<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Rusak Parah, Ratusan Keluarga Suku Anak Dalam Terancam Terisolasi</title><description>Jalan utama menuju pemukiman warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pinang Tinggi, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, Jambi, rusak parah</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/340/2859858/jalan-rusak-parah-ratusan-keluarga-suku-anak-dalam-terancam-terisolasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/08/340/2859858/jalan-rusak-parah-ratusan-keluarga-suku-anak-dalam-terancam-terisolasi"/><item><title>Jalan Rusak Parah, Ratusan Keluarga Suku Anak Dalam Terancam Terisolasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/08/340/2859858/jalan-rusak-parah-ratusan-keluarga-suku-anak-dalam-terancam-terisolasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/08/340/2859858/jalan-rusak-parah-ratusan-keluarga-suku-anak-dalam-terancam-terisolasi</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/340/2859858/jalan-rusak-parah-ratusan-keluarga-suku-anak-dalam-terancam-terisolasi-HwrcZwHz1t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan rusak membuat ratusan keluarga Suku Anak Dalam terancam terisolasi (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/340/2859858/jalan-rusak-parah-ratusan-keluarga-suku-anak-dalam-terancam-terisolasi-HwrcZwHz1t.jpg</image><title>Jalan rusak membuat ratusan keluarga Suku Anak Dalam terancam terisolasi (Foto : Istimewa)</title></images><description>MUAROJAMBI - Akibat akses jalan utama menuju pemukiman warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pinang Tinggi, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, Jambi, rusak parah, ratusan keluarga orang rimba tersebut terancam terisolasi.

Jalan tanah berlumpur dan berlubang dengan kedalaman rata-rata sekitar 50 cm tersebut sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.


BACA JUGA:
Kunjungi Musi Rawas, Menteri Hadi Inisiasi Penyelesaian Sengketa Tanah Suku Anak Dalam


Sedangkan pengendara kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati jika melewati jalur jalan rusak tersebut.

Terlebih musim hujan, dipastikan aktivitas masyarakat setempat terutama warga SAD terganggu. Selain perkonomian lumpuh total, anak-anak yang sekolah terhambat mengenyam pendidikan.

&quot;Jalan kami ini sudah rusak berat, dimana di dalamnya ada mayoritas warga SAD,&quot; tutur Edi, Kepala Desa Pinang Tinggi, Selasa (8/8/2023).


BACA JUGA:
Presiden Jokowi Pastikan Perbaikan Jalan Rusak di Sejumlah Provinsi Sudah Dimulai


Menurutnya, kalau hujan lebat kondisinya sangat miris terutama perekonomian masyarakat dan dunia pendidikan.

&quot;Mirisnya, anak kami yang mau berangkat sekolah harus buka sepatu melintasi jalan ini. Mungkin pas di sekolahan, mereka kondisinya sudah berlumpur,&quot; tutur Edi.Terpisah, seorang warga setempat, Fitri berharap jalan yang rusak parah lama ini segera diperbaiki.

&quot;Sudah ada satu tahun lebih belum ada diperbaiki. Dak hujan saja rusak parah, apa lagi diguyur hujan. Kasihan anak sekolah, sering dak sekolah gara-gara jalan rusak,&quot; pungkasnya


BACA JUGA:
Jokowi Bagikan 1,5 Juta Sertifikat Tanah, Termasuk untuk Suku Anak Dalam


Namun demikian, pemerintah desa setempat tidak bisa berbuat banyak karena jalan umum tersebut berada di area lahan HGU Perusahaan Perkebunan PTPN VI, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Warga hanya berharap, ada campur tangan pemerintah daerah dalam membantu memberikan solusi tepat agar jalan tersebut bisa layak digunakan.</description><content:encoded>MUAROJAMBI - Akibat akses jalan utama menuju pemukiman warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pinang Tinggi, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, Jambi, rusak parah, ratusan keluarga orang rimba tersebut terancam terisolasi.

Jalan tanah berlumpur dan berlubang dengan kedalaman rata-rata sekitar 50 cm tersebut sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.


BACA JUGA:
Kunjungi Musi Rawas, Menteri Hadi Inisiasi Penyelesaian Sengketa Tanah Suku Anak Dalam


Sedangkan pengendara kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati jika melewati jalur jalan rusak tersebut.

Terlebih musim hujan, dipastikan aktivitas masyarakat setempat terutama warga SAD terganggu. Selain perkonomian lumpuh total, anak-anak yang sekolah terhambat mengenyam pendidikan.

&quot;Jalan kami ini sudah rusak berat, dimana di dalamnya ada mayoritas warga SAD,&quot; tutur Edi, Kepala Desa Pinang Tinggi, Selasa (8/8/2023).


BACA JUGA:
Presiden Jokowi Pastikan Perbaikan Jalan Rusak di Sejumlah Provinsi Sudah Dimulai


Menurutnya, kalau hujan lebat kondisinya sangat miris terutama perekonomian masyarakat dan dunia pendidikan.

&quot;Mirisnya, anak kami yang mau berangkat sekolah harus buka sepatu melintasi jalan ini. Mungkin pas di sekolahan, mereka kondisinya sudah berlumpur,&quot; tutur Edi.Terpisah, seorang warga setempat, Fitri berharap jalan yang rusak parah lama ini segera diperbaiki.

&quot;Sudah ada satu tahun lebih belum ada diperbaiki. Dak hujan saja rusak parah, apa lagi diguyur hujan. Kasihan anak sekolah, sering dak sekolah gara-gara jalan rusak,&quot; pungkasnya


BACA JUGA:
Jokowi Bagikan 1,5 Juta Sertifikat Tanah, Termasuk untuk Suku Anak Dalam


Namun demikian, pemerintah desa setempat tidak bisa berbuat banyak karena jalan umum tersebut berada di area lahan HGU Perusahaan Perkebunan PTPN VI, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Warga hanya berharap, ada campur tangan pemerintah daerah dalam membantu memberikan solusi tepat agar jalan tersebut bisa layak digunakan.</content:encoded></item></channel></rss>
