<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjaga Kosan Sebut Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI Sosok Pendiam</title><description>Penjaga Kosan Sebut Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI Sosok Pendiam
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859403/penjaga-kosan-sebut-pelaku-pembunuhan-mahasiswa-ui-sosok-pendiam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859403/penjaga-kosan-sebut-pelaku-pembunuhan-mahasiswa-ui-sosok-pendiam"/><item><title>Penjaga Kosan Sebut Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI Sosok Pendiam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859403/penjaga-kosan-sebut-pelaku-pembunuhan-mahasiswa-ui-sosok-pendiam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859403/penjaga-kosan-sebut-pelaku-pembunuhan-mahasiswa-ui-sosok-pendiam</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Iyung Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/338/2859403/penjaga-kosan-sebut-pelaku-pembunuhan-mahasiswa-ui-sosok-pendiam-APnS48I0pi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjaga kontrakan yang ditempati pelaku pembunuhan mahasiswa UI, Sunarsih. (iNews/Iyung Rizki)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/338/2859403/penjaga-kosan-sebut-pelaku-pembunuhan-mahasiswa-ui-sosok-pendiam-APnS48I0pi.jpg</image><title>Penjaga kontrakan yang ditempati pelaku pembunuhan mahasiswa UI, Sunarsih. (iNews/Iyung Rizki)</title></images><description>


DEPOK &amp;ndash; Pelaku pembunuhan terhadap juniornya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) MNZ, yakni Altafasalya Ardnika Basya dikenal sebagai sosok tertutup.
Altafasalya Ardnika Basya merupakan Ketua Himpunan Sastra Rusia FIB UI. Altaf tinggal bersama dua temannya di sebuah kontrakan Wisma Ladika di Jalan Masjid Al Faruq, Kukusan, Beji, Kota Depok.
Altaf telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berencana usai polisi menangkapnya pada Jumat 4 Agustus 2023.
Diketahui, jarak dari kosan korban MNZ dengan kosan pelaku hanya sekitar 1 kilometer. Dari kosan pelaku ke tempat korban hanya butuh waktu 5 menit jika ditempuh dengan motor.
Tetangga kontrakan Altaf, Alvarez mengatakan, meski jarang dan tidak terlalu intens bertemu dengan pelaku, menurutnya Altaf merupakan sosok yang pendiam selama bertetangga.
Sementara itu, penjaga kosan Wisma Ladika, Sunarsih mengatakan, sehari-hari Altaf adalah anak yang sopan dan ramah. Bahkan Altaf sering menegurnya.

BACA JUGA:
Ini Profil Altafasalya Ardnika Basya, Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI, Muhammad Naufal Zidan

&amp;ldquo;Ramah anaknya enggak pernah selonong-selonong. Pasti negur,&amp;rdquo; katanya saat diwawancara, Senin (7/8/2023).
Sunarsih juga menambahkan, satu hari sebelum ditangkap polisi, Altaf sempat mengatakan kepada Sunarsih bahwa dirinya ingin menjual handphone (HP) untuk membayar kontrakan. Uang hasil penjualan HP itu untuk membayar sisa uang kontrakan.

BACA JUGA:
Mimpi Korban Mahasiswa UI Bercita-cita Jadi Diplomat Pupus Usai Dibunuh Seniornya

&amp;ldquo;Saya mau ambil paket HP saya jual dulu saya mau bayar kosan nanti kurangya. Apa ibu aja yang jual HP-nya,&amp;rdquo; kata Sunarsih menirukan perkataan Altaf.
&amp;ldquo;Saya bilang enggak. Saya enggak tahu masalah jual-jual HP. Tahunya ibu nanti uangnya saja,&amp;rdquo; ujarnyaAltaf lalu pergi untuk menjual HP tersebut. Uang hasil penjualan itu diberikan kepada Sunarsih untuk membayar sisa kosan.
&amp;ldquo;Begitu dia keluar sore jam 4-an itu dia kasih uangnya Rp1,2 juta,&amp;rdquo; ujarnya.
Sunarsih juga mengaku kaget ketika mendengar kasus tersebut. Ia tak menyangka Altaf yang dikenalnya pendiam nekat membunuh seseorang.

