<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terima Kunjungan Ketua Parlemen Vietnam, Jokowi Bahas ZEE hingga Investasi    </title><description>Jokowi kembali menekankan peran penting parlemen sebagai cerminan keterwakilan rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859734/terima-kunjungan-ketua-parlemen-vietnam-jokowi-bahas-zee-hingga-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859734/terima-kunjungan-ketua-parlemen-vietnam-jokowi-bahas-zee-hingga-investasi"/><item><title>Terima Kunjungan Ketua Parlemen Vietnam, Jokowi Bahas ZEE hingga Investasi    </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859734/terima-kunjungan-ketua-parlemen-vietnam-jokowi-bahas-zee-hingga-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/07/337/2859734/terima-kunjungan-ketua-parlemen-vietnam-jokowi-bahas-zee-hingga-investasi</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/337/2859734/terima-kunjungan-ketua-parlemen-vietnam-jokowi-bahas-zee-hingga-investasi-VgbyhmAb6h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi bertemu Ketua Parlemen Vietnam. (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/337/2859734/terima-kunjungan-ketua-parlemen-vietnam-jokowi-bahas-zee-hingga-investasi-VgbyhmAb6h.jpg</image><title>Jokowi bertemu Ketua Parlemen Vietnam. (Foto: BPMI)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Vietnam, Vuong Dinh Hue, beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 7 Agustus 2023. Dalam pidato pembukanya, Jokowi kembali menekankan peran penting parlemen sebagai cerminan keterwakilan rakyat.
&quot;Bapak Presiden menyampaikan kembali bahwa parlemen merupakan cerminan dari keterwakilan rakyat dan rakyat ini adalah menjadi fokus dari kerja ASEAN dari sebagaimana yang diamanatkan oleh Piagam ASEAN,&quot; ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya selepas mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

BACA JUGA:


Kelakar Jokowi Lihat Menteri Basuki Main Drum Iringi Cokelat: Masih Kalah dengan John Bonham&amp;nbsp;
Menurut Retno, terdapat empat hal yang dibahas oleh Jokowi bersama Ketua Parlemen Vietnam. Hal pertama adalah mengenai perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
&quot;Bapak Presiden menyampaikan bahwa sudah selesai, perundingan sudah selesai, sudah ditandatangani saatnya perjanjian diratifikasi. Oleh karena itu, Bapak Presiden mohon dukungan dari parlemen untuk proses ratifikasi,&quot; imbuhnya.
Isu kedua yang dibahas Jokowi, kata Retno, adalah mengenai masalah perdagangan dan investasi. Retno menjelaskan bahwa nilai perdagangan Indonesia-Vietnam sangat baik, antara lain terlihat dari nilai perdagangan bilateral yang telah mencapai USD14,2 miliar pada tahun lalu.

BACA JUGA:


Pak Bas Main Drum Bareng Cokelat, Jokowi: Masih Kalah dengan John Bonham&amp;nbsp;
&quot;Kedua belah pihak yakin bahwa target USD15 miliar pasti akan tercapai karena targetnya 15 miliar pada tahun 2028. Bapak Presiden juga meminta agar hambatan-hambatan perdagangan termasuk _non-tariff barrier_ bisa dihilangkan terutama untuk produk farmasi dan gula dari Indonesia. Mengenai investasi, pihak Vietnam mengatakan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem lingkungan investasi di Vietnam,&quot; jelasnya.Retno mengatakan bahwa Presiden juga membahas mengenai energi terbarukan. Presiden, katanya, menyebut bahwa peran parlemen sangat penting agar pemerintah dapat mengakselerasi transisi energi.
&quot;Sementara untuk ASEAN, Vietnam mengatakan mendukung penuh keketuaan Indonesia,&quot; kata Retno.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Vietnam, Vuong Dinh Hue, beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 7 Agustus 2023. Dalam pidato pembukanya, Jokowi kembali menekankan peran penting parlemen sebagai cerminan keterwakilan rakyat.
&quot;Bapak Presiden menyampaikan kembali bahwa parlemen merupakan cerminan dari keterwakilan rakyat dan rakyat ini adalah menjadi fokus dari kerja ASEAN dari sebagaimana yang diamanatkan oleh Piagam ASEAN,&quot; ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya selepas mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

BACA JUGA:


Kelakar Jokowi Lihat Menteri Basuki Main Drum Iringi Cokelat: Masih Kalah dengan John Bonham&amp;nbsp;
Menurut Retno, terdapat empat hal yang dibahas oleh Jokowi bersama Ketua Parlemen Vietnam. Hal pertama adalah mengenai perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
&quot;Bapak Presiden menyampaikan bahwa sudah selesai, perundingan sudah selesai, sudah ditandatangani saatnya perjanjian diratifikasi. Oleh karena itu, Bapak Presiden mohon dukungan dari parlemen untuk proses ratifikasi,&quot; imbuhnya.
Isu kedua yang dibahas Jokowi, kata Retno, adalah mengenai masalah perdagangan dan investasi. Retno menjelaskan bahwa nilai perdagangan Indonesia-Vietnam sangat baik, antara lain terlihat dari nilai perdagangan bilateral yang telah mencapai USD14,2 miliar pada tahun lalu.

BACA JUGA:


Pak Bas Main Drum Bareng Cokelat, Jokowi: Masih Kalah dengan John Bonham&amp;nbsp;
&quot;Kedua belah pihak yakin bahwa target USD15 miliar pasti akan tercapai karena targetnya 15 miliar pada tahun 2028. Bapak Presiden juga meminta agar hambatan-hambatan perdagangan termasuk _non-tariff barrier_ bisa dihilangkan terutama untuk produk farmasi dan gula dari Indonesia. Mengenai investasi, pihak Vietnam mengatakan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem lingkungan investasi di Vietnam,&quot; jelasnya.Retno mengatakan bahwa Presiden juga membahas mengenai energi terbarukan. Presiden, katanya, menyebut bahwa peran parlemen sangat penting agar pemerintah dapat mengakselerasi transisi energi.
&quot;Sementara untuk ASEAN, Vietnam mengatakan mendukung penuh keketuaan Indonesia,&quot; kata Retno.</content:encoded></item></channel></rss>
