<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permudah Distribusi Pangan di Papua Tengah, Menko PMK: Bandara Akan Direvitalisasi</title><description>Permudah Distribusi Pangan di Papua Tengah, Menko PMK: Bandara Akan Direvitalisasi
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861097/permudah-distribusi-pangan-di-papua-tengah-menko-pmk-bandara-akan-direvitalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861097/permudah-distribusi-pangan-di-papua-tengah-menko-pmk-bandara-akan-direvitalisasi"/><item><title>Permudah Distribusi Pangan di Papua Tengah, Menko PMK: Bandara Akan Direvitalisasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861097/permudah-distribusi-pangan-di-papua-tengah-menko-pmk-bandara-akan-direvitalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/09/337/2861097/permudah-distribusi-pangan-di-papua-tengah-menko-pmk-bandara-akan-direvitalisasi</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861097/permudah-distribusi-pangan-di-papua-tengah-menko-pmk-bandara-akan-direvitalisasi-EzsCjslIR4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (MNC Portal/Binti Mufarida)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861097/permudah-distribusi-pangan-di-papua-tengah-menko-pmk-bandara-akan-direvitalisasi-EzsCjslIR4.jpeg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (MNC Portal/Binti Mufarida)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczMS81L3g4bjAwb2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan akan melakukan revitalisasi bandara dan dibangun runway untuk permudah distribusi logistik di Papua Tengah.



Sebagaimana diketahui, saat ini ada tiga distrik yakni Agandugume, Lambewi, dan Oneri di Papua Tengah yang mengalami krisis pangan. Bahkan, sebanyak 8 ribu orang diperkirakan terdampak dan 6 orang meninggal dunia.



&amp;ldquo;Karena memang di Bandara Agandugume ini belum bisa 100% bisa digunakan maka sebagian dari stok pangan itu akan ditempatkan di distrik Sinak, distrik terdekat kemudian sebagian juga akan dikirim langsung ke bandara Agandugume,&amp;rdquo; kata Muhadjir usai rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (9/8/2023).



Namun, dalam penyaluran bantuan terdapat kendala transportasi yang harus menggunakan pesawat. Pasalnya, salah satu distrik terdampak yakni Agandugume berada di lembah yang tidak mudah untuk dijangkau. Bahkan, jika menggunakan jalur darat memakan waktu sekitar 2 hari perjalanan.





BACA JUGA:
Tolong! 7.500 Orang di Puncak Jaya Papua Terdampak Kelaparan akibat Cuaca Ekstrem









&amp;ldquo;Jadi ini mohon rekan-rekan agak membayangkan jadi Agandugume ini berada di lembah kemudian pesawat ke sana itu tidak semua pesawat bisa, terutama pilot itu harus memiliki brevet tertentu, kualifikasi tertentu dan hanya sementara ada dua pilot yang bisa landing di sana, sehingga tidak semua pesawat boleh ke sana,&amp;rdquo; katanya.







BACA JUGA:
Atasi Krisis Pangan di Papua Tengah, Menko PMK: Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas







&amp;ldquo;Yang paling mungkin adalah di bandara terdekat yaitu distrik Sinak, nah dari listrik Sinak ini untuk menuju ke Agandugume kalau lewat darat itu bisa 2 hari 1 malam perjalanan. Ini yang agak menganggap agak menyulitkan kita termasuk juga perubahan cuaca yang sulit diramal, ditebak itu ini juga menjadi gangguan, gangguan upaya kita untuk menangani masalah ini,&amp;rdquo; tambah Muhadjir.




