<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu RI Pastikan Seluruh Peserta Jambore Pramuka Sedunia dari Indonesia Telah Dievakuasi</title><description>Menlu RI mengatakan bahwa evakuasi dilakukan secara bertahap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860307/menlu-ri-pastikan-seluruh-peserta-jambore-pramuka-sedunia-dari-indonesia-telah-dievakuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860307/menlu-ri-pastikan-seluruh-peserta-jambore-pramuka-sedunia-dari-indonesia-telah-dievakuasi"/><item><title>Menlu RI Pastikan Seluruh Peserta Jambore Pramuka Sedunia dari Indonesia Telah Dievakuasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860307/menlu-ri-pastikan-seluruh-peserta-jambore-pramuka-sedunia-dari-indonesia-telah-dievakuasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860307/menlu-ri-pastikan-seluruh-peserta-jambore-pramuka-sedunia-dari-indonesia-telah-dievakuasi</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/18/2860307/menlu-ri-pastikan-seluruh-peserta-jambore-pramuka-sedunia-dari-indonesia-telah-dievakuasi-7hVTG3B5py.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/18/2860307/menlu-ri-pastikan-seluruh-peserta-jambore-pramuka-sedunia-dari-indonesia-telah-dievakuasi-7hVTG3B5py.jpg</image><title>Evakuasi peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNy8xLzE2ODg5MC81L3g4bjI1ZWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno Marsudi pada Selasa, (8/8/2023) memastikan seluruh peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 asal Indonesia yang ada di Korea Selatan sudah dapat dievakuasi.

BACA JUGA:
Setelah Gelombang Panas, Jambore Pramuka Sedunia Korsel Terancam Dihantam Topan Kanun

&quot;Sudah sudah jadi (evakuasi) tadi pagi. Ini kita komunikasi terus,&quot; ujar Retno Marsudi kepada awak media usai menghadiri peringatan HUT ASEAN ke-56 di Gedung Sekretariat ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Retno memastikan bahwa peserta jambore dari Indonesia, yang jumlahnya sekira 1.500 orang, sudah mulai dievakuasi.
&quot;Jadi laporan dari Pak Dubes tadi pagi per pagi ini kontingen Indonesia akan ditampung di Wang University Dormitory yang berjarak 55 kilometer dari Saemangun,&quot; ungkap Retno.

BACA JUGA:
Evakuasi Besar-besaran, Peserta Jambore Pramuka Sedunia Asal Indonesia dalam Keadaan Aman dan Tetap Semangat

Proses evakuasi para peserta jambore dari lokasi kemah ke tempat yang lebih layak sebelum pulang ke Indonesia masih terus dikaji secara bertahap, kata Menlu.
&quot;Jadi itu yang akan dilakukan, dan proses pemindahan sudah mulai berjalan dan didampingi oleh tim KBRI yang sudah berada di Wang University,&quot; jelasnya.Retno kemudian menunjukkan videonya para kontingen Pramuka asal Indonesia sudah mulai dievakuasi kepada awak media.
&quot;Jadi teman-teman sudah mulai berproses dan anak-anak kita dalam kondisi sehat Alhamdulillah mudah-mudahan seterusnya mereka selalu sehat,&quot; tuturnya.
Dia memastikan seluruh peserta Jambore Pramuka asal Indonesia akan dievakuasi seluruhnya.

BACA JUGA:
Kerahkan 1.000 Bus, Korsel Mulai Evakuasi Peserta Jambore Pramuka Sedunia Lebih Cepat untuk Hindari Amukan Topan Khanun

&quot;Ya iyalah. masa ada yang enggak. Tapi ya secara bertahap, dalam beberapa bus. Kemarin saya dapat informasi bahwa jumlah bus untuk kontingen Indonesia sekitar 40-an. Tapi sekali lagi bus yang diperlukan tentunya sejumlah yang dapat mengangkut seluruh anak-anak itu,&quot; terangnya.
Ia juga telah memastikan bahwa acara Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan tidak dilanjutkan karena kondisi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan pesertanya.

