<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Atom Hantam Nagasaki, Soekarno Tagih Janji Jepang</title><description>Bung Karno menagih janji Jepang ketika Kota Nagasaki dihantam bom atom yang dijatuhkan sekutu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860503/bom-atom-hantam-nagasaki-soekarno-tagih-janji-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860503/bom-atom-hantam-nagasaki-soekarno-tagih-janji-jepang"/><item><title>Bom Atom Hantam Nagasaki, Soekarno Tagih Janji Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860503/bom-atom-hantam-nagasaki-soekarno-tagih-janji-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860503/bom-atom-hantam-nagasaki-soekarno-tagih-janji-jepang</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/337/2860503/bom-atom-hantam-nagasaki-soekarno-tagih-janji-jepang-bnhVaZFQhq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/337/2860503/bom-atom-hantam-nagasaki-soekarno-tagih-janji-jepang-bnhVaZFQhq.jpg</image><title>Soekarno (Foto: Wikipedia)</title></images><description>SOEKARNO atau Bung Karno menagih janji Jepang ketika Kota Nagasaki dihantam bom atom yang dijatuhkan sekutu.

Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, bom yang dijatuhkan di Nagasaki, dikatakan lebih dahsyat dari bom atom yang mengguncang Hiroshima.


BACA JUGA:
Kisah Cinta Fatmawati, Sempat Ragu Terima Soekarno Karena Sudah Beristri


Sekira 80 ribu warga sipil jadi korban. Radius kerusakannya mencapai 1,6 kilometer dari ground zero. 150 tentara Jepang serta sejumlah tawanan perang, baik warga maupun militer AS, Belanda dan Inggris ikut tewas.

Pada 9 Agustus itu pula, mereka tiba di Singapura untuk menginap selama satu malam, demi menghindar dari penerbangan malam. Sehari setelahnya mereka baru melanjutkan perjalanan dengan pengawalan perwira Jepang, Letkol Nomura serta Miyoshi, dan mendarat di Saigon (kini Ho Chi Minh City).

Pengalaman menginap di Istana Saigon sempat mereka rasakan terlebih dulu, sebelum pada 11 Agustus berangkat lagi ke Da Lat, sekitar 300 kilometer dari Saigon. Kendati begitu, belum juga bisa mereka temui Marsekal Terauchi.


BACA JUGA:
Kisah Sjahrir Bocorkan Jepang Kalah, tapi Soekarno-Hatta Tak Percaya


Barulah 12 Agustus, pertemuan yang dinanti terjadi juga, di mana singkat cerita, Terauchi menjanjikan kemerdekaan yang sangat diharapan Soekarno Cs. Dalam pertemuan itu, Terauchi menyatakan Jepang ingin melihat Indonesia sudah merdeka pada 24 Agustus.

&amp;ldquo;Apakah sudah boleh bekerja sekitar 25 Agustus 1945?&amp;rdquo; tanya Soekarno setelah dijanjikan soal tanggal 24 Agustus.Jawaban positif pun diberikan Terauchi. Tanpa berlama-lama, mereka kembali ke Indonesia dengan situasi perjalanan yang tak kurang berbahaya.

Namun, rnyata jawaban Soekarno pada para pemuda soal hasil pertemuan dengan Terauchi, tak ditanggapi hangat, hingga terjadi perdebatan antara kaum muda Sutan Sjahrir Cs, yang ingin segera Soekarno memproklamirkan kemerdekaan.</description><content:encoded>SOEKARNO atau Bung Karno menagih janji Jepang ketika Kota Nagasaki dihantam bom atom yang dijatuhkan sekutu.

Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, bom yang dijatuhkan di Nagasaki, dikatakan lebih dahsyat dari bom atom yang mengguncang Hiroshima.


BACA JUGA:
Kisah Cinta Fatmawati, Sempat Ragu Terima Soekarno Karena Sudah Beristri


Sekira 80 ribu warga sipil jadi korban. Radius kerusakannya mencapai 1,6 kilometer dari ground zero. 150 tentara Jepang serta sejumlah tawanan perang, baik warga maupun militer AS, Belanda dan Inggris ikut tewas.

Pada 9 Agustus itu pula, mereka tiba di Singapura untuk menginap selama satu malam, demi menghindar dari penerbangan malam. Sehari setelahnya mereka baru melanjutkan perjalanan dengan pengawalan perwira Jepang, Letkol Nomura serta Miyoshi, dan mendarat di Saigon (kini Ho Chi Minh City).

Pengalaman menginap di Istana Saigon sempat mereka rasakan terlebih dulu, sebelum pada 11 Agustus berangkat lagi ke Da Lat, sekitar 300 kilometer dari Saigon. Kendati begitu, belum juga bisa mereka temui Marsekal Terauchi.


BACA JUGA:
Kisah Sjahrir Bocorkan Jepang Kalah, tapi Soekarno-Hatta Tak Percaya


Barulah 12 Agustus, pertemuan yang dinanti terjadi juga, di mana singkat cerita, Terauchi menjanjikan kemerdekaan yang sangat diharapan Soekarno Cs. Dalam pertemuan itu, Terauchi menyatakan Jepang ingin melihat Indonesia sudah merdeka pada 24 Agustus.

&amp;ldquo;Apakah sudah boleh bekerja sekitar 25 Agustus 1945?&amp;rdquo; tanya Soekarno setelah dijanjikan soal tanggal 24 Agustus.Jawaban positif pun diberikan Terauchi. Tanpa berlama-lama, mereka kembali ke Indonesia dengan situasi perjalanan yang tak kurang berbahaya.

Namun, rnyata jawaban Soekarno pada para pemuda soal hasil pertemuan dengan Terauchi, tak ditanggapi hangat, hingga terjadi perdebatan antara kaum muda Sutan Sjahrir Cs, yang ingin segera Soekarno memproklamirkan kemerdekaan.</content:encoded></item></channel></rss>
