<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahu Hukuman Mati Ferdy Sambo Diringankan MA, Keluarga Brigadir J Kecewa: Pembunuhan Berencana Itu Terbukti!</title><description>Karena itu, katanya, mereka merasa kecewa terhadap putusan tersebut&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860669/tahu-hukuman-mati-ferdy-sambo-diringankan-ma-keluarga-brigadir-j-kecewa-pembunuhan-berencana-itu-terbukti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860669/tahu-hukuman-mati-ferdy-sambo-diringankan-ma-keluarga-brigadir-j-kecewa-pembunuhan-berencana-itu-terbukti"/><item><title>Tahu Hukuman Mati Ferdy Sambo Diringankan MA, Keluarga Brigadir J Kecewa: Pembunuhan Berencana Itu Terbukti!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860669/tahu-hukuman-mati-ferdy-sambo-diringankan-ma-keluarga-brigadir-j-kecewa-pembunuhan-berencana-itu-terbukti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2860669/tahu-hukuman-mati-ferdy-sambo-diringankan-ma-keluarga-brigadir-j-kecewa-pembunuhan-berencana-itu-terbukti</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2860669/tahu-hukuman-mati-ferdy-sambo-diringankan-ma-keluarga-brigadir-j-kecewa-pembunuhan-berencana-itu-terbukti-z4qAJYiuQp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Samuel Hutabarat kecewa dengan putusan MA/Foto: Azhari Sultan </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2860669/tahu-hukuman-mati-ferdy-sambo-diringankan-ma-keluarga-brigadir-j-kecewa-pembunuhan-berencana-itu-terbukti-z4qAJYiuQp.jpg</image><title>Samuel Hutabarat kecewa dengan putusan MA/Foto: Azhari Sultan </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODk0MC81L3g4bjM5ODc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAMBI - Kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ramos Hutabarat mengatakan bahwa, pihak keluarga Joshua baru mengetahui adanya putusan Mahkamah Agung (MA) dari sejumlah media.

&quot;Pihak keluarga baru mengetahui putusan MA tersebut setelah beberapa awak media menelpon pihak keluarga,&quot; ungkapnya, Rabu (9/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hukuman Mati Ferdy Sambo Dianulir MA, Ini Kata Kejagung

Karena itu, katanya, mereka merasa kecewa terhadap putusan tersebut. &quot;Yang jelas, pihak keluarga kecewa dan sedih dengan putusan MA yang mengabulkan permohonan kasasi Ferdy Sambo dan mengubah vonis hukuman mati menjadi seumur hidup,&quot; tandasnya.

Menurutnya, dari awal sudah jelas kalau pembunuhan berencana itu terbukti, dan saat persidangan tidak ada hal yang meringankan untuk menurunkan hukuman mati yang diberikan kepada Ferdy Sambo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MA Potong Vonis Ferdy Sambo Cs, Pengacara Keluarga: Tidak Berikan Contoh yang Baik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Di samping itu, imbuh Ramos, pihaknya tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan hakim agung sehingga bisa mengubah hukuman Ferdy Sambo menjadi seumur hidup.

&quot;Seharusnya hukuman Ferdy Sambo tidak diturunkan, agar itu bisa menjadi preseden penegakan hukum di Indonesia dan preseden hukuman bagi para penegak hukum yang melakukan tindak pidana,&quot; tegas Ramos.

Terpisah, ayah mendiang Brigadir J, Samuel Hutabarat mengaku sangat kecewa terhadap putusan MA kemarin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tersengat Panas Terik, Pria ini Meninggal saat Sebarkan Abu Kremasi Milik Sang Ayah


&quot;Yang jelas, saya dan keluarga besar mendiang Brigadir J sangat kecewa dengan keputusan MA ini,&quot; ujarnya singkat.



Dirinya mengetahui informasi tersebut dari media setelah Maghrib kemarin.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODk0MC81L3g4bjM5ODc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAMBI - Kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ramos Hutabarat mengatakan bahwa, pihak keluarga Joshua baru mengetahui adanya putusan Mahkamah Agung (MA) dari sejumlah media.

&quot;Pihak keluarga baru mengetahui putusan MA tersebut setelah beberapa awak media menelpon pihak keluarga,&quot; ungkapnya, Rabu (9/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hukuman Mati Ferdy Sambo Dianulir MA, Ini Kata Kejagung

Karena itu, katanya, mereka merasa kecewa terhadap putusan tersebut. &quot;Yang jelas, pihak keluarga kecewa dan sedih dengan putusan MA yang mengabulkan permohonan kasasi Ferdy Sambo dan mengubah vonis hukuman mati menjadi seumur hidup,&quot; tandasnya.

Menurutnya, dari awal sudah jelas kalau pembunuhan berencana itu terbukti, dan saat persidangan tidak ada hal yang meringankan untuk menurunkan hukuman mati yang diberikan kepada Ferdy Sambo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MA Potong Vonis Ferdy Sambo Cs, Pengacara Keluarga: Tidak Berikan Contoh yang Baik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Di samping itu, imbuh Ramos, pihaknya tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan hakim agung sehingga bisa mengubah hukuman Ferdy Sambo menjadi seumur hidup.

&quot;Seharusnya hukuman Ferdy Sambo tidak diturunkan, agar itu bisa menjadi preseden penegakan hukum di Indonesia dan preseden hukuman bagi para penegak hukum yang melakukan tindak pidana,&quot; tegas Ramos.

Terpisah, ayah mendiang Brigadir J, Samuel Hutabarat mengaku sangat kecewa terhadap putusan MA kemarin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tersengat Panas Terik, Pria ini Meninggal saat Sebarkan Abu Kremasi Milik Sang Ayah


&quot;Yang jelas, saya dan keluarga besar mendiang Brigadir J sangat kecewa dengan keputusan MA ini,&quot; ujarnya singkat.



Dirinya mengetahui informasi tersebut dari media setelah Maghrib kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
