<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Surat Kabar Pertama yang Menyiarkan Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title><description>Sesaat setelah teks proklamasi kemerdekaan dibacakan Soekarno, dilakukan penyebaran berita mengenai kemerdekaan Indonesia&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861037/ini-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-berita-proklamasi-kemerdekaan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861037/ini-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-berita-proklamasi-kemerdekaan-indonesia"/><item><title>Ini Surat Kabar Pertama yang Menyiarkan Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861037/ini-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-berita-proklamasi-kemerdekaan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861037/ini-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-berita-proklamasi-kemerdekaan-indonesia</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Raniah Tamarisha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861037/ini-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-berita-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-sjuynOexzV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Surat kabar Soeara Asia siarkan kemerdekaan Indonesia/Foto: Istimewa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861037/ini-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-berita-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-sjuynOexzV.jpg</image><title>Surat kabar Soeara Asia siarkan kemerdekaan Indonesia/Foto: Istimewa </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNS8xLzE2ODc3My81L3g4bjByMzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - 17 Agustus 1945 merupakan momen pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, yang menjadi penanda berdirinya sebuah bangsa bernama Indonesia.
Sesaat setelah teks proklamasi kemerdekaan dibacakan Soekarno, dilakukan penyebaran berita mengenai kemerdekaan Indonesia ke berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.

BACA JUGA:
3 Perubahan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini, yaitu melalui media radio, koran, pamflet, bahkan coretan-coretan di dinding kota dan gerbong kereta api.
Penyebarluasan berita proklamasi dilakukan agar Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara yang merdeka.

BACA JUGA:
Mengenal Sejarah Bambu Runcing yang Jadi Senjata Andalan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Surat kabar pertama yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah surat kabar Soeara Asia, yang terbit di Surabaya, dan Tjahaya yang terbit di Bandung.
Surat kabar ini memuat berita terkait kemerdekaan Indonesia sehari setelah pembacaan teks proklamasi, yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu, Jepang melarang media untuk memuat berita mengenai pergerakan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.Namun, para pemuda Indonesia tetap berjuang melalui pers untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jelang Kemerdekaan RI, Apa yang Direncanakan Jepang Pada 8 dan 9 Agustus 1945?

Pemuda yang berjuang untuk menyebarkannya antara lain Adam Malik, Sajoeti Melik, Sutan Syahrir, B.M Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo Wiryopranoto, Sumanang S.H., Manai Sophian, dan Ali Hasyim.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNS8xLzE2ODc3My81L3g4bjByMzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - 17 Agustus 1945 merupakan momen pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, yang menjadi penanda berdirinya sebuah bangsa bernama Indonesia.
Sesaat setelah teks proklamasi kemerdekaan dibacakan Soekarno, dilakukan penyebaran berita mengenai kemerdekaan Indonesia ke berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.

BACA JUGA:
3 Perubahan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini, yaitu melalui media radio, koran, pamflet, bahkan coretan-coretan di dinding kota dan gerbong kereta api.
Penyebarluasan berita proklamasi dilakukan agar Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara yang merdeka.

BACA JUGA:
Mengenal Sejarah Bambu Runcing yang Jadi Senjata Andalan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Surat kabar pertama yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah surat kabar Soeara Asia, yang terbit di Surabaya, dan Tjahaya yang terbit di Bandung.
Surat kabar ini memuat berita terkait kemerdekaan Indonesia sehari setelah pembacaan teks proklamasi, yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu, Jepang melarang media untuk memuat berita mengenai pergerakan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.Namun, para pemuda Indonesia tetap berjuang melalui pers untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jelang Kemerdekaan RI, Apa yang Direncanakan Jepang Pada 8 dan 9 Agustus 1945?

Pemuda yang berjuang untuk menyebarkannya antara lain Adam Malik, Sajoeti Melik, Sutan Syahrir, B.M Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo Wiryopranoto, Sumanang S.H., Manai Sophian, dan Ali Hasyim.</content:encoded></item></channel></rss>
