi Sulawesi Tengah</title><description>Gempa mengguncang wilayah Sigi dan sekitarnya, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Minggu 6 Agustus 2023 pagi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859045/analisis-geologi-terkait-gempa-m5-3-di-sigi-sulawesi-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859045/analisis-geologi-terkait-gempa-m5-3-di-sigi-sulawesi-tengah"/><item><title>Analisis Geologi Terkait Gempa M5,3 di Sigi Sulawesi Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859045/analisis-geologi-terkait-gempa-m5-3-di-sigi-sulawesi-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859045/analisis-geologi-terkait-gempa-m5-3-di-sigi-sulawesi-tengah</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 06:51 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/337/2859045/analisis-geologi-terkait-gempa-m5-3-di-sigi-sulawesi-tengah-xLUtBYEuZH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/337/2859045/analisis-geologi-terkait-gempa-m5-3-di-sigi-sulawesi-tengah-xLUtBYEuZH.jpg</image><title>Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan analisis geologi gempa dengan kekuatan Magnitudo (M)5,3 yang mengguncang wilayah Sigi dan sekitarnya, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Minggu 6 Agustus 2023 pagi.

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 120,16 BT dan 1,14 LS, berjarak sekitar 26,10 km tenggara Kota Bora (Ibu kota Kabupaten Sigi) atau sekitar 42,8 km tenggara Kota Palu, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km.

BACA JUGA:
Gempa Terus Mengguncang Bali pada Senin Dini Hari


PVMBG mengatakan, lokasi pusat gempa bumi mempunyai morfologi wilayah di sekitar lokasi pusat gempa bumi pada umumnya berupa perbukitan bergelombang hingga terjal, lembah dan dataran bergelombang.

Menurut data Badan Geologi daerah tersebut tersusun oleh dominan tanah keras dan batuan. Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur Tersier (batuan sedimen dan batu beku) dan Pra Tersier (batuan metamorf dan metasedimen), serta endapan Kuarter berupa aluvial rombakan.

&amp;ldquo;Sebagian batuan berumur Tersier dan Pra Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi,&amp;rdquo; ungkap PVMBG dalam keterangan resminya, Senin (7/8/2023).

BACA JUGA:
Gempa M5,1 Guncang Bali, Tak Berpotensi Tsunami


Selain itu, kata PVMBG, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

&amp;ldquo;Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah barat laut &amp;ndash; tenggara. Menurut data Badan Geologi terdapat sesar berarah barat laut &amp;ndash; tenggara di sekitar lokasi pusat gempa bumi,&amp;rdquo; katanya.


Sementara itu, dari kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan terjadinya bencana berupa 10 rumah mengalami rusak ringan dan 3 rumah rusak berat di Desa Lembangtongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Kabupaten Sigi pada skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity).



&amp;ldquo;Sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi dan sebagian lainnya pada KRB gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat,&amp;rdquo; ungkap PVMBG.

BACA JUGA:
Gempa M4,4 Guncang Pulau Panjang NTB




Lebih lanjut, PVMBG merekomendasikan agar bangunan di Kabupaten Sigi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan, dan harus dilengkapi dengan jalur serta tempat evakuasi.



&amp;ldquo;Oleh karena wilayah Kabupaten Sigi tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan analisis geologi gempa dengan kekuatan Magnitudo (M)5,3 yang mengguncang wilayah Sigi dan sekitarnya, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Minggu 6 Agustus 2023 pagi.

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 120,16 BT dan 1,14 LS, berjarak sekitar 26,10 km tenggara Kota Bora (Ibu kota Kabupaten Sigi) atau sekitar 42,8 km tenggara Kota Palu, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km.

BACA JUGA:
Gempa Terus Mengguncang Bali pada Senin Dini Hari


PVMBG mengatakan, lokasi pusat gempa bumi mempunyai morfologi wilayah di sekitar lokasi pusat gempa bumi pada umumnya berupa perbukitan bergelombang hingga terjal, lembah dan dataran bergelombang.

Menurut data Badan Geologi daerah tersebut tersusun oleh dominan tanah keras dan batuan. Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur Tersier (batuan sedimen dan batu beku) dan Pra Tersier (batuan metamorf dan metasedimen), serta endapan Kuarter berupa aluvial rombakan.

&amp;ldquo;Sebagian batuan berumur Tersier dan Pra Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi,&amp;rdquo; ungkap PVMBG dalam keterangan resminya, Senin (7/8/2023).

BACA JUGA:
Gempa M5,1 Guncang Bali, Tak Berpotensi Tsunami


Selain itu, kata PVMBG, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

&amp;ldquo;Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah barat laut &amp;ndash; tenggara. Menurut data Badan Geologi terdapat sesar berarah barat laut &amp;ndash; tenggara di sekitar lokasi pusat gempa bumi,&amp;rdquo; katanya.


Sementara itu, dari kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan terjadinya bencana berupa 10 rumah mengalami rusak ringan dan 3 rumah rusak berat di Desa Lembangtongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Kabupaten Sigi pada skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity).



&amp;ldquo;Sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi dan sebagian lainnya pada KRB gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat,&amp;rdquo; ungkap PVMBG.

BACA JUGA:
Gempa M4,4 Guncang Pulau Panjang NTB




Lebih lanjut, PVMBG merekomendasikan agar bangunan di Kabupaten Sigi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan, dan harus dilengkapi dengan jalur serta tempat evakuasi.



&amp;ldquo;Oleh karena wilayah Kabupaten Sigi tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
