<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosok Fatmawati Soekarno, Menjahit Bendera Merah Putih untuk Kemerdekaan RI Saat Sedang Hamil</title><description>PROFIL Fatmawati Soekarno kiranya menarik untuk diketahui</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859500/sosok-fatmawati-soekarno-menjahit-bendera-merah-putih-untuk-kemerdekaan-ri-saat-sedang-hamil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859500/sosok-fatmawati-soekarno-menjahit-bendera-merah-putih-untuk-kemerdekaan-ri-saat-sedang-hamil"/><item><title>Sosok Fatmawati Soekarno, Menjahit Bendera Merah Putih untuk Kemerdekaan RI Saat Sedang Hamil</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859500/sosok-fatmawati-soekarno-menjahit-bendera-merah-putih-untuk-kemerdekaan-ri-saat-sedang-hamil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859500/sosok-fatmawati-soekarno-menjahit-bendera-merah-putih-untuk-kemerdekaan-ri-saat-sedang-hamil</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Raniah Tamarisha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/337/2859500/sosok-fatmawati-soekarno-menjahit-bendera-merah-putih-untuk-kemerdekaan-ri-saat-sedang-hamil-zv7qB69WPO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno dan Fatmawati (Foto: Arsip Nasional)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/337/2859500/sosok-fatmawati-soekarno-menjahit-bendera-merah-putih-untuk-kemerdekaan-ri-saat-sedang-hamil-zv7qB69WPO.jpg</image><title>Soekarno dan Fatmawati (Foto: Arsip Nasional)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODcxNC81L3g4bXpjaDU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PROFIL Fatmawati Soekarno kiranya menarik untuk diketahui. Selain istri dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, Fatmawati punya peran penting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Fatmawati adalah orang yang menjahit bendera Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pertama kali secara resmi pada kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Fatmawati lahir di Bengkulu, pada 5 Februari 1923.

Ia kemudian wafat di Kuala Lumpur, Malaysia pada 14 Mei 1980 diumur 57 tahun dan dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Fatmawai merupakan putri dari pasangan Hassan Din dan Siti Chodijah yang memiliki darah minangkabau.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Megawati Soekarnoputri Kunker Bersama BRIN ke Bali Tinjau Kawasan Sains dan Teknologi di Tabanan

Fatmawati dan Soekarno menikah pada 1 Juni 1943. Mereka memiliki 5 orang anak yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Selang setahun pernikahan Fatmawati dan Soekarno, Jepang menjanjikan akan memerdekakan Indonesia. Fatmawati pun berfikir untuk menjahit bendera Merah-Putih saat hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Namun pada masa itu, sulit untuk menemukan kain berwarna merah dan putih. Namun berkat bantuan Shimizu, seorang yang ditunjuk Jepang untuk menjadi perantara perundingan Jepang-Indonesia akhirnya Fatmawati mendapatkan kain Merah-Putih.
Fatmawati menjahit bendera merah putih saat sedang hamil tua. Walau dalam kondirsi yang rentan, ia tetap memaksakan diri untuk menjahit benderah kebesaran tersebut. Akhirnya di hari Kemerdekaan RI, bendera Merah-Putih dikibarkan untuk pertama kalinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi yang Ikut Berperan Culik Soekarno-Hatta

Bendera tersebut diberikan kepada pemudi bernama S.K Trimurti dan kemudian diserahkan kepada Latief Hendraningrat dan Soehoed untuk dikibarkan seiring dengan berkumandangnya lagu Indonesa Raya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODcxNC81L3g4bXpjaDU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PROFIL Fatmawati Soekarno kiranya menarik untuk diketahui. Selain istri dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, Fatmawati punya peran penting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Fatmawati adalah orang yang menjahit bendera Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pertama kali secara resmi pada kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Fatmawati lahir di Bengkulu, pada 5 Februari 1923.

Ia kemudian wafat di Kuala Lumpur, Malaysia pada 14 Mei 1980 diumur 57 tahun dan dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Fatmawai merupakan putri dari pasangan Hassan Din dan Siti Chodijah yang memiliki darah minangkabau.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Megawati Soekarnoputri Kunker Bersama BRIN ke Bali Tinjau Kawasan Sains dan Teknologi di Tabanan

Fatmawati dan Soekarno menikah pada 1 Juni 1943. Mereka memiliki 5 orang anak yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Selang setahun pernikahan Fatmawati dan Soekarno, Jepang menjanjikan akan memerdekakan Indonesia. Fatmawati pun berfikir untuk menjahit bendera Merah-Putih saat hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Namun pada masa itu, sulit untuk menemukan kain berwarna merah dan putih. Namun berkat bantuan Shimizu, seorang yang ditunjuk Jepang untuk menjadi perantara perundingan Jepang-Indonesia akhirnya Fatmawati mendapatkan kain Merah-Putih.
Fatmawati menjahit bendera merah putih saat sedang hamil tua. Walau dalam kondirsi yang rentan, ia tetap memaksakan diri untuk menjahit benderah kebesaran tersebut. Akhirnya di hari Kemerdekaan RI, bendera Merah-Putih dikibarkan untuk pertama kalinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi yang Ikut Berperan Culik Soekarno-Hatta

Bendera tersebut diberikan kepada pemudi bernama S.K Trimurti dan kemudian diserahkan kepada Latief Hendraningrat dan Soehoed untuk dikibarkan seiring dengan berkumandangnya lagu Indonesa Raya.</content:encoded></item></channel></rss>