&quot;Kan acaranya memang sudah gak ada, karena dengan taifun itu maka acaranya selesai lebih awal karena teman-teman (kontingen) itu harus dipindahkan,&quot; pungkas Retno.
Sebagaimana diketahui, Jambore Pramuka Dunia 2023 digelar di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan pada 1-12 Agustus 2023. Acara tersebut menjadi sorotan publik dunia karena diwarnai kondisi cuaca panas mencapai 38 derajat celsius.
Banyak peserta dilarikan ke rumah sakit karena sakit kepala, pusing, dan kelelahan. Namun hal tersebut diperparah dengan fasilitas perkemahan yang kurang memadai, sanitasi buruk, area tergenang banjir, makanan terbatas, hingga toilet kotor.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNy8xLzE2ODg5MC81L3g4bjI1ZWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno Marsudi pada Selasa, (8/8/2023) memastikan seluruh peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 asal Indonesia yang ada di Korea Selatan sudah dapat dievakuasi.

BACA JUGA:
Setelah Gelombang Panas, Jambore Pramuka Sedunia Korsel Terancam Dihantam Topan Kanun

&quot;Sudah sudah jadi (evakuasi) tadi pagi. Ini kita komunikasi terus,&quot; ujar Retno Marsudi kepada awak media usai menghadiri peringatan HUT ASEAN ke-56 di Gedung Sekretariat ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Retno memastikan bahwa peserta jambore dari Indonesia, yang jumlahnya sekira 1.500 orang, sudah mulai dievakuasi.
&quot;Jadi laporan dari Pak Dubes tadi pagi per pagi ini kontingen Indonesia akan ditampung di Wang University Dormitory yang berjarak 55 kilometer dari Saemangun,&quot; ungkap Retno.

BACA JUGA:
Evakuasi Besar-besaran, Peserta Jambore Pramuka Sedunia Asal Indonesia dalam Keadaan Aman dan Tetap Semangat

Proses evakuasi para peserta jambore dari lokasi kemah ke tempat yang lebih layak sebelum pulang ke Indonesia masih terus dikaji secara bertahap, kata Menlu.
&quot;Jadi itu yang akan dilakukan, dan proses pemindahan sudah mulai berjalan dan didampingi oleh tim KBRI yang sudah berada di Wang University,&quot; jelasnya.Retno kemudian menunjukkan videonya para kontingen Pramuka asal Indonesia sudah mulai dievakuasi kepada awak media.
&quot;Jadi teman-teman sudah mulai berproses dan anak-anak kita dalam kondisi sehat Alhamdulillah mudah-mudahan seterusnya mereka selalu sehat,&quot; tuturnya.
Dia memastikan seluruh peserta Jambore Pramuka asal Indonesia akan dievakuasi seluruhnya.

BACA JUGA:
Kerahkan 1.000 Bus, Korsel Mulai Evakuasi Peserta Jambore Pramuka Sedunia Lebih Cepat untuk Hindari Amukan Topan Khanun

&quot;Ya iyalah. masa ada yang enggak. Tapi ya secara bertahap, dalam beberapa bus. Kemarin saya dapat informasi bahwa jumlah bus untuk kontingen Indonesia sekitar 40-an. Tapi sekali lagi bus yang diperlukan tentunya sejumlah yang dapat mengangkut seluruh anak-anak itu,&quot; terangnya.
Ia juga telah memastikan bahwa acara Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan tidak dilanjutkan karena kondisi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan pesertanya.

&quot;Kan acaranya memang sudah gak ada, karena dengan taifun itu maka acaranya selesai lebih awal karena teman-teman (kontingen) itu harus dipindahkan,&quot; pungkas Retno.
Sebagaimana diketahui, Jambore Pramuka Dunia 2023 digelar di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan pada 1-12 Agustus 2023. Acara tersebut menjadi sorotan publik dunia karena diwarnai kondisi cuaca panas mencapai 38 derajat celsius.
Banyak peserta dilarikan ke rumah sakit karena sakit kepala, pusing, dan kelelahan. Namun hal tersebut diperparah dengan fasilitas perkemahan yang kurang memadai, sanitasi buruk, area tergenang banjir, makanan terbatas, hingga toilet kotor.</content:encoded></item></channel></rss>
