<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komunikasi Terakhir di Bandara, Rencana Nongkrong Nauzal Zidan Batal hingga Berujung Petaka</title><description>Dirinya dengan korban MNZ sempat merencanakan bertemu untuk nongkrong bareng di sebuah warung kopi atau warkop.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859589/komunikasi-terakhir-di-bandara-rencana-nongkrong-nauzal-zidan-batal-hingga-berujung-petaka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859589/komunikasi-terakhir-di-bandara-rencana-nongkrong-nauzal-zidan-batal-hingga-berujung-petaka"/><item><title>Komunikasi Terakhir di Bandara, Rencana Nongkrong Nauzal Zidan Batal hingga Berujung Petaka</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859589/komunikasi-terakhir-di-bandara-rencana-nongkrong-nauzal-zidan-batal-hingga-berujung-petaka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/07/338/2859589/komunikasi-terakhir-di-bandara-rencana-nongkrong-nauzal-zidan-batal-hingga-berujung-petaka</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/338/2859589/komunikasi-terakhir-di-bandara-rencana-nongkrong-nauzal-zidan-batal-hingga-berujung-petaka-AVbFIwSueN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban MNZ semasa hidup/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/338/2859589/komunikasi-terakhir-di-bandara-rencana-nongkrong-nauzal-zidan-batal-hingga-berujung-petaka-AVbFIwSueN.jpg</image><title>Korban MNZ semasa hidup/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNy8xLzE2ODg3MS81L3g4bjF5eDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK- Pieter Frandito salah satu kerabat dekat dari korban Muhammad Nauzal Zidan MNZ (19) korban pembunuhan kakak tingkat berinisial AAB (23) di kamar indekos kawasan Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat mengaku berkomunikasi terakhir dengan korban yakni saat membalas unggahan di bandara mengarah pulang ke Jakarta.

BACA JUGA:
Mimpi Korban Mahasiswa UI Bercita-cita Jadi Diplomat Pupus Usai Dibunuh Seniornya

Diketahui, korban yang merupakan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, jurusan Sastra Rusia angkatan 2022,  meregang nyawa dan ditemukan keadaan terbungkus plastik di bawah tempat tidur usai ditikam seniornya.
&quot;Komunikasi terakhir itu saya balas story (cerita) instagram dia (korban MNZ), dia posting lagi di bandara arah pulang ke Jakarta. Itu komunikasi terakhir saya sama beliau,&quot; kata Pieter saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (7/8/2023).
Pieter melanjutkan, bahwa dirinya dengan korban MNZ sempat merencanakan bertemu untuk nongkrong bareng di sebuah warung kopi atau warkop. Namun, takdir berkata lain.
&quot;Setelah sampai Jakarta kita (dirinya dengan MNZ) sempat ingin nongkrong bareng di warkop. Cuman takdir berkata lain,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Sosok Mahasiswa UI Korban Pembunuhan Senior: Orang Baik yang Suka Membantu

Pieter melanjutkan, korban MNZ dikenal suka membantu kerabat dekat dalam keadaan susah hingga belajar Bahasa Rusia otodidak.
&quot;Dia (MNZ) orangnya bener-bener baik, dia sering bantu saya dalam keadaan susah, terus punya niat ingin tahu dia itu tinggi. Seperti bahasa Rusia itu dia belajar otodidak, dia belajar dari youtube dan media sosial lain lainnya,&quot; ucapnya.
Masih kata Pieter, dirinya dengan MNZ merupakan kerabat dekat secara online atau daring sejak jenjang SMP. Ia pun mengenal sosok MNZ merupakan orang pemalu hingga akhirnya mudah bergaul.&quot;Dia (MNZ) itu dulu tipikal orang yang pemalu kak, setelah saya ajarin untuk bergaul kaya gimana, setelah beberapa bulan kemudian dia udah pede gitu, emang bener bener sifat pengen tau dia itu tinggi,&quot; pungkasnya.

Sebagai informasi, AAB nekat menikam korban MNZ diduga dengan motif terlilit tunggakan bayar kos hingga pinjaman online (pinjol). Pelaku pun sempat mencuri sejumlah barang pribadi milik korban mulai dari Laptop MacBook, HP iPhone hingga dompet.

Kemudian, pelaku AAB berhasil ditangkap dan terancam hukuman mati dengan Pasal 340 Jo 338 KUHP dan 365 ayat 3 KUHP. Terkini jenazah korban MNZ dibawa pihak keluarga dari RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur menuju Lumajang, Jawa Timur untuk dimakamkan.

</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNy8xLzE2ODg3MS81L3g4bjF5eDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK- Pieter Frandito salah satu kerabat dekat dari korban Muhammad Nauzal Zidan MNZ (19) korban pembunuhan kakak tingkat berinisial AAB (23) di kamar indekos kawasan Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat mengaku berkomunikasi terakhir dengan korban yakni saat membalas unggahan di bandara mengarah pulang ke Jakarta.

BACA JUGA:
Mimpi Korban Mahasiswa UI Bercita-cita Jadi Diplomat Pupus Usai Dibunuh Seniornya

Diketahui, korban yang merupakan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, jurusan Sastra Rusia angkatan 2022,  meregang nyawa dan ditemukan keadaan terbungkus plastik di bawah tempat tidur usai ditikam seniornya.
&quot;Komunikasi terakhir itu saya balas story (cerita) instagram dia (korban MNZ), dia posting lagi di bandara arah pulang ke Jakarta. Itu komunikasi terakhir saya sama beliau,&quot; kata Pieter saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (7/8/2023).
Pieter melanjutkan, bahwa dirinya dengan korban MNZ sempat merencanakan bertemu untuk nongkrong bareng di sebuah warung kopi atau warkop. Namun, takdir berkata lain.
&quot;Setelah sampai Jakarta kita (dirinya dengan MNZ) sempat ingin nongkrong bareng di warkop. Cuman takdir berkata lain,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Sosok Mahasiswa UI Korban Pembunuhan Senior: Orang Baik yang Suka Membantu

Pieter melanjutkan, korban MNZ dikenal suka membantu kerabat dekat dalam keadaan susah hingga belajar Bahasa Rusia otodidak.
&quot;Dia (MNZ) orangnya bener-bener baik, dia sering bantu saya dalam keadaan susah, terus punya niat ingin tahu dia itu tinggi. Seperti bahasa Rusia itu dia belajar otodidak, dia belajar dari youtube dan media sosial lain lainnya,&quot; ucapnya.
Masih kata Pieter, dirinya dengan MNZ merupakan kerabat dekat secara online atau daring sejak jenjang SMP. Ia pun mengenal sosok MNZ merupakan orang pemalu hingga akhirnya mudah bergaul.&quot;Dia (MNZ) itu dulu tipikal orang yang pemalu kak, setelah saya ajarin untuk bergaul kaya gimana, setelah beberapa bulan kemudian dia udah pede gitu, emang bener bener sifat pengen tau dia itu tinggi,&quot; pungkasnya.

Sebagai informasi, AAB nekat menikam korban MNZ diduga dengan motif terlilit tunggakan bayar kos hingga pinjaman online (pinjol). Pelaku pun sempat mencuri sejumlah barang pribadi milik korban mulai dari Laptop MacBook, HP iPhone hingga dompet.

Kemudian, pelaku AAB berhasil ditangkap dan terancam hukuman mati dengan Pasal 340 Jo 338 KUHP dan 365 ayat 3 KUHP. Terkini jenazah korban MNZ dibawa pihak keluarga dari RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur menuju Lumajang, Jawa Timur untuk dimakamkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