BACA JUGA:
Mengintip Postingan Terakhir Instagram Mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan Sebelum Dibunuh Kakak Tingkatnya Altafasalya Ardnika

&amp;ldquo;Ibu enggak punya rasa curiga kalau dia sampai segitu nekatnya. Kaget. anak pendiam gitu enggak nyangka sampai segitu nekatnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Diketahui, Altaf pun sudah tinggal sejak 2022.
Guna kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan pihak kepolisian, kini kontrakan Altaf diminta dikosongkan untuk sementara waktu.</description><content:encoded>


DEPOK &amp;ndash; Pelaku pembunuhan terhadap juniornya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) MNZ, yakni Altafasalya Ardnika Basya dikenal sebagai sosok tertutup.
Altafasalya Ardnika Basya merupakan Ketua Himpunan Sastra Rusia FIB UI. Altaf tinggal bersama dua temannya di sebuah kontrakan Wisma Ladika di Jalan Masjid Al Faruq, Kukusan, Beji, Kota Depok.
Altaf telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berencana usai polisi menangkapnya pada Jumat 4 Agustus 2023.
Diketahui, jarak dari kosan korban MNZ dengan kosan pelaku hanya sekitar 1 kilometer. Dari kosan pelaku ke tempat korban hanya butuh waktu 5 menit jika ditempuh dengan motor.
Tetangga kontrakan Altaf, Alvarez mengatakan, meski jarang dan tidak terlalu intens bertemu dengan pelaku, menurutnya Altaf merupakan sosok yang pendiam selama bertetangga.
Sementara itu, penjaga kosan Wisma Ladika, Sunarsih mengatakan, sehari-hari Altaf adalah anak yang sopan dan ramah. Bahkan Altaf sering menegurnya.

BACA JUGA:
Ini Profil Altafasalya Ardnika Basya, Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI, Muhammad Naufal Zidan

&amp;ldquo;Ramah anaknya enggak pernah selonong-selonong. Pasti negur,&amp;rdquo; katanya saat diwawancara, Senin (7/8/2023).
Sunarsih juga menambahkan, satu hari sebelum ditangkap polisi, Altaf sempat mengatakan kepada Sunarsih bahwa dirinya ingin menjual handphone (HP) untuk membayar kontrakan. Uang hasil penjualan HP itu untuk membayar sisa uang kontrakan.

BACA JUGA:
Mimpi Korban Mahasiswa UI Bercita-cita Jadi Diplomat Pupus Usai Dibunuh Seniornya

&amp;ldquo;Saya mau ambil paket HP saya jual dulu saya mau bayar kosan nanti kurangya. Apa ibu aja yang jual HP-nya,&amp;rdquo; kata Sunarsih menirukan perkataan Altaf.
&amp;ldquo;Saya bilang enggak. Saya enggak tahu masalah jual-jual HP. Tahunya ibu nanti uangnya saja,&amp;rdquo; ujarnyaAltaf lalu pergi untuk menjual HP tersebut. Uang hasil penjualan itu diberikan kepada Sunarsih untuk membayar sisa kosan.
&amp;ldquo;Begitu dia keluar sore jam 4-an itu dia kasih uangnya Rp1,2 juta,&amp;rdquo; ujarnya.
Sunarsih juga mengaku kaget ketika mendengar kasus tersebut. Ia tak menyangka Altaf yang dikenalnya pendiam nekat membunuh seseorang.

BACA JUGA:
Mengintip Postingan Terakhir Instagram Mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan Sebelum Dibunuh Kakak Tingkatnya Altafasalya Ardnika

&amp;ldquo;Ibu enggak punya rasa curiga kalau dia sampai segitu nekatnya. Kaget. anak pendiam gitu enggak nyangka sampai segitu nekatnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Diketahui, Altaf pun sudah tinggal sejak 2022.
Guna kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan pihak kepolisian, kini kontrakan Altaf diminta dikosongkan untuk sementara waktu.</content:encoded></item></channel></rss>
