<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Munarman Ikrar Setia NKRI di Lapas Salemba</title><description>Munarman Ikrar Setia NKRI di Lapas Salemba
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/337/2860462/munarman-ikrar-setia-nkri-di-lapas-salemba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/08/337/2860462/munarman-ikrar-setia-nkri-di-lapas-salemba"/><item><title>Munarman Ikrar Setia NKRI di Lapas Salemba</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/337/2860462/munarman-ikrar-setia-nkri-di-lapas-salemba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/08/337/2860462/munarman-ikrar-setia-nkri-di-lapas-salemba</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 19:58 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/337/2860462/munarman-ikrar-setia-nkri-di-lapas-salemba-AKKtyLPN0I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Munarman ikrar setia NKRI. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/337/2860462/munarman-ikrar-setia-nkri-di-lapas-salemba-AKKtyLPN0I.jpg</image><title>Munarman ikrar setia NKRI. (Ist)</title></images><description>



JAKARTA - Mantan Juru Bicara (Jubir) Front Pembela Islam (FPI) Munarman bersumpah untuk setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat, hari ini. Ikrar setia NKRI Munarman tersebut dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.

Munarman merupakan terpidana kasus terorisme. Ia divonis tiga tahun penjara atas kasus tersebut. Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Salemba, Yosafat Rizanto menilai Munarman kooperatif dan mengikuti semua kegiatan positif selama menjalani hukuman badan di Lapas Salemba.

&quot;Selama berada di Lapas yang bersangkutan aktif mengikuti semua kegiatan pembinaan dan menyatakan secara terbuka siap bekerjasama dalam hal pembinaan termasuk mengikuti program deradikalisasi,&quot; ujar Yosafat Rizanto dikutip dari keterangan resmi Ditjenpas Kemenkumham, Selasa (8/8/2023).

Yosafat menjelaskan, ikrar setia NKRI merupakan salah satu program deradikalisasi di dalam lapas. Program tersebut digencarkan agar para narapidana kasus terorisme setelah bebas bisa benar-benar berubah dan setia terhadap ideologi Pancasila.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjenpas, Erwedi Supriyatno memberi apresiasi kepada jajaran Lapas Salemba dan semua pihak yang terlibat atas keberhasilan pembinaan dan program deradikalisasi narapidana terorisme dalam lapas.






BACA JUGA:
Kabulkan Kasasi, MA Pangkas Hukuman Munarman Jadi Tiga Tahun Penjara








&quot;Ini sebuah prestasi. Sampai hari ini, jumlah narapidana terorisme yang telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI sebanyak 168 orang atau telah mencapai 336% dari target kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada tahun 2023,&quot; tuturnya.

Ia berharap ikrar setia yang telah diucapkan narapidana Munarman bisa menjadi awal kebangkitan seorang warga binaan menjadi anggota masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban baik sebagai individu, masyarakat, dan sebagai warga negara.






BACA JUGA:
MA Kabulkan Kasasi Munarman, Hukuman Penjara Dipotong Jadi 3 Tahun









&quot;Dengan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini, berarti saudara Munarman telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada dan memahami bahwa Pancasila bukan semata-mata hanya berkedudukan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia tetapi juga sebagai Ideologi Nasional,&quot; sambungnya.

Sementara itu, Munarman menyatakan bahwa proses pembinaan narapidana terorisme atau program deradikalisasi di Lapas Salemba tidak semata-mata menjadikan narapidana sebagai objek pembinaan. Akan tetapi, sambungnya, juga sebagai subjek yang diikutsertakan dalam kegiatan pembinaan itu sendiri.



&quot;Peran pamong, atau wali narapidana teroris di Lapas menjadi sangat penting untuk menggali minat, kecendrungan hingga keaktivan warga binaan laksanakan seluruh kegiatan positif di dalam Lapas. Tidak melulu dicekoki oleh pembinaan tetapi diikutsertakan untuk merancang pembinaan menjadi lebih efektif,&quot; ucap Munarman.







BACA JUGA:
Reaksi Munarman Usai Divonis 3 Tahun Penjara Terkait Kasus Terorisme








Ia menghaturkan terimakasih atas peran semua pihak yang terlibat, diantaranya koordinasi antara Lapas, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus hingga Kementerian Agama dan masyarakat untuk hasilkan proses pembinaan deradikalisasi yang baik.



