<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kacau, Setelah Gelombang Panas dan Topan, Jambore Pramuka Dunia Kini Hadapi Tuduhan Kejahatan Seksual</title><description>Sebagian besar peserta jambore telah dievakuasi dari bumi perkemahan mengantisipasi ancaman Topan Kanun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860367/kacau-setelah-gelombang-panas-dan-topan-jambore-pramuka-dunia-kini-hadapi-tuduhan-kejahatan-seksual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860367/kacau-setelah-gelombang-panas-dan-topan-jambore-pramuka-dunia-kini-hadapi-tuduhan-kejahatan-seksual"/><item><title>Kacau, Setelah Gelombang Panas dan Topan, Jambore Pramuka Dunia Kini Hadapi Tuduhan Kejahatan Seksual</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860367/kacau-setelah-gelombang-panas-dan-topan-jambore-pramuka-dunia-kini-hadapi-tuduhan-kejahatan-seksual</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/08/18/2860367/kacau-setelah-gelombang-panas-dan-topan-jambore-pramuka-dunia-kini-hadapi-tuduhan-kejahatan-seksual</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/18/2860367/kacau-setelah-gelombang-panas-dan-topan-jambore-pramuka-dunia-kini-hadapi-tuduhan-kejahatan-seksual-ZyH0dymThB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peserta Jambore Pramuka Dunia Ke-25 bermain bola di lokasi perkemahan di Buan, Korea Selatan, 4 Agustus 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/18/2860367/kacau-setelah-gelombang-panas-dan-topan-jambore-pramuka-dunia-kini-hadapi-tuduhan-kejahatan-seksual-ZyH0dymThB.jpg</image><title>Peserta Jambore Pramuka Dunia Ke-25 bermain bola di lokasi perkemahan di Buan, Korea Selatan, 4 Agustus 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNy8xLzE2ODg5MC81L3g4bjI1ZWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEOUL &amp;ndash; Delapan puluh anggota dan pemimpin pramuka Korea Selatan meninggalkan Jambore Pramuka Dunia 2023 yang diselenggarakan di Saemangeum, Korea Selatan. Mereka mengatakan bahwa keputusan itu diambil untuk melindungi peserta remaja setelah seorang pria dilaporkan masuk ke kamar mandi wanita.

BACA JUGA:
Setelah Gelombang Panas, Jambore Pramuka Sedunia Korsel Terancam Dihantam Topan Kanun

Asosiasi Pramuka Provinsi Jeolla Utara dengan 80 peserta di jambore, termasuk 72 remaja, mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari kamp pada Minggu, (6/8/2023) setelah &quot;seorang pemimpin pramuka Thailand datang ke kamar mandi wanita pada Rabu, (2/8/2023).&quot;
Mereka mengatakan bahwa ada sekira 100 saksi atas kejadian tersebut.

BACA JUGA:
Kerahkan 1.000 Bus, Korsel Mulai Evakuasi Peserta Jambore Pramuka Sedunia Lebih Cepat untuk Hindari Amukan Topan Khanun

Pemimpin pramuka Thailand diberi &quot;peringatan sederhana&quot; oleh Komite Jambore, kata pejabat pramuka Korea. Dia menambahkan bahwa asosiasinya telah melaporkan kasus tersebut ke polisi setempat.


&quot;Keseriusan kasus ini diakui (oleh polisi) dan dipindahkan ke Unit Investigasi Wanita dan Pemuda Badan Kepolisian Jeonbuk,&quot; katanya pada konferensi pers di pusat pers Jambore di perkemahan, sebagaimana dilansir Korea Herald.
Pemimpin tersebut mengkritik Panitia Jambore, mengklaim bahwa mereka tidak mengambil tindakan untuk melindungi para korban atau memisahkan mereka dari pemimpin pramuka yang dituduh.
&quot;Para pramuka mengatakan mereka takut dan tidak ingin tetap berada di perkemahan Jambore,&quot; kata pejabat itu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNy8xLzE2ODg5MC81L3g4bjI1ZWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEOUL &amp;ndash; Delapan puluh anggota dan pemimpin pramuka Korea Selatan meninggalkan Jambore Pramuka Dunia 2023 yang diselenggarakan di Saemangeum, Korea Selatan. Mereka mengatakan bahwa keputusan itu diambil untuk melindungi peserta remaja setelah seorang pria dilaporkan masuk ke kamar mandi wanita.

BACA JUGA:
Setelah Gelombang Panas, Jambore Pramuka Sedunia Korsel Terancam Dihantam Topan Kanun

Asosiasi Pramuka Provinsi Jeolla Utara dengan 80 peserta di jambore, termasuk 72 remaja, mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari kamp pada Minggu, (6/8/2023) setelah &quot;seorang pemimpin pramuka Thailand datang ke kamar mandi wanita pada Rabu, (2/8/2023).&quot;
Mereka mengatakan bahwa ada sekira 100 saksi atas kejadian tersebut.

BACA JUGA:
Kerahkan 1.000 Bus, Korsel Mulai Evakuasi Peserta Jambore Pramuka Sedunia Lebih Cepat untuk Hindari Amukan Topan Khanun

Pemimpin pramuka Thailand diberi &quot;peringatan sederhana&quot; oleh Komite Jambore, kata pejabat pramuka Korea. Dia menambahkan bahwa asosiasinya telah melaporkan kasus tersebut ke polisi setempat.


&quot;Keseriusan kasus ini diakui (oleh polisi) dan dipindahkan ke Unit Investigasi Wanita dan Pemuda Badan Kepolisian Jeonbuk,&quot; katanya pada konferensi pers di pusat pers Jambore di perkemahan, sebagaimana dilansir Korea Herald.
Pemimpin tersebut mengkritik Panitia Jambore, mengklaim bahwa mereka tidak mengambil tindakan untuk melindungi para korban atau memisahkan mereka dari pemimpin pramuka yang dituduh.
&quot;Para pramuka mengatakan mereka takut dan tidak ingin tetap berada di perkemahan Jambore,&quot; kata pejabat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