Oleh karena itu, kata Muhadjir, revitalisasi akan dilakukan agar semakin banyak pesawat yang bisa mengangkut logistik ke Papua Tengah. &amp;ldquo;Revitalisasi bandara Sinak, bandara Sinak ini masih runway-nya pendek hanya 1.200 sehingga hanya pesawat caravan dan pesawat twin otter yang bisa landing dan itu sangat tidak memadai untuk mengangkut barang.&amp;rdquo;








BACA JUGA:
BNPB: Warga Terdampak Kekeringan di Papua Tengah Bertambah Jadi 8 Ribu Orang









&amp;ldquo;Karena itu kita butuh menambah sekitar 400 meter sehingga kita harapkan kalau ada 400 m itu pesawat-pesawat agak besar mungkin juga hercules atau CN itu bisa mendarat di tempat itu, sehingga nanti tidak untuk jangka panjang. tidak hanya untuk menunggu kebutuhan pangan saja, tapi nanti juga untuk kebutuhan berikutnya termasuk material-material yang diperlukan untuk membangun infrastruktur di sana ya,&amp;rdquo; tandasnya.

</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczMS81L3g4bjAwb2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan akan melakukan revitalisasi bandara dan dibangun runway untuk permudah distribusi logistik di Papua Tengah.



Sebagaimana diketahui, saat ini ada tiga distrik yakni Agandugume, Lambewi, dan Oneri di Papua Tengah yang mengalami krisis pangan. Bahkan, sebanyak 8 ribu orang diperkirakan terdampak dan 6 orang meninggal dunia.



&amp;ldquo;Karena memang di Bandara Agandugume ini belum bisa 100% bisa digunakan maka sebagian dari stok pangan itu akan ditempatkan di distrik Sinak, distrik terdekat kemudian sebagian juga akan dikirim langsung ke bandara Agandugume,&amp;rdquo; kata Muhadjir usai rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (9/8/2023).



Namun, dalam penyaluran bantuan terdapat kendala transportasi yang harus menggunakan pesawat. Pasalnya, salah satu distrik terdampak yakni Agandugume berada di lembah yang tidak mudah untuk dijangkau. Bahkan, jika menggunakan jalur darat memakan waktu sekitar 2 hari perjalanan.





BACA JUGA:
Tolong! 7.500 Orang di Puncak Jaya Papua Terdampak Kelaparan akibat Cuaca Ekstrem









&amp;ldquo;Jadi ini mohon rekan-rekan agak membayangkan jadi Agandugume ini berada di lembah kemudian pesawat ke sana itu tidak semua pesawat bisa, terutama pilot itu harus memiliki brevet tertentu, kualifikasi tertentu dan hanya sementara ada dua pilot yang bisa landing di sana, sehingga tidak semua pesawat boleh ke sana,&amp;rdquo; katanya.







BACA JUGA:
Atasi Krisis Pangan di Papua Tengah, Menko PMK: Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas







&amp;ldquo;Yang paling mungkin adalah di bandara terdekat yaitu distrik Sinak, nah dari listrik Sinak ini untuk menuju ke Agandugume kalau lewat darat itu bisa 2 hari 1 malam perjalanan. Ini yang agak menganggap agak menyulitkan kita termasuk juga perubahan cuaca yang sulit diramal, ditebak itu ini juga menjadi gangguan, gangguan upaya kita untuk menangani masalah ini,&amp;rdquo; tambah Muhadjir.




Oleh karena itu, kata Muhadjir, revitalisasi akan dilakukan agar semakin banyak pesawat yang bisa mengangkut logistik ke Papua Tengah. &amp;ldquo;Revitalisasi bandara Sinak, bandara Sinak ini masih runway-nya pendek hanya 1.200 sehingga hanya pesawat caravan dan pesawat twin otter yang bisa landing dan itu sangat tidak memadai untuk mengangkut barang.&amp;rdquo;








BACA JUGA:
BNPB: Warga Terdampak Kekeringan di Papua Tengah Bertambah Jadi 8 Ribu Orang









&amp;ldquo;Karena itu kita butuh menambah sekitar 400 meter sehingga kita harapkan kalau ada 400 m itu pesawat-pesawat agak besar mungkin juga hercules atau CN itu bisa mendarat di tempat itu, sehingga nanti tidak untuk jangka panjang. tidak hanya untuk menunggu kebutuhan pangan saja, tapi nanti juga untuk kebutuhan berikutnya termasuk material-material yang diperlukan untuk membangun infrastruktur di sana ya,&amp;rdquo; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