&quot;Pesan untuk kita semua dan orang-orang yang masih beridiologi keras di luar sana dalah, kita harus memperbanyak literasi, memperluas wawasan, memperlebar spectrum cara pandang agar tidak terjebak dengan ideologi tertentu. Open mind sehingga dapat menerima perbedaan lebih luas,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>



JAKARTA - Mantan Juru Bicara (Jubir) Front Pembela Islam (FPI) Munarman bersumpah untuk setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat, hari ini. Ikrar setia NKRI Munarman tersebut dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.

Munarman merupakan terpidana kasus terorisme. Ia divonis tiga tahun penjara atas kasus tersebut. Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Salemba, Yosafat Rizanto menilai Munarman kooperatif dan mengikuti semua kegiatan positif selama menjalani hukuman badan di Lapas Salemba.

&quot;Selama berada di Lapas yang bersangkutan aktif mengikuti semua kegiatan pembinaan dan menyatakan secara terbuka siap bekerjasama dalam hal pembinaan termasuk mengikuti program deradikalisasi,&quot; ujar Yosafat Rizanto dikutip dari keterangan resmi Ditjenpas Kemenkumham, Selasa (8/8/2023).

Yosafat menjelaskan, ikrar setia NKRI merupakan salah satu program deradikalisasi di dalam lapas. Program tersebut digencarkan agar para narapidana kasus terorisme setelah bebas bisa benar-benar berubah dan setia terhadap ideologi Pancasila.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjenpas, Erwedi Supriyatno memberi apresiasi kepada jajaran Lapas Salemba dan semua pihak yang terlibat atas keberhasilan pembinaan dan program deradikalisasi narapidana terorisme dalam lapas.






BACA JUGA:
Kabulkan Kasasi, MA Pangkas Hukuman Munarman Jadi Tiga Tahun Penjara








&quot;Ini sebuah prestasi. Sampai hari ini, jumlah narapidana terorisme yang telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI sebanyak 168 orang atau telah mencapai 336% dari target kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada tahun 2023,&quot; tuturnya.

Ia berharap ikrar setia yang telah diucapkan narapidana Munarman bisa menjadi awal kebangkitan seorang warga binaan menjadi anggota masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban baik sebagai individu, masyarakat, dan sebagai warga negara.






BACA JUGA:
MA Kabulkan Kasasi Munarman, Hukuman Penjara Dipotong Jadi 3 Tahun









&quot;Dengan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini, berarti saudara Munarman telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada dan memahami bahwa Pancasila bukan semata-mata hanya berkedudukan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia tetapi juga sebagai Ideologi Nasional,&quot; sambungnya.

Sementara itu, Munarman menyatakan bahwa proses pembinaan narapidana terorisme atau program deradikalisasi di Lapas Salemba tidak semata-mata menjadikan narapidana sebagai objek pembinaan. Akan tetapi, sambungnya, juga sebagai subjek yang diikutsertakan dalam kegiatan pembinaan itu sendiri.



&quot;Peran pamong, atau wali narapidana teroris di Lapas menjadi sangat penting untuk menggali minat, kecendrungan hingga keaktivan warga binaan laksanakan seluruh kegiatan positif di dalam Lapas. Tidak melulu dicekoki oleh pembinaan tetapi diikutsertakan untuk merancang pembinaan menjadi lebih efektif,&quot; ucap Munarman.







BACA JUGA:
Reaksi Munarman Usai Divonis 3 Tahun Penjara Terkait Kasus Terorisme








Ia menghaturkan terimakasih atas peran semua pihak yang terlibat, diantaranya koordinasi antara Lapas, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus hingga Kementerian Agama dan masyarakat untuk hasilkan proses pembinaan deradikalisasi yang baik.



&quot;Pesan untuk kita semua dan orang-orang yang masih beridiologi keras di luar sana dalah, kita harus memperbanyak literasi, memperluas wawasan, memperlebar spectrum cara pandang agar tidak terjebak dengan ideologi tertentu. Open mind sehingga dapat menerima perbedaan lebih luas,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
