<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bebas Bersyarat, Begini Kondisi Bharada Richard Eliezer Saat Ini</title><description>Begini kondisi terpidana pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Bharada Richard Eliezer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860584/bebas-bersyarat-begini-kondisi-bharada-richard-eliezer-saat-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860584/bebas-bersyarat-begini-kondisi-bharada-richard-eliezer-saat-ini"/><item><title>Bebas Bersyarat, Begini Kondisi Bharada Richard Eliezer Saat Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860584/bebas-bersyarat-begini-kondisi-bharada-richard-eliezer-saat-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860584/bebas-bersyarat-begini-kondisi-bharada-richard-eliezer-saat-ini</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 06:15 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2860584/bebas-bersyarat-begini-kondisi-bharada-richard-eliezer-saat-ini-uk5TeJWC1X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bharada E saat menjalani persidangan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2860584/bebas-bersyarat-begini-kondisi-bharada-richard-eliezer-saat-ini-uk5TeJWC1X.jpg</image><title>Bharada E saat menjalani persidangan (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODk0My81L3g4bjM5eWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Begini kondisi terpidana pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dinyatakan bebas bersyarat sejak 4 Agustus 2023 lalu.

Pengacara Bharada E Ronny Talapessy mengungkapkan kondisi kliennya saat ini. Menurutnya, Bharada E dalam kondisi sehat.

&quot;Kondisinya dalam keadaan sehat,&quot; kata Ronny melalui pesan singkatnya saat dihubungi tim MNC Portal Indonesia, Selasa (8/8/2023) malam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polri Pastikan Keamanan Bharada E

Ketika ditanya soal keberadaan Bharada E, Ronny memilih enggan memberikan informasi detailnya.

Kemudian, ia meminta dukungan untuk kliennya agar diberi kekuatan menjalani proses di bawah pantauan Kemenkumham.

&quot;Mohon doa dan dukungannya Bharada E menjalankan proses bebas bersyaratnya di bawah Kemenkumham,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengamini terpidana pembunuh Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yakni, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E telah bebas bersyarat. Bharada E sudah menjalani program bebas bersyarat sejak 4 Agustus 2023.

&quot;Tanggal 4 Agustus 2023 Richard Eliezer mulai menjalani program Cuti Bersyarat (CB) sampai dengan tanggal 31 Januari 2024, dan telah berubah statusnya dari narapidana menjadi klien Pemasyarakatan,&quot; kata Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham, Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2023).
Richard Eliezer telah dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat. Rika menjelaskan, cuti bersyarat yang diterima Richard Eliezer merupakan proses pembinaan di luar Lapas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MA Potong Vonis Ferdy Sambo Cs, Pengacara Keluarga: Tidak Berikan Contoh yang Baik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Bagi narapidana yang dipidana paling lama 1 tahun 3 bulan, sekurang-kurangnya telah menjalani 2/3 masa pidana,&quot; pungkas Rika.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODk0My81L3g4bjM5eWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Begini kondisi terpidana pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dinyatakan bebas bersyarat sejak 4 Agustus 2023 lalu.

Pengacara Bharada E Ronny Talapessy mengungkapkan kondisi kliennya saat ini. Menurutnya, Bharada E dalam kondisi sehat.

&quot;Kondisinya dalam keadaan sehat,&quot; kata Ronny melalui pesan singkatnya saat dihubungi tim MNC Portal Indonesia, Selasa (8/8/2023) malam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polri Pastikan Keamanan Bharada E

Ketika ditanya soal keberadaan Bharada E, Ronny memilih enggan memberikan informasi detailnya.

Kemudian, ia meminta dukungan untuk kliennya agar diberi kekuatan menjalani proses di bawah pantauan Kemenkumham.

&quot;Mohon doa dan dukungannya Bharada E menjalankan proses bebas bersyaratnya di bawah Kemenkumham,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengamini terpidana pembunuh Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yakni, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E telah bebas bersyarat. Bharada E sudah menjalani program bebas bersyarat sejak 4 Agustus 2023.

&quot;Tanggal 4 Agustus 2023 Richard Eliezer mulai menjalani program Cuti Bersyarat (CB) sampai dengan tanggal 31 Januari 2024, dan telah berubah statusnya dari narapidana menjadi klien Pemasyarakatan,&quot; kata Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham, Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2023).
Richard Eliezer telah dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat. Rika menjelaskan, cuti bersyarat yang diterima Richard Eliezer merupakan proses pembinaan di luar Lapas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MA Potong Vonis Ferdy Sambo Cs, Pengacara Keluarga: Tidak Berikan Contoh yang Baik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Bagi narapidana yang dipidana paling lama 1 tahun 3 bulan, sekurang-kurangnya telah menjalani 2/3 masa pidana,&quot; pungkas Rika.</content:encoded></item></channel></rss>
